
"Eeh….mau, dibawa kemana aku" tanya Riri
terlihat panik dengan kelakuan Akbar padanya yang seenak jidatnya
"Udah, diam atau kamu gak akan pernah jumpa lagi dengan sahabatmu itu" jawab Akbar menakut-nakuti Riri
Riri yang merasa seperti seharusnya tak membangunkan sang singa yang sedang lapar itu, lebih memilih untuk pasrah dan diam mematung.
Sepanjang perjalanan begitu hening tak ada suara dari keduanya. Saat Akbar menoleh kearah sampingnya ternyata yang ditengok
sudah terlelap, entah sejak kapanbAkbar pun, menepikan mobilnya di salah satu danau favoritenya yang memang sengaja iya ingin membawa Riri untuk menikmati danau tersebut
"Ha…bisa-bisanya ya kamu dalam keadaan seperti ini masih sempat memikirkan tidur" lirih Akbar sambil menatap lekat wajah polos Riri. Seketika Akbar menyunggingkan senyum di wajah tampannya
Membiarkan dirinya sejenak untuk menatap sosok wanita yang telah membuatnya jatuh hati. Tanpa sadar Akbar pun mulai lengah dan merasa mengantuk akhirnya iya pun terlelap mengikuti arus mimpi bersama Riri. Hehe...
Waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB. Hp Akbar sedari tadi telah berdering dan membangunkan keduanya. Akbar yang
terbangun pun terperanjat keget pasalnya orang yang sedari sore iya temani tidur tak ada di dalam mobilnya
"Haa... jangan-jangan, dia udah balik duluan atau...?" gumam batin Akbar lalu menoleh ke luar jendela mobil, pandangannya pun terpaut pada sosok wanita yang iya maksudkan. Melihat pemandangan itu. Akbar pun segera turun dari dalam mobil lalu menghampiri sosok wanita tersebut
"Sedang apa kau di sini" tanya Akbar lalu duduk disamping Riri. Riri pun menoleh melihat asal suara tersebut
"Aku menikmati semua ini" jawab Riri
"Mmp…apakah kau suka" tanya Akbar
"Ya, aku suka dan sangat menyukai pemandangan ini" jawab Riri
"Sudah berapa lama kamu terbangun dari tidurmu" tanya Akbar lalu menoleh kearah Riri
"Sekitar 30 menit yang lalu" jawab Riri tersenyum. Melihat itu membuat hati Akbar bergemuru pasalnya guys, Akbar paling gak bisa lihat senyum manis dari Riri yang dekat
dan itu membuat jantung Akbar seolah berdetak kencang. Kek, habis mendaki gunung guys. Susah nafasnya 😁
"Ah…iya aku sengaja membawa mu ke sini untuk menikmati pemandangan ini. Kamu tahu, danau ini seringkali orang-orang menyebutnya danau & keberuntungan" jelas Akbar menutupi kegugupannya
"Danau & keberuntungan.....?" Riri mengerutkan keningnya tak paham. Akbar yang mengerti tersirat sesuatu yang tak dimengerti Riri lalu menjelaskan maksud dari ucapannya
"Ya danau dan keberuntungan. Jika kamu memiliki sebuah beban yang tak lagi dapat kamu pikul sendiri janganlah terlalu larut
datang saja dan bawa semua keluh kesahmu ke tempat ini dan nikmati semuanya lalu tentang keberuntungan, jika hatimu telah berdamai maka panjatkanlah satu keinginan dan kamu akan mendapatkan apa yang
kamu inginkan" jelas Akbar
__ADS_1
"Ya apapun itu karena ada yang bilang danau ini dapat mendengarkan setiap keluh kesah pengunjungnya" sambung Akbar
Mendengarkan penuturan Akbar, riri kemudian terkekeh menatap wajah serius dari lawan bicaranya
"Haha…" tawa Riri. Melihat tingkah Riri yang sedikit aneh Akbar merasa aneh sebab sejak tadi Riri hanya diam saja saat iya menjelaskan tentang perihal danau dan keberuntungan.
