MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 21 (HAPPY GRADUATION)


__ADS_3

Beberapa hari telah terlewatkan, begitu juga dengan aktifitas sebelumnya hingga sampai pada hari puncak kebahagiaan kedua sejoli (Hehe...sahabat kale thor๐Ÿ˜†)


Keduanya begitu antusias menantikan moment dimana di nyatakan lulus dan menyandang sebuah gelar yang selama 4 tahun terakhir menjadi sebuah impian setiap mahasiswa๐Ÿ˜


"Woah selamat ya Juls" ucap Varrel teman seangakatannya


"Thanks ya" jawab Juliana


"Weh, yang udah SE" ujar Dicky sambil berjabat tangan. "Entar malam party dong, udah lama banget nih gue gak makan enak" ujar Dicky seperti mengeluh


"Hehe...biasa mah juls, gue lagi ngirit...lu taukan gue juga masih proses nyusul SE. Lu baik banget dah, kalo entar malam lu rayain dan ngajak kite-kite. Gue doain moga lu cepetan dapat calon imam" ujar Dicky cengengesan๐Ÿ˜


"Ih...enak aja, duit lu banyak ya daripada gue" kilah Juliana dengan ekspresi gemesnya


"Hadeh, gak tau aja juls, gue nih lagi ngirit. Selain buat nyelesain kuliah. Gue juga nabung buat ngelamar lu" ujar Dicky


"Ih amit...amit gue mau sama lu" jawab Juliana seperti geli dengan perkataan Dicky


"Haha...๐Ÿ˜‚"


_


_


_


_


_


Di satu sisi sama halnya dengan Juliana, Riri pun banyak mendapatkan sambutan hangat dari teman seangkatan dan juga para dosen-dosen muda


"Selamat ya Ri, doain ya moga kita-kita juga cepet nyusul" ujar Riska dkk


"Iya..aamiin" jawab Riri๐Ÿ˜Š


"Eh, btw entar buat party gak?" tanya Lusi


"Hehe...Maaf ya" ujar Riri tersenyum


"Datang aja ke ASD Cafe" ujar Akbar di balik punggung Riri. Sontak semua mata tertuju pada suara bariton itu๐Ÿ˜๐Ÿ˜ฏ


"Woah, ganteng banget" ujar Heni bergumam


"Loh kamu, ngapain kamu di sini?" tanya Riri keheranan


"Ok girls, entar malam ajakin aja semua teman, pacar, orang tua atau tetangga sekalipun bawa aja, ini undangan resmi langsung dari pemiliknya" ujar Akbar kepada para wanita-wanita kece di depan matanya tanpa menggubris pertanyaan Riri


"Woah Kak, Kaka keren banget sih" ujar Heni. "udah ganteng baik lagi" puji Heni


๐Ÿ˜Š


Akbar yang sudah biasa mendapatkan pujian-pujian itu segera menggandeng pinggang riri dan membawanya menuju ruangan heru


Semua mata dan mulut bergumam seakan merasa terkesima, iri, cemburu dan seperti kalah hoki dengan Riri


"Riri tuh, emang dari dulu selalu hoki ya" ujar Lusi


"Iya, selain orangnya simple, cantik, dosen-dosen di sini aja banyak yang PDKT mah dia" ujar Riska


"Iya ya, selain itu dia tuh pintar banget dan ah...aku tuh iri tau, boro-boro punya wajah cantik, pacar aja gak punya" timpal Heni


"Woles beb, ada aku yang dari dulu sayang banget mah kamu" jawab Dudun sih pria setengah cool dengan khas rambut jabriknya


"Huek...gue tiba-tiba mual deh, gue pergi dulu ya" ujar Heni menghindar dari singa jabrik


Hahaha.....๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚


"Ada-ada aja tuh anak, kasihan banget sih dun, lu di tolak mulu" ujar Lusi


"Lu tau gak, kenapa heni mual?" tanya Dudun karena khawatir jika Heni kenapa-napa


" Ha....mi.....llll" timpal Riska asal


"Ha... Gak mungkin" ujar Dudun syok


Hahha....๐Ÿ˜‚


"Ya gak mungkinlah, lu tu kelewatan polos apa gimana sih, Heni itu gak suka lihat lu, apalagi nih sih singa jabrik neh, dia mah ogah banget" ujar Lusi menyentuh kepala dudun


