
Selama kurang lebih dua minggu seorang Dellania mendapatkan perawatan intensif serta dukungan keluarga dan teman-teman membuat nya bangkit kembali dari peristiwa yang di alami nya. Bayang-bayang akan peristiwa buruk itu masih saja terlintas dan itu sudah pasti menjadi sebuah moment terburuk dalam hidup akan tetapi Della yakin dengan tidak mudah selalu mempercayai seseorang dan selalu waspada dengan begitu semua keburukan bisa kita hindari atau bisa kita kontrol dan menjadikan pengalaman terburuk itu adalah sebuah pelajaran berharga
“Sayang bagaimana keadaan mu, apa sudah merasa lebih baik?” tanya Bu Rasmi pada anak nya
“Iya Bu” balas Della, “Oh iya Bu apa hari ini kita sudah bisa pulang ke rumah?” tanya Della
“Iya sayang, kamu yang kuat ya” balas Bu Rasmi, “Ibu yakin anak Ibu yang paling cantik ini bisa melewati semua
nya” ujar Bu Rasmi menggenggam jemari sulung nya
“Iya Bu, terima kasih karena sudah selalu ada untuk Della” balas Della
“Della bersyukur karena masih di berikan kesempatan untuk menjaga diri dan menjaga kehormatan Della” ujar Della
“Iya sayang apapun itu kalau Della perlu bantuan atau sesuatu jangan sungkan untuk bilang ke Ibu ya” balas Bu Rasmi tersenyum ramah
“Ibu..Della sayang banget sama Ibu” rengek Della memeluk Ibu nya
“Jadi cuman Ibu doang nih yang di sayang, Papi sama Aldino enggak” timpal Frans saat masuk ke dalam ruangan pasien bersama bungsu nya
“Eh Papi, hehe..sayang dong” balas Della lalu merentangkan kedua tangan nya menyambut sang Papi dan juga adik nya Aldino
“Sis Della udah sembuh ya” tanya Aldino
“Iya Dek” balas Della
“Yeh asyik berarti sudah bisa pulang dong” ujar Aldino dengan girang nya
Ketiga nya pun ikut tertawa melihat kebahagiaan dari sang bungsu “Jadi kapan dong Sis Della bisa pulang” tanya Aldino menatap sang Kakak
“Tunggu di periksa sama Dokter dulu ya” ujar Bu Rasmi pada anak bungsu nya
“Nah itu dia Pak Dokter nya udah datang” ujar Frans
Setelah Dokter Refan memeriksa keadaan dan kondisi Della selesai. Hari ini Della sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah. Keluarga kecil dan bahagia itu pun segera berkemas dan segera kembali pulang. Anggota keluarga yang lain pun sudah 15 menit menunggu kedatangan Della dan keluarga nya, ya semua anggota keluarga
Pratama dan juga Akbar sudah menunggu. 25 menit kemudian mobil mewah tengah memasuki sebuah kawasan elit semua orang nampak senang dan segera bersiap-siap untuk memberikan kejutan
“Mi..Om Frans dan lain nya sudah datang” ujar Adinda
“Ya sudah kalian semua siap-siap” balas Sarah. Dalam hitungan ketiga pintu rumah pun terbuka lebar di sertai sambutan hangat dari semua anggota keluarga
“Selamat datang di welcome” ujar Akbar lalu meniup terompet “Pipp..pp”
“Yaelah Oppa ada-ada aja, ya kali welcome kan arti nya itu” bantah Aldino
“Selamat datang kembali sayang” ujar Sarah memeluk keponakan nya itu
“Iya Tante terima kasih” balas Della
“Selamat datang ya Dell” ujar Maldeva memberikan peluk kan hangat pada sepupu nya itu
“Welcome my hock “ ujar Adinda memeluk sepupu tengil nya itu
“Julukan baru ya pre..” ujar Della
“Iya itu julukan yang bagus buat lu” sela Adinda
“Sudah kan semuanya, kapan tamu nya di undang masuk nih” ujar Frans kepada keluarga nya
_
_
_
2 jam berlalu setelah acara penyambutan yang di khusus kan untuk nya Della pun segera kembali beristirahat. Anggota keluarga yang lain pun segera kembali karena tuntutan pekerjaan dan lainnya, sedangkan Akbar masih tetap berada di rumah Tante nya itu
“Bar kamu belum balik” tanya Frans
“Belum Om” balas Akbar, “Em..Akbar ke atas dulu mau samperin Della” ujar Akbar
“Iya Nak” balas Tante Rasmi
Di kamar Della, 10 menit yang lalu setelah berpisah dengan anggota keluarga yang lain untuk segera beristirahat namun seperti nya sudah terlalu lama anggota tubuh nya itu terbaring dan membuat badan pun terasa pegal linu. Della memilih untuk duduk di depan meja belajar nya sembari mengambil sebuah diary untuk di tulis nya
“Tok..tok”
“Dell udah tidur ya” panggil Akbar
“Krek..”