"Ri, kamu gak apa-apakan" tanya Akbar, namun tak ada respon dari orang yang ditanya membuat Akbar pun mulai gelisah dan menengok kearah kiri-kanan, depan dan belakang
"Ri jangan seperti itu, apa yang terjadi coba katakan sesuatu" seru Akbar terlihat panik melihat Riri yang menatapnya secara intens
"Haha...buahaha" tawa sarkas Riri dan membuat Akbar semakin takut dibuatnya lalu segera mengambil ponsel yang ada di sakunya. Niatnya guys mau nelpon seseorang buat minta pertolongan, namun tangannya segera dicekal oleh Riri
"Lucu banget sih kamu, haha...apa jangan-jangan, kamu itu penakut ya" tanya Riri
yang masih dengan tawanya, sadar jika dirinya dikelabui oleh Riri Akbar pun ikut tertawa
"Bagaimana aku bisa marah sama kamu. kalau kamunya sepolos dan seanggun itu bila kamu tertawa" lirih batin Akbar
"Ok sudah puas bukan, ayo sekarang mintalah satu keinginanmu sebelum kita pulang" titah Akbar
"Sudah kok" jawab Riri. Akbar dibuat bingung dengan jawaban Riri
"Maksud kamu sudah, sejak kapan" tanya Akbar
"Iya. Sejak kamu menjelaskan perihal danau ini dan keberuntungan" jawab Riri
"Ada apa, apa kamu tidak ingin pulang" tanya Akbar
"Aku ingin meminta satu permintaan lagi" jawab Riri. Akbar hanya diam menanggapi pernyataan Riri
"Siapapun yang mendengarkan keluhku saat ini, aku harap segera kabulkan keinginanku ini. Aku ingin sekali, malam ini bisa makan sepuasnya dan ingin menikmati cup jumbo ice cream rasa alpukat" ujar Riri bersungguh-sungguh
Melihat kelakuan Riri yang tak terduga Akbar hanya terkekeh. Bisa-bisanya, ini anak meminta perihal makanan. Padahal niatnya Akbar sebelum mereka kembali pasti iya akan mengajaknya untuk makan malam berdua.
"Huh dasar sih Riri malunya udah ambang sih, ini efek lapar guys. Gue mah kalau gitu juga gak naggung-nanggung ungkapinya" Hehe🤗
"Apakah cuman itu saja permintaanmu" tanya Akbar dan dianggukan oleh Riri dengan seulas senyum manjanya. Melihat Riri yang seperti itu Akbar tersenyum lalu mengacak-acakan rambutnya
"Heh…dasar anak kecil. Ayo, akan ku kabulkan keinginanmu" seru Akbar lalu melangkah pergi menuju mobilnya
Riri pun.sigap dan mengikuti langkah Akbar dari arah belakang dan memasuki mobil. Wuss….mobil Akbar melaju meninggalkan tempat tersebut
"Empp... Tuan, bagaimana dengan orderan yang waktu itu" tanya Riri menoleh kearah akbar yang fokus menyetir
"Apakah, sudah sesuai dengan ukurannya" sambung Riri dengan nada pelan dan was-was. Sejenak pertanyaannya tak kunjung terjawab Riri kemudian memilih diam dan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Akbar yang sekilas memperhatikan tingkahnya, tersenyum simpul saat melihat Riri yang begitu menggemaskan pikir Akbar saat ini, ingin sekali rasanya iya menerkamnya saat ini juga
"Ya. Kamu benar, ukurannya sangat sesuai
dengan keinginanku" jawab Akbar saat menepikan mobilnya lalu melepaskan seatbeltnya dan menoleh ke arah Riri lalu tersenyum
Sejenak Riri terkesima dengan senyuman dari
raut wajah tampan milik Akbar. Tanpa sadar,
kini wajah keduanya sudah sangat dekat.
Seketika Riri tersadar akibat hembusan nafas
dari Akbar, segera Riri memejamkan kedua matanya
1...2...3.. klek. Suara seatbelt terlepas.
Akbar yang sejenak memperhatikan guratan
wajah Riri akibat memerah membuatnya terkekeh sehingga menyadarkan Riri dari kegugupanya
"Hahaha" tawa Akbar sambil memangku
kedua tangannya menatap Riri
Perlahan Riri membuka kedua matanya
dan seketika membuatnya malu, fikirnya pasti
Akbar mengira bahwa dirinya menginginkan
sesuatu seperti adegan mesra ala korea
yang iya tonton bersama dengan Juliana
di waktu senggang mereka.
"Haissh"decih Riri memalingkan wajahnya dari pandangan Akbar. Seketika lamunanya ambyar, ketika Akbar mengacak-ngacak puncuk kepalanya
"Dasar bocah....ayo turun" seru Akbar
beranjak keluar dari dalam mobil
Aduh² gak bisa kebayang kalo sampe Akbar beneran cium si Riri, hehe fantasi liar Riri cancel😀, hehe..dasar ya suka halu si kalo udah ngedrakor🤦
__ADS_1
Guys² jumpa nih, yuk pantau terus MWM, sarangheyo dofu-dofu 🤗