
Aura positif akan nampak terlihat dari perilaku perbuatan seseorang apabila hari-harinya di penuhi dengan rasa syukur terhadap tuhan semesta alam yang telah melahirkan kita ke dunia ini, bukan hanya sebagai khalifah di muka bumi akan tetapi bagaimana cara kita untuk menjalani hidup dengan sebaik-baiknya makhluk tuhan yang bernilai ibadah sebagai bekal amal kita kelak di akhirat nanti
Seperti itulah jiwa manusia akan terpatri dengan raganya. Mengenal siapa jati dirinya dan menempatkan di mana dirinya harus rela dan ikhlas menerima takdir tuhan, karena sebaik-baiknya rencana kita takdir tuhan jauh lebih baik dari yang kita rencanakan. Happy reading guys🤗
“Pagi sayang” sapa Rina menghampiri putri semata wayangnya di taman belakang yang sedang menikmati cerahnya pagi hari yang di temani dengan segelas jus apel kesukaannya sebelum menyantap sarapan
“Pagi Mam” balas Juliana tersenyum ramah memandang raut wajah mamanya
“Pagi-pagi udah ngelamun aja, gak baik loh” ujar Rina mengelus rambut putrinya penuh hangat lalu duduk bersampingan dengan putrinya itu
“Em..Mam, gimana sih rasanya jatuh cinta” tanya Juliana memposisikan tubuhnya dengan benar menghadap kearah mamanya
“Oh astaga, apakah anakku sudah sebesar ini? Bagaimana bisa aku melewatkan masa mudanya” ucap Rina membatin lalu tersenyum menatap putrinya
“Hem, mau gak, mama ceritain gimana kisah mama sama papa dulu saling suka dan memutuskan untuk hidup bersama” ujar Rani bertanya pada putrinya itu
“Itu juga manis, tidak lebih buruk menurutku sehingga melahirkan aku ke dunia ini” balas Juliana menggoda mamanya
“Hei, kau ini…” ujar rani sedikit memanyunkan bibirnya. “Udah dengarin ceritanya” ujar Rani antusias lalu menceritakan kisah masa mudanya itu
Selama kurang lebih 40 menit bercengkrama dengan putri kesayanganya dan sesekali ada canda dan tawa yang tercipta, keduanya terlihat begitu akrab bak saudara seperti kakak dan adik. Ya begitulah adanya orangtua, siapapun boleh menjadi teman akan tetapi menurut author orangtua adalah sebaik-baiknya teman, sahabat, panutan dan segalanya. Apalagi jika kedua orangtua yang selalu open minded dan ngedukung terus apapun yang menurut mereka itu baik untuk kebahagiaan kita, sarangheyo mama dan papa 🤗
“Hem, jadi mama yang duluan menyatakan cinta?” tanya Juliana
“Apakah terlihat rendahan, menurut mama sih, it’s ok dan gak peduli apa kata orang nanti yang terpenting saat itu adalah menyatakan kejujuran dan ternyata hal yang tidak terduga selama ini adalah diam-diam papa kamu juga menyimpan rasa yang sama dengan mama” ujar Rani dengan senyuman manisnya kala mengingat moment bahagia itu, tentu Juliana pun berangan-angan dan turut bahagia atas cerita kedua orangtuanya
“Hah….” Kejut Adrian dari belakang. “Hayo, kalian sedang asyik ngerumpi apa, sampai-sampai melupakan orang terganteng di sini” ujar Adrian lalu bergabung duduk di tengah-tengah kedua wanitanya itu
“Mas…jahil ah” ujar Rani sedikit sebal dengan tingkah suaminya itu
“Hem…jadi penasaran, lagi pada ngobrolin apaan sih? sampai papa cariin, manggil-manggil gak pada sahut” ujar Adrian menengok kearah keduanya
“Rahasia dong” jawab Juliana mengedipkan matanya pada mamanya
“Oh jadi main rahasia-rahasiaan nih” ujar Adrian pada keduanya, tentu dengan sigap keduanya menganggukan kepala sebagai tanda iya, hal ini kemudian memancing kejahilan Adrian dan segera menggelitiki keduanya
Keharmonisan keluarga kecil itu nampak manis, beberapa ART yang sedang asyik dengan aktivitas mereka terpancar pula kebahagiaan di saat melihat sang majikannya selalu kompak dan terlihat bahagia. Seperti itulah hidup kadang tanpa kita sadari ada kebahagiaan yang terpancar dan berimbas pada orang-orang yang melihatnya
_
_
__ADS_1
_
_
