
Setelah melewati waktu yang cukup panjang untuk bisa capai ke suatu titik adalah sebuah proses dari namanya perjuangan
Awal yang sesungguhnya adalah mampu bersosialisasi dengan lingkungan serta kehidupan sekitar. Apapun konsekuensinya tetap mantapkan diri, yakin dan selalu jadi pribadi yang humble.
Jalan tuhan selalu ada untuk orang-orang yang bertekad dan selalu bersyukur atas nikmat yang dikaruaniakan. Aamiin😍
Setelah melaksanakan kewajibanya sebagai hamba allah di pekan subuh. Riri memilih menyiapkan beberapa masakan untuk sarapan pagi nanti
"Enaknya sarapan apa ya?" bergumam sambil melihat-lihat isi dalam kulkas
"Ah buat bubur ayam aja deh, mumpung ada bahan lengkap" lirih Riri terlihat senang
Segera riri menyiapkan alat dan bahan yang akan di gunakannya sebagai wadah untuk memasak sarapan pagi. Sebetulnya masih ada sisa nasi yang lumayan buat dapat 2 porsi nasi goreng.
Ya gimana ya, riri tuh anaknya jarang aja makan nasi goreng, mungkin karena pikirnya pagi-pagi kalau udah ngisi perut sama makanan yang berat (berkarbohidrat tinggi) dia nya suka aja kok ngantukan, alhasil kalau di kampus dulu malah gak konsentrasi, intinya nanti kalau lagi pengen makan ya makan, kalau gak ya jangan dibuat🙉
1 jam bergelut dengan racikan buryam ala chef Riri, akhirnya selesai sudah hidangan sarapan pagi ini
"Eh anak Ibu, tumben lagi masak apa Nak" tanya Bu Ratih menghampiri Riri di dapur yang sedang mencuci peralatan masak
"Hehe..Ibu udah bangun, ini loh Bu. Riri habis buat sarapan buryam" ujar Riri. "Nih Riri bersihin dulu bekas piring kotornya" ujar Riri asyik bergelut dengan peralatan-peralatan masak yang kotor
"Udah sih, kenapa gak sekalian aja nanti sehabis sarapan dulu" ujar Bu Ratih
"Hehe nanggung Bu, sekalian riri nunggu ibu kok, biar sarapan bareng" ujar Riri
"Ya udah, kamu mau Ibu buatkan teh apa gimana" tanya Bu Ratih
"Gapapa bu, Riri minum air putih hangat aja" ujar Riri lalu melepaskan celemek dari pinggangnya
"Udah selesai, ayo sarapan dulu" ujar Bu Ratih
_
_
_
_
_
Setelah keduanya sarapan bersama, seperti biasa bu ratih segera bersiap-siap untuk membuka toko taylor
"Bu biar Riri bantu ya" ujar Riri menawarkan diri
"Iya Nak" jawab bu ratih. "Oh iya Nak, kemaren sore bu desi ngabarin, katanya kalau kamu ada waktu luang mampir ke panti, ada yang mau beliau sampaikan" ujar Bu Ratih menjelaskan
"Kalau gitu habis buka toko aja deh, Riri segera pamit ya bu" ujar Riri
"Iya Nak, nanti sampaikan salam ya buat Bu Desi" ujar Bu Ratih yang di balas dengan anggukan dari Riri
Setelah selesai membuka toko taylor, Riri segera berangkat ke sebuah tempat di mana waktu dulu, dirinya sering menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak yang menurutnya sama dengan dirinya. Sekumpulan anak-anak yang tanpa orang tua, baik yang sengaja di buang atau yang telah tiada
"😭..... Sedih banget ya guys" Author koplak
"Iya thor, berasa banget kisah ini" netizen baper
1 jam kemudian. Riri sudah menapakan kakinya di depan gerbang "Panti Peduli Harapan" segera Riri masuk dan menyapa beberapa satpam
"Pagi pak Deno, pak Uyo, mang Muji, " sapa Riri pada ketiga satpam di pos jaga
"Eh neng Riri, aduh makin cantik aja" ujar mang Muji