“Maafin Oppa ya Dell” ujar Akbar yang langsung memeluk haru sepupu nya itu
“Iya Oppa, em..kirain Oppa udah pulang” ujar Della
“Hem..rencana sih begitu, tapi karena masih kangen sama adik nya Oppa, jadi gimana dong” balas Akbar dengan wajah yang di buat sok cute
“Pftt..” tawa Della
“Ih kok ketawa, emang ada komedi kah” ujar Akbar
“Ya barusan orang nya ngomong” balas Della
“Oh iya Oppa, Kak Juliana kenapa enggak di undang” tanya Della
“Em..Juliana sedang sibuk dan kemarin sore baru berangkat ke singapura karena gantiin Oppa di sana” balas Akbar memangku kedua lengan nya
“Woah enak dong jadi Kak Juliana” sahut Della, “Em..Oppa kenapa Oppa nggak dekatin aja Kak Juliana” ujar Della
“Hem kenapa ya?” gumam Akbar, “Eh..kok malah bahas itu orang” ujar Akbar
“Ya menurut Della sih Kak Juliana baik orang nya dan perhatian juga” ujar Della
“Iya tapi Oppa kan suka nya sama Kak Riri” balas Akbar
“Iya juga sih” balas Della dan tertawa renyah
“Ya udah kamu istirahat gih, ingat gak boleh pikirin yang gak mesti harus di pikir kan dan gak boleh ingat-ingat hal yang sudah-sudah” ujar Akbar
“Iya Oppa tenang saja” balas Della
__ADS_1
“Pokoknya tidak boleh kamu mengenang hal yang buruk jadikan itu semua adalah pelajaran berharga untuk kamu agar tidak mudah begitu saja percaya dengan orang” ujar Akbar
“Dan satu lagi semua akan baik-baik saja jadi tidak perlu terlalu cemas dan khawatir” ujar Akbar
“Iya Oppa” ujar Della menganggukkan kepala nya
“Ingat, jangan sekali-kali kembali mengingat yang tidak semestinya kamu ingat” tekan Akbar
“Huh” hembusan nafas Della
“Janji ya sama Oppa, kamu sebentar lagi mau ujian loh, kata nya mau cepat-cepat masuk ke PTN” ujar Akbar
“Iya bawel” gerutu Della langsung mendorong tubuh Akbar ke luar dari kamar nya
“Ingat ya Del, Oppa percaya sama kamu” teriak Akbar di luar pintu
“Iya..iya” balas Della, “Ya ampun punya Oppa segitu banget jadi orang” gerutu Della
“Eh Bar, Della nya udah tidur?” tanya Tante Rasmi saat melihat ponakan nya itu turun dari lantai dua
“Iya Tan, kalau begitu Akbar pulang dulu” balas Akbar
“Oppa” panggil Aldino
“Hei jagoan, ada apa” balas Akbar
“Hem..besok lusa kan hari minggu Oppa, Al punya ide buat kita” ujar Aldino
“Emang ide apaan” tanya Akbar
“Besok kita ke danau yuk, Al ingin sekali memancing ikan di sana” ujar Aldino
“Woah ide yang bagus, pinter ya kamu” balas Akbar mengusap pucuk kepala sepupu nya
“Ya iya lah pintar kan tiap hari belajar terus” balas Aldino
“Hehe..ya sudah Oppa pulang dulu ya, kamu harus jagain Sis Della” ujar Akbar
“Siap Komandan” balas Aldino dengan sigap
_
_
_
Di seberang Negara Singapura
“Huh akhirnya kelar juga” ujar Juliana
“Eh..maaf I’m sorry” ujar Juliana ketika menabrak seseorang
Juliana pun segera menengadah kan wajah nya “Kak Heru” cicit Juliana
“Woah seperti nya dunia begitu sempit, kenapa aku terus bertemu dengan mu” ujar Heru
“Em..”
