Misteri Wewe Gombel

Misteri Wewe Gombel
Prat 21


__ADS_3

Next kelanjutan cerita nya antara percakapaan yuli dengan sih deny.


"Apaaa."teriak yuli yang menutup mendengar jawaban dari si Deni.


"Ya ... Yul sebenarnyaa itu adik ku."timpalnya sih denny sambil merangkul pundak adik kesayangan nya sebut saja nama nya anjani.


" Mas aku ndak tahu kalau itu adikmu."timpal sih yuli sambil menunduk karena malu.


"Lagian ... main hajar-hajar orang Emang kira ga sakit hah."timpal sih anjani sambil perlahan-lahan meraih ujung rambutnya sih yuli lalu menariknya kembali dengan keras.


"Ahkkl... Sakit ampun deh maaf."teriak sih yuli yang kesakitan.


"Rasainn nih."imbuhnya sih anjani yang masih mencambak rambutnya sih yuli sehingga membuat sih yuli berteriak.


" ni ni Sudah ni Cukup Cukup."sahutnya sih denny yang memberitaukan anjani untuk menghentikan perbuatan nya ini.


" Nggak mas aku udah terima ditarik seperti ini."ujar sih anjani yang masih menarik rambutnya sih yuli.


karena tak terima dengan perbuataan yuli kerana kejadian ini ia pun menarik rambutnya dengan kencangnya sampai sih yuli meminta ampun.


"Ampun De ni."timpalnya sih yuli sambil memegang tangan nya anjani lalu sih anjani mulai menarik rambut sih yuli dengan kencang nya.


"Ahkk ... Aku ga peduli karena sakit sama kamu rasain ini rasain." timpalnya si Anjani yang menjambak rambutnya si Yuli dengan kencang sehingga kepalanya Yuli mendengkok ke atas.


"Ahkkl."teriak sih yuli.


"Sakitt .... Ampun de ampun."imbuhnya yang meminta ampun.


"Anjanii."sahut gerombolan nya sih denny dengan kompak.


"Stopp ... Anjani stop."teriak salah gerombolan nya sih denny sebut saja adi.


"Akkkhkk."Teriak sih yuli yang menahan rasa sakit karena masih sajalah dijambak oleh sih anjani itu.


"Agkkkkkkk."imbuh nya sih yuli yang masih berteriak karena masih dijambak oleh anjani.


"Rasainn nihh."timpalnya sih anjani yang masih menjambak rambut yuli dengan kencang.


"AAhkkk."


"Udah ni kasian yul."teriak salah satu teman nya sih denny yang memberi taukan nya sebut saja Adi lagi.


"Biarin aja mas adi soalnya aku dendam sama perempuan sundal ini." Timpal nya sih Anjani yang sambil menarik rambut nya yuli dengan kencang nya.


"Ahkkk.... Sakitt ampunn ni ampun."Teriak sih yuli yang meminta ampun lagi.


"Ya ...Betul Ni yang dikatakan sih adi,kasihan yuli kalo rambutnya ditarik bisa rontok rambutnya sih yuli." timpal salah satu teman yang memberitahukan nya sebut saja sabit.


"Ya ... Betul itu ni mending kamu lepasin aja."ujar pacarnya sih sabit yang memberikan saran sebut saja reva.


kebetulan si Reva adalah anak kelas 2 yang memberitahukan kepada si Anjani teman sekelasnya Kenapa bisa kenal dengan sabit.


karena dulu si Reva dikenalin sama Anjani sampai akhirnya mereka mulai berkenalan alias PDKT hampir 3 minggu saja sehingga perlahan-lahan cinta Sabit dan reva mulai muncul.


pada akhirnya si Anjani masih saja menjabak rambutnya si Yuli hingga rambutnya rontok karena saking gedek ia dengan kelakuannya Yuli yang sok-sok an itu.

__ADS_1


yang menganggap si Anjani ini pasangan orang Padahal itu Adiknya sendiri masa ia adiknya suka sama kakaknya nggak mungkin saudara kandung.


karena kan waktu zaman dulu itu masih ada istilah adat norma yang kuat sampai parah anak muda pun mulai menghormati orang yang tua.