"Iya Nak Riri, tumben nih berkunjung lagi setelah sekian lama gak ada kabar" ujar Pak Deno
"Iya Nak Ri, gimana dengan kuliahnya, apa sudah kelar" ujar Pak Uya sekaligus menanyakan kabar dan keadaan Riri
"Aduh, yang mana dulu ni yang mau di jawab" tanya Riri pada ketiganya
"Hehe...senang atuh mah, neng pagi-pagi ada bidadari turun dari kayangan" goda Mang Muji
"Iya mang, kabar saya baik Pak Deno, Pak Uya. Alhamdulillah kuliahnya Riri baru 2 hari kemarin kelar" ujar Riri menjawab pertanyaan dari ketiganya
"Waduh selamat ya Nak, bapak ikut senang kalau begitu" ujar Pak Uya
"Iya Nak, selamat ya" timpal Pak Deno
"Hehe...neng Ri, selamat ya, tapi Mang Muji gak sempat nih buatin kado" ujar Mang Muji
"Hehe... Mang Muji bisa aja, gapapa kok, malah saya berterima kasih banget karena di berkati dengan doa kalian semua" ujar Riri. "Ya udah Mang, kalau gitu saya masuk dulu ya" ujar Riri lalu beranjak pergi dari hadapan ketiganya
"Kak April" teriak anak-anak berumuran 7-13 tahun yang melihat kedatangan riri
"Eh, iya ada Kak April. Yuk kita samperin" ujar Salsa pada beberapa temannya yang sedang bermain di samping halaman panti
"Kak April, apa kabar" tanya Lestari yang mewakili teman-temannya
"Baik sayang, kalian udah pada gede semua ya" jawab Riri mengusap puncuk kepala lestari
"Iya Kak, nih lihat aku bukan cuman gede tapi berotot" ujar Irfan memperlihatkan gaya binaragawan. Anak usia 9 tahun itu ternyata memiliki bakat juga ya guys...hihi😁
"Beh tulang semua di bilang otot" ejek Gina yang mengundang gelak tawa teman-temannya
"Biarin, nanti kalau aku udah gede seperti kak april, awas aja kalau kamu simpan hati sama aku" ujar Irfan pada gina
"Idih sotoi deh lu, bau kencur juga" timpal Wina anak yang lebih tua dari mereka semua yang ada bersama dengan riri. "Emang berapa sih usianya" netizen kepo
"Udah, kalian lanjut main ya" titah Riri. "Kaka mau ke dalem dulu nemuin Bu Desi" ujar Riri segera beranjak pergi dari kungkungan anak-anak
Tanpa di sadari beberapa menit yang lalu maldeva sedang mengamati keramaian anak-anak yang entah sedang mengerubuni siapa
Setelah Riri masuk ke dalam panti untuk menemui Bu Desi. Maldeva pun menghampiri sekumpulan anak-anak yang beberapa menit lalu bersama seorang wanita muda
__ADS_1
"Hai anak-anak" sapa Maldeva
"Om ganteng" gumam Raka, Irfan dan Dimas
"Iya, emm... Om boleh nanya gak" ujar Maldeva pada ketiga anak berusia 9 tahun itu
"Boleh kok Om, tapi beliin dulu jajan ya yang ada di seberang depan" jawab Dimas lalu menunjukan arah tanganya. Tentu Maldeva menggaruk tengkuknya. Aih nih anak zaman now, cuman nanya doang guys pake imbalan segala
"Gimana Om, mau gak" desak Dimas tentu kedua temannya hanya diam mengamati, bukannya gak mau ngebantah si Dimas, tapi sedari tadi mereka bertiga sangat ingin makan ice cream dan beberapa snack yang beberapa hari lalu melihat anak tetangga sebelah memakannya
Membayangkannya saja sudah membuat ileran guys, uh enak banget apalagi yang rasa strawberry, hem...yummi😋
"Ok, siapa takut" ujar Maldeva berbalik arah dan melangkahkan kakinya
"Eh, om tunggu" panggil Dimas, otomatis Maldeva menhentikan langkahnya dan menengok ke belakang
"Ada apalagi" tanya Maldeva
