
"Kring…kring…kring" bunyi alarm weker menggema di ruang kamar Juliana, Riri yang merasa terusik akhirnya memilih bangun dan segera bersiap-siap untuk olahraga pagi.
Setelah lima belas menit. Riri sudah siap, segera bergegas menuju ke king size bed Juliana untuk membangunkan sih tukang molor, ya siapa lagi kalau bukan pemilik rumah yang saat ini Riri tinggali.
"Woee..bangun" teriak Riri tepat di kuping Juliana
"Iih apaan sih Ri, orang masih ngantuk tau" ujar Juliana dengan suara parauh
"Bangun gak, aku beri waktu lima menit kalau gak bangun juga terpaksa lewat jalur pintas" ancam Riri
"Ya ampun bawel banget dah, iya-iya aku bangun nih" gerutu Juliana lalu beranjak dari king size bed-nya menuju kamar mandi
"Cepetan ya gak pake lama, aku tunggu di meja makan ya" ujar Riri
Sepuluh menit kemudian Juliana yang telah siap menghamipiri Riri di meja makan.
"Wah cepet juga ya" ujar Riri yang melihat sahabatnya itu menghampirinya dan langsung duduk di kursi dan memulai sarapan
"Emang kita mau kemana sih?" tanya Juliana
saat mereka sedang menyantap sarapan
"Ya allah, apa sodara hambamu ini amnesia" ujar Riri seraya berdoa mengeluh
"Issh, nyebelin banget sih, pagi-pagi juga
seneng banget buat bad mood" kesal Juliana
"Udah ah, entar bawelnya memble loh" ujar Riri lalu beranjak menuju ruang ganti sepatu
"Kebiasaan deh main nyelonong aja" gerutu Juliana gregetan, "Emang kita mau kemana Ri" tanya Juliana lagi
"Nih, cepetan pakai, yang ada kesiangan
lagi kalo ladenin kamu" ujar Riri memberikan sepatu sport pada Juliana
_
_
_
"Hah…hah" suara ngos-ngosan keduanya mengitari bundaran taman yang tidak jauh dari arah rumahnya. Sejenak mereka menepi di salah satu bangku taman yang kosong untuk beristirahat. Kemudian Juliana yang merasa sedari tadi kehausan lalu pergi untuk mencari minum untuk mereka
"Ri, aku mau cari minum sebentar ya, ikut gak" tanya Juliana, yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak
"Ya udah deh, kamu mau pesan minuman dingin atau yang biasa" sambung Juliana
__ADS_1
"Dingin enak kali ya" jawab Riri
Lima belas menit kemudian.....
"Eh, dari mana aja, kok lama bener" tanya Riri
lalu merampas minuman dingin dan langsung meneguknya.
"Ketemu cogan tadi di taman, sebelah sana" jawab Juliana sambil menunjuk tangannya kearah taman di ujung depan
"Enak ya, jumpa cogan" seru Riri dan dianggukan oleh Juliana
"Bener-bener ni anak, kamu tau gak, aku tuh
udah hampir dehidrasi tau gak" kesal Riri
lalu mengelitik perut Juliana tanpa ampun
"Aa..ahaha..auw, ampun Ri geli, udah aku gak sanggup, aku ngaku nyerah" ujar Juliana
Tiba-tiba keseruan keduanya, mendadak berhenti saat suara seseorang menyapa mereka dari arah samping
"Ek..ekhem bisa ikut gabung" tanya Akbar, Namun yang ditanya hanya terpaku menganga. Kemudian Akbar melambaikan tangannya kepada keduanya.
"Halo nona-nona cantik, bisa ikut gabung" tanya Akbar seraya membuyarkan lamunan keduanya. Serentak keduanya menjawab..
Seketika Akbar terkekeh melihat tingkah keduanya yang menggemaskan, "Haha" tawa Akbar lalu duduk di bangku taman tanpa memperdulikan keduanya. Begitupun keduanya, bingung dengan sikap dari Akbar tersebut. Seakan tahu keduanya menatapnya penuh mangsa. Segera Akbar bangkit lalu menyodorkan kartu undangan.
"Jangan lupa datang karena aku menunggumu" ujar Akbar. "Bawa juga teman baikmu ini" sambung Akbar lalu beranjak pergi dari hadapan keduanya, Juliana yang penasaran segera mengambil alih kartu undangan itu dari gengaman Riri.
"Oh MY GOD!" pekik Juliana
"Ri, kita harus datang, aku juga dapet undangan ini" ujar Juliana
"Kapan, kok kamu gak bilang" tanya Riri
"Aku juga baru dapet, nih" ujar Juliana sambil menujukkan kartu undangan pada Riri. Seakan tahu dahi Riri berkerut Juliana pun, segera menjelaskannya
***Flashback Juliana***
Juliana, yang merasa haus. Kemudian memutuskan untuk pergi mencari minum
di sekitaran taman. Seteleh mendapati
ada bakulan es dan minuman dingin lainnya.
Segera juliana, menghampiri si tukang bakulan di depan taman. Lalu memesan minuman dingin dan tanpa disengaja, saat Juliana hendak membayar, tiba-tiba dari
__ADS_1
arah samping ada seorang laki-laki cogan, yang mengatakan bahwa minumannya akan dibayar sekalian olehnya.
"Pak, hitung sekalian aja dengan pesanan nona manis ini" ujar Heru
"Eh...Kak Heru, gak usah biar Juli aja
entar ngerepotin" ujar Juliana
"Gak ada penolakan" tekan Heru lalu menyerahkan dua cup minuman dingin
pada Juliana. Segera Juliana pun, menerima dengan senang hati.
"Emp..makasih ya Kak" ucap Juliana yang dibalas anggukan senyum dari Heru
"Oh iya Juls. Kamu besok malem ada acara gak" tanya Heru disela-sela perjalanan kecil mereka.
"Besok malam, memangnya ada apa Kak" tanya balik Juliana. Heru Briawan pun,
menyodorkan kartu undangan
"Boleh gak, nanti kamu jadi patner aku di sana" pinta Heru dengan tampang cool nya
"Empp...gimana ya Kak, bukannya Juli gak
mau, tapi Juli takut kalau nanti ada yang marah" ujar Juliana berbelit-belit dan heru hanya terkekeh.
"Ok, Juls see you tomorrow. Jangan lupa,
dandan yang cantik ya" ujar Heru lalu beranjak pergi dari hadapan Juliana. Juliana hanya tersenyum menatap punggung kekar Heru hingga menghilang dari pandangannya
"Ohh….begitu" ucap Riri manggut-manggut
lalu segera berdiri dan melangkah pergi
"Loh, kok main pergi-pergi aja sih" ujar Juliana bergegas mengejar langkah Riri
"Kebiasaan deh, kamu tu suka ngegas gitu, sekalian aja noh ikutan balapan" gerutu Juliana
"Hehe😁 emang kamu dukung, kalau aku
masuk ke tim balapan" tanya Riri
"Empp…gimana ya" jawab Juliana seraya berpikir keras 😂
"Haiss, kelamaan kalau mikir, udah ah, sekarang kita balik aja, udah jam 10 loh aku juga udah lapar banget" ujar Riri mempercepat langkah kakinya dengan sigap Juliana mendahuluinya dan berjalan cepat.
Melihat tingkah sahabatnya itu. Riri pun, terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya 🤦
__ADS_1
Ada-ada aja nih kelakuan si Juliana, dasar emak ember hehe...gemes deh sama ini anak, bar-bar nya gak ketulungan😁