MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 17 (PENYAKIT YANG DI PENDAM SEORANG DIRI)


__ADS_3

3 hari telah berlalu, Dokter pun telah memberikan izin kepada pasiennya itu, untuk rawat jalan. Pikir Ratih, jika dirinya masih bertahan dan berdiam diri di rumah sakit, pasti biaya pengobatan sangatlah mahal, apalagi dirinya saat ini di rawat di sebuah kamar VIP.


Ratih lebih memilih agar dirinya, dirawat jalan. Sebab, dirinya tak ingin membebani Riri. Dirinya tahu, jika minggu depan putrinya ini, akan segera melangsungkan seminar hasil. Ada rasa haru dan bangga seraya bersua :


"Ibu, pastikan akan melihatmu bersanding dengan orang yang amat mencintaimu. Semoga tuhan masih, memberiku 1 kesempatan. Setidaknya, melihatmu ada yang menjaga dan melindungimu itu lebih dari cukup, Nak " lirih batin Ratih


"Tolong di jaga kesehatan Ibunya, ya Dek"ujar Dokter


"Iya, Dok. Terima kasih" ungkap Riri yang dibalas dengan seulas senyuman dari sang Dokter


"Ya sudah. Ini resep yang harus ditebus, semoga lekas sembuh ya Bu" ujar Dokter kemudian beranjak dari ruangan pasien


"Bu, apa Ibu beneran udah baikan" tanya Riri


"Iya, Nak. Sudah, jangan terlalu cemas. Ibu gakpapa, Nak "ujar Bu Ratih


"Tapi, Bu. Riri khawatir" ucap Riri sedikit gundah


"Kamu tuh ya, suka bikin gemes deh. Orang Ibu udah sehat kok" jelas Bu Ratih seraya menggerakan badannya seperti melakukan pemanasan otot😆


"Iih... Ibu, Ibu jangan banyak gerak dulu, kata Dokter, Ibu harus banyak-banyak istirahat" ucap Riri


”🤗🤗 " balas Bu Ratih

__ADS_1


"Wah, sepertinya aku di lupain" ucap Juliana yang baru saja datang menghampiri keduanya


"Sini Nak" panggil Bu Ratih


"Bu Ratih" rengek Juliana segera menghampiri dan seketika


"BERPELUKAN" sorak Juliana 🤗


2 jam kemudian.....


Bu Ratih dan Riri sudah pulang ke rumahnya, setelah menyelesaikan adiminitrasi dan menebus resep obat.


"Bu, ini makan dulu" seru Riri yang membawa nampan di tangannya


"Ibu berlebihan, Riri gak ngelakuin apa-apa kok. Riri hanya menyiapkan makanan doang, mana ada ngerepotin" jelas Riri


"Aaakh.."nsuara Riri yang hendak menyuapkan Bu Ratih


"Hehe" senyum Bu Ratih, lalu melahap makanannya penuh haru. Pikirnya, iya harus banyak meluangkan waktu untuk selalu bersama dengan putri cantiknya ini, sebelum tuhan benar-benar memanggilnya untuk kembali ke sisinya


"Gimana Bu, enak gak" tanya Riri antusias


"Hemp, sepertinya udah cocok banget buat di jadiin mantu" ungkap Bu Ratih terkekeh

__ADS_1


"Apaan sih, Bu. Ya udah, Riri siapin obatnya dulu" kilah Riri yang menutupi rasa malunya, karena bu Ratih mencoba menggodanya


"Beneran loh Ri, Ibu penasaran deh. Siapa ya, nantinya calon suami kamu yang berhasil naklukin putri kesayangan Ibu ini" ujar Bu Ratih semakin membuat Riri ingin salto² girang aja guys😁


"Ibu" rengek Riri. Merasa puas menggodanya, Bu Ratih kini menatap serius kearahnya. Seperti ingin mengatakan sesuatu yang terpendam


"Nak, terima kasih. Terima kasih, karena memperhatikan keadaan Ibu. Maafkan Ibu, sampai membuatmu merasa cemas" ujar Bu Ratih


"Gak Bu, Riri yang harusnya minta maaf. Karena Riri udah teledor gak memperhatikan kesehatan Ibu. Maafin Riri, ya bu" ucap Riri menunduk sedih


"Gapapa Nak, udah jangan sedih dong. Nanti cantiknya luntur loh"nujar Bu Ratih


"Ya udah, Ibu mau istirahat dulu" sambung Bu Ratih. "Kamu juga Nak, segeralah istirahat" titah Bu Ratih


"Emp... Riri mau tidur bareng nemenin Ibu. Boleh ya" pinta Riri yang dianggukan oleh Bu Ratih


Kini keduanya terlelap. Begitu singkatnya hidup ini, Bu Ratih berharap esok akan lebih baik lagi. Iya akan kembali menjalani aktifitasnya tanpa harus memberi beban pada putrinya ini. Dirinya tak ingin, jika berlarut dalam kesakitannya. Lebih baik memendam segalanya, terlebih dirinya sangat tahu betul. Jika sampai penyakit yang dialaminya ini, di ketahui riri. Pasti membuat putrinya itu menjadi overprotektif.


Bagaimana tidak, bagi Riri semenjak kehilangan kedua orang tuanya di masa remaja. Itu adalah hal terburuk dan terpahit. Sungguh bersyukur, nikmat tuhan selalu datang untuk hamba-hambanya mau bersabar. Hingga mempertemukan dirinya dengan sosok wanita yang amat baik menurutnya.


7 tahun bersama dengan sosok wanita itu, banyak kisah berharga dan belas kasih selalu iya curahkan untuknya. Bagaimana bisa, iya tidak perduli dengan keadaan sosok ibunya itu. Bahkan Riri sempat trauma bila melihat Bu Ratih kesakitan. Hal itulah yang menjadikanya sedikit overprotektif


Ya seperti itulah perasaan seorang anak, tidak lepas dari rasa sayang dan peduli pada sang Ibunda, hal yang paling berharga dan tak pernah tergantikan adalah kasih sayang dan kehadiran sosok orang tua adalah sebuah anugerah Tuhan yang tiada bandingnya

__ADS_1


Salam hangat dari Author buat kalian para readers😍. "Syukur dofu-dofu & Thanks dofu-dofu" Sarangheyo buat kalian


__ADS_2