"Beliin nya bukan cuman aku kan" tanya Dimas mewanti-wanti jawaban maldeva
"Hem...emang kamu maunya sama siapa lagi" tanya Maldeva
"Aku kan anak yang baik, teman yang setia dan penyayang, tentunya gak mungkin dong aku makan sendiri" ujar Dimas. "Boleh gak Om, semua teman-teman ku yang ada di taman ini di belikan juga" ujar Dimas
"Ok. Ayo" jawab Maldeva lalu berjalan menuju pos satpam
"Temen-temen, siapa yang mau makan jajan gratis" seru Dimas melantangkan suaranya
"Mau...mau...mau" sorak beberapa anak-anak yang berjumlah kurang lebih 22 orang
"Let's go" seru Dimas lalu berlari menyusul langkah maldeva
"Eh anak-anak ini mau pada kemana" tanya Pak Uya
"Kita mau ke toko seberang depan Pak" ujar Irfan
"Ngapain" tanya Mang Muji
"Ehem..." Maldeva bersua. "Maaf Pak Dino, Pak Uya, Mang Muji, saya yang ngajakin anak-anak" ujar Maldeva
"Waduh, ini bukannya Mas Dev ya" ujar Pak Uya
"Iya Pak ini saya, bapak masih ingat" ujar Maldeva
"Ya allah Mas, tambah berkarisma aja, udah nikah belom" ujar Pak Uya sekaligus bertanya
"Hehe...bapak bisa aja, kalau itu sih masih nyari yang pas buat jadiin istri" jawab Maldeva
"Aih Akek Uya, nanti aja dah ngobrolnya" tengah Dimas memotong obrolan kedua pria dewasa itu
"Iya Akek Uya" sorak ramai-ramai anak-anak macam mau demo aja, hihi😁
"Hehe...sepertinya anak-anak sudah tidak sabar, Pak bisa bantu saya ya nyebrang ke depan" ujar Maldeva meminta bantuan
"Halah, kamu maunya aja" gerutu Pak Uya
"Iya Pak, biarin si Muji aja yang bantuin, nah kita di sini aja sambil mantauin anak-anak" ujar Pak Deno membela
"Dah, yuk anak-anak berangkat" seru Mang Muji menginstruksi anak-anak sambil bergandeng tangan
Setelah selesai mengabulkan permintaan anak-anak, kini mereka sudah kembali ke dalam panti dengan jajan masing-masing. Anak-anak begitu antusias dan senang sekali, seperti mendapatkan sebuah reward yang berharga. Jangan di tanya kalau soal makan dimas bocah gembul lah juaranya, bagaimana tidak?
Makan saja yang di pikirnya, hehe gitu mah namanya anak-anak ya😆 "Habis berapaan tuh Thor, Maldeva ngejajanin anak-anak jaim itu" kepo netizen
"Gak usah kepo napa, orang sultan mah bebas, mau warung-warungnya sekalian juga bakal di beli tuh sama si CEO PRATAMA" jelas Author
"Eh Om mau kemana" tanya Dimas yang melihat Maldeva berbalik arah
"Gak kemana-mana, Om cuman mau balik ke mobil, ada sesuatu yang tadi lupa di bawa ke sini" jawab Maldeva
"Ya udah Om, kita nungguin ya" ujar Dimas tersenyum dengan pipi gembulnya
"Hehe....dasar bocah" gumam Maldeva segera beranjak ke parkiran mobil
10 menit kemudian, maldeva kembali ke kerumunan beberapa anak-anak, namun langkahnya terhenti saat melihat anak-anak sedang ramai mengerubuni seseorang
Maldeva tentunya terlihat bingung ya, seperti apa sosok wanita itu sehingga anak-anak sangat antusias padanya. Rasa penasaran pun menggelegar si putih pun menyerua "samperin aja, sapa tahu dapat lotre 1 M" bisik Iblis. "Gak usah, ngapain sih suka ngurusin orang" bisik Setan
Halah daripada pusing beradu pendapat mah si Iblis dan si Setan mending Maldeva samperin aja tuh para bocah-bocah. Tiba-tiba langkah maldeva terhenti saat seorang suara anak kecil memanggil nama yang begitu familiar