"Bye Dudun....๐Ÿ‘‹" ujar Riska dkk meninggalkan Dudun seorang diri dengan kebingungannya๐Ÿ™„


_


_


_


_


_


"Ih lepasin deh, gak usah meluk-meluk napa?" ujar Riri merasa resah dengan tingkah Akbar

__ADS_1


"Terus maunya di cium?" tanya Akbar


"Eh kalian, sejak kapan ada di sini?" tanya Heru saat hendak keluar dari ruang kerjanya dan berpapasan dengan keduanya


"Emp, baru saja Pak, maaf" ujar Riri canggung


"Acaranya udah selesaikan, gue mau izin bawa mahasiswa lu" ujar Akbar to the point


"Em...iya, tapi.."ujar Heru (cut)


"Ok, thanks" jawab Akbar memotong percakapan heru dan segera menarik lengan Riri untuk segera pergi


"E...eh" kaget . "Pak maaf ya, saya permisi" ujar Riri


"Udah gak usah bawel, mau aku gendong hah" ancam Akbar


"Haha...dasar overprotektif, hem menarik juga" gumam Heru. "Kita lihat saja, siapa yang bisa menaklukan hatinya" ujar Heru lalu beranjak pergi


_


_


_


_


_


"Ayo...turun" titah Akbar yang menepikan mobilnya di suatu tempat


Keduanya sedang berada di suatu tempat, tau tempat apa? "Ada yang bisa tebak, akbar membawa riri di mana?" serius Author nanya


"Ok sebelum itu, mata kamu harus ku tutup dulu" ujar ak5bar


"Ih...jangan macam-macam ya" ancam Riri dengan wajah sinisnya


"Bawel banget sih, sekali lagi kamu protes aku cium nih" ancam Akbar yang tahu titik kelemahan Riri


"Tapi, ngapain sih nutup-nutup mata segala" ujar Riri


"Ayo, biar aku bantu kamu jalan" ujar Akbar lalu memapah Riri menuju ke sebuah tempat yang sudah iya persiapkan


"Sekarang kamu boleh buka matanya" ujar Akbar


๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”๐Ÿค”


"Gak ada apa-apa" gumam Riri


"Emang kamu ngarepin apa?" tanya Akbar


"Cie....yang ngarep banget mau di kasih suprise" goda Akbar


"Ih apaan sih, gak ya" kilah Riri dengan wajah sedikit memerah menahan malu


Haha....๐Ÿ˜ƒ


"Gemes banget sih, kalau bibirnya manyun gitu" ujar Akbar


"Ngaku deh, kalau kamu ngarepin suprise dari aku" goda Akbar yang menggelitiki pinggang Riri


"Ah...eng..gak" ujar Riri menahan tawa karena geli


"Ayo, ngaku" ujar Akbar masih mengelitiki Riri


"Iya...iya aku ngaku" jawab Riri


"Ok, sekarang ikut aku" ujar Akbar yang langsung menggandeng tangannya riri


"Mau kemana?" tanya Riri


"Dari tadi kok bawel bener ya" ujar Akbar menghentikan langkah kakinya lalu menatap Riri sejenak, sesaat menggaruk tengkuknya


"Maaf" cicit Riri menunduk


"Hah...susah juga ya, mematahkan hatimu" ujar Akbar melangkahkan hatinya, ralat Thor kaki kale๐Ÿ˜†


"Becanda doang kale, serius amat Mbak" ujar Akbar yang melihat Riri keheranan


Akbar membawa Riri ke tepi danau sebelah kanan sekitar 5 meter berjalan kaki. Di bagian tepi danau itu ada sebuah perahu yang sudah di modifikasi semenarik mungkin


"Ayo naik" titah Akbar yang sudah berada di atas perahu


"Aku takut" cicit Riri


"Gapapa, ayo aku bantuin" ujar Akbar mengulurkan tanganya


"Hap...๐Ÿค—"


"Pelukan ini benar-benar moment yang pas" batin Akbar bersua


"Em...kamu ngapain, aku harus cepet duduk" ujar Riri merasakan aura aneh


"I love u...." bisik Akbar di telinga Riri

__ADS_1


"Woah ternyata gak seseram yang dibayangin ya" ujar Riri mengalihkan maksud akbar