“Haha becanda Juls, Oh iya sepertinya terlihat buru-buru sekali, memang nya mau kemana” tanya Heru
“Em aku, em..apa ya?” ujar Heru, “Ah aku sedang menguntit seseorang” ujar Heru
“Hah..siapa” kejut Juliana
“Kamu” balas Heru
“…” Juliana pun terdiam, hati nya kini berdesir entah mengapa, “Oh Tuhan beri aku kekuatan” batin Juliana bersua
“Pftt..Juls kok muka kamu merahan, kamu demam ya” tanya Heru lalu memegang dahi Juliana
“Ekhem, Kak aku permisi ke toilet sebentar ya” ujar Juliana
“Oh iya silahkan, em..aku tunggu di sini ya” balas Heru
“Iya Kak” ujar Juliana
Setelah selesai Juliana pun menghampiri Heru yang sudah menunggu nya. “Hai Kak” sapa Juliana saat menghampiri Heru bersama dengan seseorang wanita
“Hai Juls” balas Heru melambaikan tangan nya
“Siapa perempuan ini” batin Juliana, “Eh Kak maaf ganggu” ujar Juliana
“Enggak kok Juls, ayo duduk” titah Heru
Juliana pun segera duduk dan tersenyum canggung kearah wanita yang tepat di depan nya
“Ini Juls perkenalkan dia adalah teman kuliah ku waktu dulu” ujar Heru
“Em..senang bertemu dengan mu Nona, aku Juliana” ujar Juliana mengulurkan tangan nya
“Hehe..aku juga senang bertemu dengan mu, oh iya aku Arsilla” balas Arsilla menyambut uluran tangan dari
Juliana
“Ekhem..oh iya Juls kita mau pesan makan apa kamu juga mau?” tanya Heru
“Ah tidak perlu repot-repot Kak, aku em..aku permisi pulang ya” ujar Juliana
“Loh kok udah balik Juls, nunggu sekalian aja biar aku antarin” balas Heru
“Ah Enggak usah Kak, aku sore ini harus balik ke Jakarta” ujar Juliana
“Ah sayang sekali, hem..La aku tinggal sebentar gak apa-apa kan? Tanya Heru pada teman nya itu
“Em..it’s ok Heru, aku juga sebenar nya mau langsung balik kok” ujar Arsilla
“Ya udah kalau begitu sekalian aja biar aku antar kamu pulang” balas Heru
“No Heru, aku bawa mobil kok” ujar Arsilla
“Em begitu rupa nya, ya sudah kalau begitu aku duluan ya La” ujar Heru
__ADS_1
“Em..Kak Arsilla sekali lagi maaf ya” ujar Juliana
“Ok..ok, bye” ujar Arsilla melambaikan tangan nya
Kedua nya pun segera pergi. Di perjalanan Heru pun menanyakan kabar dari Riri, “Oh iya Juls bagaimana dengan
kabar nya Riri dan Bu Ratih” tanya Heru
“Em..mereka baik-baik saja Kak” balas Juliana
“Begitu” ujar Heru, “Aish mau ngomong apalagi ya” ujar Heru membatin
Ya seperti itulah kenapa harus secanggung ini, Juliana pun entah kenapa tidak peka atau ya sedikit basa basi saja. “Huh” hembusan nafas kasar yang di keluarkan Heru
“Kenapa Kak” tanya Juliana melihat kearah nya
“Ah tidak papa, oh iya langsung ke bandara atau mampir dulu ke hotel” tanya Heru
“Em..langsung saja Kak kebetulan barang-barang aku gak banyak kok” balas Juliana
Heru pun segera melajukan kecepatan mobil nya itu menuju bandara Internasional Singapura. Sesampai kedua nya di bandara Juliana pun berterima kasih kepada Heru dan segera masuk karena waktu kurang 30 menit lagi pesawat akan take off. Kurang lebih menempuh perjalanan udara selama 1 jam akhir nya Juliana pun tiba di bandara Internasional Jakarta
“Pak langsung ke rumah ya” ujar Juliana saat supir nya menjemput
“Baik Non” jawab Pak supir
2 jam perjalanan akhir nya sampai ke rumah. “Papa..Mama” panggil Juliana
“Eh..Juls kok teriak-teriak sayang” ujar Mama Rani
“Mama..” ujar Juliana langsung memeluk putri nya
“Idih datang-datang tuh bawain oleh-oleh gitu” ujar Mama Rani