"Kak April, kok udah mau pulang, padahal kita-kita masih kangen banget loh" ujar Salsa, "Iyakan teman-teman" seru Salsa pada teman-temannya
"Iya Kak, kita main dulu napa" ujar Aluna bocah berusia 5 tahun lebih muda dari yang lainnya
"Hehe...iya sayang, lain kali ya soalnya kaka masih ada kesibukan" ujar Riri memberi pengertian pada anak-anak tersebut
Dalam diam Maldeva mengamati dan mendengar, percakapan dari wanita itu bersama anak-anak tepat 5 langkah dari arah belakang kerumunan anak-anak
"April, apa April yang dulu gadis belia itu" gumam Maldeva, seketika dirinya di kejutkan dengan kedatangan Bu Desi
"Loh Nak Maldev, kok diam di sini, kenapa gak masuk" tanya Bu Desi
"Ah ini Bu, saya baru mau masuk, tapi tadi sempat lupa ambilin ini jadi saya balik lagi" ujar Maldeva memperlihatkan 2 kantong paperbag di tangannya
"Ya sudah, ayo masuk dulu" titah Bu Desi melangkah masuk ke dalam panti yang di susul Maldeva dari belakang
Setelah beberapa saat bercengkrama, maldeva pun mengutarakan rasa penasarannya terhadap sosok perempuan yang tadi di lihatnya di depan bersama dengan sekumpulan anak-anak
"Eh.. Bu, maaf kalau boleh saya tahu tadi bukannya ada perempuan ya yang datang mengunjungi ibu" tanya Maldeva
"Haha..., iya Nak. Ibu yang memintanya datang" jawab Bu Desi. "Ada apa Nak" tanya Bu Desi
"Ah gapapa Bu, mungkin perasaan saya aja, soalnya sempat mendengar anak-anak memanggilnya April" jelas Maldeva
__ADS_1
"Iya Nak, memang perempuan yang kamu maksud itu adalah April" balas Bu Desi
"Apa April yang Ibu maksud itu, gadis belia yang sempat trauma karena di tinggalkan kedua orang tuanya saat terjadi kecelakaan maut di lautan" tanya Maldeva seksama
"Iya Nak" jawab Bu Desi
"Astaga, bagaimana bisa aku melewatkan kesempatan ini" gumam Maldeva
"Udah gapapa, besok aja kamu balik ke sini, besok juga dia sama temannya mau kesini" ujar Bu Desi
"Tapi Bu" balas Maldeva
"Cie yang penasaran sama sih cewek" goda Akbar di balik pintu
"Sejak kapan lu ada di sini" tanya Maldeva yang menengok ke belakang melihat kedatangan akbar
"Udah dari sejak, Apa April yang Ibu maksud itu, gadis belia yang sempat trauma karena di tinggalkan kedua orang tuanya saat terjadi kecelakaan maut di lautan" ujar Akbar mengulangi kata-kata Maldeva
"Cie...siapa si April, keg gue penasaran" ujar Akbar lalu mendaratkan b*k*ngnya di salah satu sofa. "Bu, secantik apa sih, sih April itu" tanya Akbar pada Bu Desi
"Tuh fotonya di belakang kamu" jawab Bu Desi menunjukkan foto Riri yang berada di atas nakas tepat di belakang Akbar
"Ini kok mirip..." ujar Akbar mengamati foto lawas itu. Sambil mengingat-ngingat mata dan senyum itu mirip seseorang yang familiar baginya, tapi siapa ya🤔. Akbar masih belum dapat menyatukan puzzel itu
"Ya udah ibu tinggal dulu sebentar, mau buatkan minum" ujar Bu Desi lalu meninggalkan keduanya di ruang kerja
"Eh bray, gue pernah lihat nih senyum" ujar Akbar sambil memejamkan matanya, bersandar senyaman mungkin untuk mengumpulkan puing-puing puzzel itu agar dapat di pecahkan
"Juaeedaarrrrr" Akbar panik setengah mati, lalu menatap tajam kearah maldeva
"Ngapain lu natap gue keg gitu" ujar Maldeva