Nah Cuman beda nih dengan sifatnya Yuli yang terlalu sombong, terlalu sok pintar dan angkuh yang menganggap orang miskin kurang sederajat dengan nya.


seperti kakaknya si marini, temennya si Ucok anak yatim yang kurang mampu, sama satu lagi ibu cucung yang sering ngutang di warung tante nya sebut sja sih tante tati.


itu pun sih bu cucun kasbon terus karena ia seorang janda yang mempunyai penghasilan kecil kebetulan ia kerja di ladang tempat saudara sepupunya itu.


makanya si Yuli selalu mencela orang miskin yang menganggap orang miskin selalu merepotkan hingga ini balasan yang diterima oleh Yuli terhadap kakaknya.


"Ehm... Tolong anjani sayang jangan begitu ya." Timpal Si Boy yang memberitahukan untuk menghentikannya.


lalu Anjani pun langsung saja melepaskan cengkraman rambutnya si Yuli yang mulai rontok dan Kusut si Deni dan gerombolannya pun menolong Yuli.


itu semua berkat Gombalan dari pacarnya Si Boy menangis dan lalu meminta maaf kepada Deni dan juga adiknya cuman adiknya belum bisa memaafkan kesalahannya Yuli begitu saja karena ini sudah keterlaluan udah bikin hidung dan muka Anjani bonyok-bonyok.


" sekali lagi aku minta maaf sama kamu ya de anjani." ujar sih yuli yang mengakui kesalahannya.


"Ehm... Ya."jawab sih anjani dengan ketus kepasanya.


" Sekali lagi aku minta maaf ya de ni udah bikin mukamu bonyok."jawab sambil memegang muka yang ada di area wajahnya Anjani hingga pada akhirnya hati Anjani pun mulai tersentuh dengan perlakuan sih yuli.


sehingga Yuli pun memberikan obat yang ada di tas sampai ia mulai mengobati hidungnya lalu muka anjani yang sudah dicakar-cakar sama sih yuli.


di situlah para teman temannya Deni beserta Deni mulai tenang pada akhirnya.


" Ya ... Udalah ... Aku juga udah maafin kok."jawab sih anjani sambil tersenyum.


"Maaf ya de."jawab sih yuli.


lalu pada akhirnya mereka (Yuli dan Anjani) berpelukan satu sama lain Lalu mereka akhirnya senang karena melihat Yuli dan Anjani sudah akur dan tidak ribut lagi.


lalu saja temannya Deni sebut saja Sabit mengajak mereka semua untuk jalan-jalan ke pantai untuk menenangkan pikiran ingat akhirnya mereka sudah sampai di Pantai lalu bersenang-senang.


"Hahahahaha."tawa mrreka semua dengan riang gembira.


" Gung ... Tolong gung sekalian apinya dinyalain ya."ujar sih salah satu teman geng nya denny waktu masih sma dulu sebut reno.


" Iyalah bawel bawel deh ah." gerutu si Agung dengan keselnya kepadanya.


" udah jangan ribut Udah ayo kita mulai pestanya lagi."ujar sih sabit yang mulai berpesta.


"Eyeee."


"Huhuuu."


"Seruuu juga ya."seru teman-temen denny lain nya.


"Yoo ... Mari kita berpestaaa."ujar sih yuli.


"Yaaaa huuu asyikk."seru teman-teman denny yang lain yang sudah berada dipantai.


pada akhirnya mereka pun bersenang-senang hingga larut malam sampai mereka mulai menyalakan api unggun lagi.

__ADS_1


di situlah mereka mulai bernyanyi dengan riang gembira Yuli dan anak kegirangan bisa berpesta pora-pora dan bermain seperti ini.


sampai pada akhirnya mereka mulai berpelukan ya pasangan lainnya setelah mereka menyalakan kembang api sangat romantis bukan.


"Wahh ... Baguss banget ya kembang nya."seru teman-teman denny lain nya.