"Woah di sebelah sana ada teratai, apa kita bisa mendayung ke arah sana?" ujar Riri menunjukan jemarinya ke seberang danau


โ˜บ๐Ÿ˜Š


"Siapa takut" ujar Akbar lalu mendayung ke tengah danau


Keduanya terlihat menikmati dengan diselingi canda dan tawa, sesekali Akbar memercikan air ke arah Riri seperti anak seumuran jagung yang tengah asyik bermain air. "Di obok-obok airnya di obok-obok, ada ikan kecilnya lagi pada mabok" bener- bener crazy nih Author๐Ÿ˜


_


_


_


_


"Ya ampun, udah sore" gumam Riri melihat jam tangannya


"Kita harus segera balik, pasti Ibu khawatir sama aku" ujar Riri


"Aku dah izin kok sama Bu Ratih" jawab Akbar


"Ok 1 jam lagi aku akan mengantarkanmu pulang" ujar Akbar lalu beranjak pergi


"Kemana?" tanya Riri


"Makan" jawab Akbar


"Hah, mau makan di mana, orang gak ada warung makan juga" gumam Riri


"Buruan, laper gak" ujar Akbar


"Hehe...banget" jawab Riri


_


_


_


_


_


"Woah....apa ini, setahuku di tempat ini tidak ada warung atau restoran" ujar Riri terkesima dengan kejutan di hadapan matanya


"Bagaimana, apa kamu terkejut" ujar Akbar


"Eum...." jawab Riri menganggukan kepalanya


"Kau suka?" tanya Akbar. "Tapi, sayang hidangannya sudah dingin" ujar Akbar


"Tidak masalah, tidak baik menolak rezeki dan membuang-buang makanan" ujar Riri cepat yang tahu maksud arah ucapan Akbar. Orang berduit mah free soal makanan mah gampang


"Hahaha" tawa Akbar merasa pernyataannya terjawab oleh Riri


"Apa kau tak mau memakannya?" tanya Riri yang mulutnya sudah sejak tadi penuh dan berisi


"Ya kau benar" jawab Akbar. "Aku akan memakan buah apel saja, jika kau bisa menghabiskannya maka habiskanlah" ujar Akbar


"Woah, terima kasih Tuan, anda sangat bermurah hati" ujar Riri senang. Kebiasaan Thor, kalau lapar udah lupa segalanya๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Setelah selesai bercengkrama dengan Caca dan Cici, akhirnya sampai pada puncak kejutan


"Sebelum kita pulang, aku mau tunjukin ke kamu sesuatu" ujar Akbar lalu menggandeng jemari Riri


"Eum..." ๐Ÿค”


"Suprise" ujar Akbar


"Woah...." gumam Riri kagum dengan hasil karya di depan mata


Sebuah dekorasi taman yang bertuliskan "Happy Graduation" dengan tema yang klasik terlihat kalem dengan sifat pembawaan Riri


Selain itu di hiasi dengan banyak foto-foto dirinya yang terpajang rapi. Sejak kapan akbar mengambil semua itu hanya Author yang tahu๐Ÿ˜


"Happy Graduation ya" ujar Akbar memeluk Riri penuh hangat


"I..iya makasih ya" jawab Riri setelah akbar melepaskan pelukannya


"Kamu pasti bertanya-tanya, sejak kapan aku ngambil foto-foto kamu kan?" ujar Akbar


"Hehe..." jawab Riri menggaruk dagunya


"Nanya sama Author aja, biar jelas" bisik Akbar terkekeh melihat Riri yang sudah sebal menanti jawabannya


"Hahaha......๐Ÿ˜†"


"๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก"


Hai...hai everyone para readers kece, author mumpung dapet time free jadi author lanjut 1 BAB/ 1 Episode hari ini. Gimana guys....udah rindukan mah cerita MWM?

__ADS_1


"Mohon doanya guys, biar Author lancar lancar jaya๐Ÿค—, aamiin"


Ok thanks dofu-dofu and sarangheyo dofu-dofu ๐Ÿค—


__ADS_2