"Sejak kapan lu kenal dengan nih cewek, ada hubungan apa lu sama dia dan apa tujuan lu nanya-nanyain dia" tanya Akbar bertubi-tubi seperti wartawan yang mewawancarai
"Apaan sih, aneh banget. Urusannya sama lu apa" tanya balik Maldeva pada Akbar
"Ya...ya aku.." balas Akbar sedikit canggung
"Itu loh nak, 7 tahun lalu April udah jadi yatim piatu, terus pas kebetulan anaknya, ibu temuin di sekitaran taman rumah sakit. Anaknya terlihat murung dan sepertinya depresi, setelah ibu membujuknya akhirnya dia mau ikut dan tinggal di panti beberapa bulan sebelum bertemu dengan ibu angkatnya" jelas Bu Desi
"Apa ibu punya fotonya yang sudah dewasa" tanya Akbar
"Ah iya, sepertinya punya. Sebentar Ibu panggilkan sih Nini dulu ya" ujar Bu Desi
"Nini" panggil Bu Desi
"Iya Bu" jawab Nini segera menghampiri Bu Desi. "Ada apa ya Bu" tanya Nini pada Bu Desi
"Itu loh Ni, kamu ada kan fotonya Kak April" tanya Bu Desi
"Iya Bu ada, fotonya kemarin baru Nini dapat dari temannya Nini, Kak April cantik banget Bu, 2 hari yang lalu baru aja selesai studinya udah jadi sarjana" ujar Nini girangnya sambil mengotak atik handpone untuk mencari sosok yang di maksud
"Eh...Ni gak usah deh, gak penting juga" ujar Akbar menolak, tentunya bukan menolak tapi feelingnya udah berasa kalau April yang dimaksud adalah Apriliana Az-Zahra Ningrum yang biasa di sapa Riri
"Eh apaan sih lu, orang penasaran juga" timpal Maldeva yang sedari tadi menunggu nini untuk memperlihatkan sosok yang sekian lama ini dia harapkan
"Ah Bu saya duluan deh" ujar Akbar setelah menyeruput teh nya. " Saya permisi dulu" pamit Akbar
"Lah...main nyelonong aja" ujar Maldeva
"Ini Mas, fotonya Kak April" ujar Nini yang sudah menemukan figure di galerinya
Deg 💗
"Riri" gumam Maldeva yang melihat figure itu
"Iya mas, sekarang Kak April sering di sapa Riri" ujar Nini. " Kemarin dulu aja, Nini sempat bingung temannya Nini manggil Kak April dengan sebutan Riri" jelas Nini
"Jadi gadis belia dulu itu adalah Riri" batin bersua
Tersenyum dalam diam, entah kenapa semakin yakin Maldeva untuk memantapkan hatinya untuk Riri, entah kebetulan atau pun takdir, dari awal maldeva seperti sudah tertarik sejak awal pertemuanya dengan Riri di supermarket
"Cie Mas senyam-senyum" goda Nini
"Udah jangan gitu, ayo balik lagi. Udah hampir siang loh, masakannya udah kelar belum" ujar Bu Desi
"Ah Nini lupa, aduh pasti airnya udah mendidih" ujar Nini segera berlari meninggalkan ruang kerja Bu Desi
"Kalau begitu saya juga pamit ya bu" ujar Maldeva
"Iya Nak, sampaikan salam ya buat Bu Sarah. Terima kasih loh, udah repot-repot juga kamunya" balas Bu Desi
"Iya Bu sama-sama, mari Bu" ujar Maldeva melangkah keluar dari ruang kerja Bu Desi
_
_
_
_
"Pak Uya, Pak Dino, Mang Muji, saya duluan ya" ujar Maldeva yang menurunkan kaca mobilnya
"Iya Mas Dev, hati-hati" ujar Pak Uya mewakili kedua rekannya
Setelah mobil Maldeva beranjak dari kediaman panti asuhan, kini niatnya iya langsung ke salah satu apartemen untuk mengunjungi seseorang
Kira-kira siapa ya yang ditemuinya?🤔
Hayo pada kepo gak nih, terus Akbar kalau udah tau itu adalah Riri, kira-kira langkah Akbar selanjutnya ngapain ya, buat naklukin hatinya Riri agar jatuh ke dalam pelukannya?
Syukur dofu-dofu guys🤗
__ADS_1
Gomawo dofu-dofu 🤗