"Ya ... Yah bagus bangett."ujar sih teman lain nya.


di situlah denny pun senang bisa sama orang ke bahunya yuli dan bahwa bagaimana pun juga Yuli adalah calon istrinya yang akan menjaga bayi mereka nanti setelah bayi ini lahir.


dan rencananya si Deni akan menikahi di suatu saat nanti bertempat tiba pada waktunya soalnya mereka masih kuliah Jadi belum sempet buat merencanakan untuk resepsi pernikahan nanti itulah mereka semua mulai pesta-pesta lagi Hingga larut sampai jam 12.00 malam.


Prat 22


Sementara itu Kediaman Rumah bu indah seperti biasa sementara itu marini beres-beres rumah seperti pembantu saja dia padahal Ia rencananya Ingin bantu meringankan perekonomian keluarga cuman jadikan pembantu seperti ini.


" Duh ... ke mana si Yuli yah dari tadi nggak pulang-pulang jadi khawatir ini."timpalnya bu endah yang mulai bergeruti dan mengigit jarinya lalu bolak-balik.


" Ada apa Bu kok ibu khawatir seperti ini."tanya marini yang mengkhawatirkan ibunya.


"ehm... jangan sok baik sama ibu sekarang kamu beres-beres udah selesaiHah."timpal ibu nya yang mulai memakinya.


" yo wes udah Bu."jawab sih marini sambil menunduk.


" Yaudah kalau beres-beres tunggu apalagi sana pergi."ujar sih bu endah mendorong sih marini.


"Ahkk... Ya bu."ujar marini yang berjalan dengan keadaan pincang.


hingga marini mulai pergi ke kamarnya sendiri lalu menangis sendirian sejadi-jadinya sumpah ga habis pikir dengan kelakukan ibu nya sering membentak dia yang akhir-akhir ini mulai membenci dirinya tanpa sebab.


" Ya ... Allah Kenapa aku punya ibu yang berlaku tidak adil dan kasar seperti ini aku nggak kuat lagi ya tuhan hiks hiks."Gumam sih marini dalam hati.


pada akhirnya ada suara yang mengetuk pintu rumahnya dan ternyata itu Yuli yang sudah datang lalu ibunya mulai datang kearah pintu tersebut Lalu memarahinya seperti ini.


" Kamu itu dari mana aja Sih ndo jam segini baru dah pulang."ujar ibu nya sambil berdiri didepan pintu.


" habis pergi lah Bu main lah ibu,masa dirumah terus sih." jawabnya si Yuli tanpa rasa bersalah.


" Tapi Kamu setiap main selalu pulang hampir jam 12.00 larut malam ini kamu ga malu, dan besok kan kamu ujian." timpal ibunya sambil memarahi ini dengan ada yang emosi.


" Alahh bu ... Gitu aja diperdebat kan Yuli selalu nurutin kata ibu sekarang ibu nurutin doang mau nya Yuli." ujar sih yuli yang adu debat kepada ibunya.


" Tapi Nak ... apa kata tetangga kalau kamu setiap malam pulang jam segini." ujarnya sih bu Endah yang hendak mengeluarkan air mata nya.


" Alaah ... Pesetan sama tetangga Bu yang penting yu udah sampe bu capek ah bu mau istirahat." ujar sih yuli yang gebrak pintu nya dengan mengunakan tangan nya itu.


" tapi nak ibu khawa-." jawab Ibunya belum menyelesaikan kata-kata karena Yuli pun mulai memotong pembicaraannya dengan nada membetak.


" Udahlaah yuli mau masuk minggirr bu minggir." imbuhnya Yuli sambil mendorong ibunya karena ia sudah kelelahan dan ingin beristirahat.


pada akhirnya Bu Endah menangis sejati jadinya depan pintu rumahnya yang sudah melihat perubahan sikapnya yuli yang akhir-akhir ini semakin susah diatur dan keras kepala juga.


dan sampai pada akhirnya marini pun mulai bangun karena kebisingan perdebatan antara sih yuli dengan ibu endah lalu ia tidak sengaja melihat ibunya yang menangis jadi-jadinya kemudian marinibpun mulai berusaha menghiburnya nya seperti ini.


"Bu

__ADS_1


"Bu."


/Next cerita berikutnya/


__ADS_2