“Ih Mama orang Juls kangen juga” sebal Juliana, “Nah terus Papa kemana Ma” tanya Juliana
“Jreng..jreng..” ujar Adrian membawa sebuah cake cheese dengan senang nya menuju ke kedua orang tercinta nya
itu
“Papa” rengek Juliana langsung memeluk Adrian
“E.e.eh ini cake nya nanti jatuh loh” ujar Adrian
“Ih jahat ya orang anak nya kangen juga” gerutu Juliana memanyunkan bibir nya
“Pfftt” tawa Mama Rani, “Pa anak nya kangen itu loh” ujar Adrian
“Hehe..maaf ya sayang, Papa juga sayang banget sama Juli, kangen malahan” ujar Adrian
“Hem sejak kapan Papa hobi buat cake” selidik Juliana
“Ya enggak tahu dia Mam, Papa nya ini dulu mantan Chef” ujar Adrian
“Massa” tanya Juliana tak percaya
“Nih sini cobain dulu baru percaya” ujar Adrian menuntun kedua nya untuk duduk di ruang tamu
Adrian pun memotong cake tersebut lalu di berikan kepada putri sulung semata wayang nya itu. Benar saja Juliana pun shock dengan rasa yang begitu lezat dan pas di lidah, “Oh my god” pekik Juliana menatap kedua orang tua nya
“Bagaimana, enak bukan” ujar Adrian
“Ah Mam, cake nya gak enak, asli ini parah banget” ujar Juliana berbanding terbalik dengan lahap nya menikmati cake cheese avocado buatan Adrian
“Pfft..” tawa kedua nya melihat kejahilan anak sulung nya itu
“Ih kok Papa sama Mama ketawa” ujar Juliana, “Hehe..becanda doang Pa, sumpah ini enak banget Pa” ujar Juliana
“Ya iya lah orang udah bilangin juga” balas Adrian
“Iya deh iya percaya banget deh sama Papa” ujar Juliana langsung memeluk kedua nya
“Oh iya Pa..Ma Juls ada oleh-oleh buat kalian” ujar Juliana segera membuka koper nya
Kedua orang tua itu terharu dan senang dengan pemberian sang anak, Juliana pun senang melihat kedua orang tua nya itu menerima dengan senang hati pemberian dari nya, ya walau terbilang murah dan tak seberapa, tapi iya senang bisa melihat senyuman kedua nya yang sangat menghargai pemberian nya
“Makasih ya sayang” ujar kedua pasang suami istri itu pada anak nya
“Iya Ma..Pa, em..kalau begitu Juls ke kamar dulu ya” ujar Juliana
“Iya sayang” jawab Mama Rani
Di dalam kamar Juliana pun segera meletakkan koper nya itu dan segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi Riri sahabat nya
📞: “Hallo Juls, kamu apa kabar?” tanya Riri
📞: “Baik Ri, oh iya besok pagi jam 10 aku ke rumah ya” ujar Juliana
📞: “Hah, kamu udah balik ya dari Singapura” tanya Riri
📞: “Iya Ri” balas Juliana
📞: “Wah..oleh-oleh buat aku ada kan?” tanya Riri
📞: “Hem..kalau oleh-oleh saja langsung 4G” ujar Juliana
📞: “Hehe..wajib tahu” balas Riri
📞: “Oh iya Ri, gimana kabar nya Bu Ratih” tanya Juliana
📞: “Em…Juls, aku..besok aja ya kita lanjut ngobrol nya” balas Riri
📞: “Iya Ri, besok ya harus ceritakan semua nya ke aku” ujar Juliana
📞: “Iya Nyai” balas Riri, “Ya udah see you and good night my Nyai” ujar Riri
📞: “Yes, see you” balas Juliana lalu meletakkan ponsel nya di atas nakas untuk segera di charge
“Ada apa dengan Bu Ratih” gumam Juliana, “Hem aku harus cari tahu, akhir-akhir ini Riri pun selalu sibuk, apa jangan-jangan sakit Bu Ratih itu sangat parah” ujar Juliana
Hai-hai guys tetap stay with me ya, “Bantuin Author dong guys tercinta”
__ADS_1
“Bantuin apa Thor, kalau minta LIKE, RATE AND TAP LOVE, itu beres bakalan selalu buat Author kok”
Gomawo ya readers and sarangheyo dofu-dofu buat kalian