“Ya udah mam, pah, Juliana pamit ya” ujar Juliana berpamitan kepada kedua orantuanya
“Iya sayang, kamu hati-hati ya” balas Rani memeluk putrinya itu
“Semangat kerjanya” ujar Adrian dengan girangnya. “Fighting” lanjut Adrian dengan memperagakan kedua tangannya, Juliana pun sama halnya membalas memperagakan gaya fighting tersebut 💪
Ya hari ini adalah hari di mana seorang Juliana safitri memulai bekerja setelah lulus panggilan interview di salah satu perusahan terbesar kedua setelah Perusahaan Pratama Group yang masih bernaung di bawah kendali Pratama Group, yaitu perusahaan AKSI. Siapakah CEO dari perusahaan ini, kalian penasaran Jreng….jreng….sama saya juga, hehe😁
“Mah” ujar Adrian. “Kasih tau dong, tadi lagi obrolin apaan sih” tanya Adrian penasaran
“Haha…” tawa Rani dengan geli saat melihat raut wajah lucu suaminya. “Sejak kapan pa, papa kepo banget sama urusan cewek” tanya Rani menangkup wajah suaminya
“Ih mama ya, papa tuh seneng aja ngelihatnya, mama dekat dan seakrab itu sama anak kita, papa jadi sedikit jealous” ungkap Adrian dengan nada sedramatis mungkin
“Cup..cup, bayi besar mama” balas Rani menggoda suaminya. “Apaan sih pa, ingat udah ubanan loh” ujar Rani yang memukul pelan bahu suaminya
“Ya jadi apa dong” tanya Adrian dengan wajah so cute
“Ih mulai lagi kan, udah intinya pa anak kita tuh sedang jatuh cinta” ujar Rani tersenyum ceria. “Gak nyangka ya pa kalau mengenang moment pertama kali kita berdua memutuskan untuk hidup bersama dan melahirkan putri secantik anakku itu” cerita Rani dengan seulas senyuman yang mengembang di wajahnya. “Rasanya seperti baru kemarin aku melahirkannya, menyusuinya dan merawatnya, hehe…” tawa Rani bercengkrama hangat bersama suami tercinta di ruang tamu
_
_
_
“PERUSAHAN AKSI GROUP”
“WOW” kagum Juliana melihat pemandangan yang sedap di pandang. Setiap ruangan yang ditempati para staf dan karyawan memiliki keunikan dan kelebihan gunanya untuk membangkitkan semangat kerja para karyawan-karyawan dalam bekerja. Interior yang unik dan desain yang terpampang jelas sesuai dengan keinginan setiap orang-orang terkabul nyata, ya inilah yang menjadi salah satu ikon unik saat bekerja di perusahan AKSI GROUP
“Hai anak magang” ujar Sindi menghampiri Juliana
“Iya kak, kau memanggilku” jawab dan tanya Juliana pada nya
“Ya kau, mau siapa lagi” ujar Sindi membenarkan pernyataanya. “Segeralah ke ruangan presdir jangan membuatnya menunggu” ujar Sindi kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Setelah mendapatkan pemberitahuan dari seniornya, Juliana pun segera menemui presdir dari perusahaan yang saat ini iya bekerja
_
__ADS_1
_
_
“Tok..tok”
“Permisi pak” ujar Juliana meminta izin untuk memasuki ruangan presdir
“Em, ma..maaf pak, apa bapak memanggil saya” tanya Juliana pada empuhnya yang masih bersandar santai di balik kursi kebesarannya
“……”
Akbar pun kemudian memutar kursinya 180 derajat dan memasang wajah sangar pada Juliana. Seketika Juliana pun terkejut dan menutup kedua mulutnya
“Ha…..” kejut Juliana. “Ah tidak-tidak, bersikaplah santai juls, karena sudah begini kamu harus terlihat professional**" batin Juliana bersua. Juliana pun tersadar dari membatinnya itu dan segera melebarkan senyuman termanis dan terbaik versi Juliana
“😊😊😊"
“Cih, apa begini sikapmu jika berjumpa dengan seseorang” tanya Akbar pada Juliana, ini terlihat seperti aneh, dirinya baru berjumpa dengan seseorang yang menurutnya di luar nalar
“Em…maaf pak, kalau boleh tau, ada apa ya bapak memanggil saya” tanya Juliana dengan tampang polos
“Kau tidak takut padaku, apa sebelumnya tidak ada yang memberitahukan kamu, bagaimana cara yang baik dan sopan saat berbicara dengan atasanmu” tanya Akbar dengan wajah yang di buat sangar dan kejam
“Ceh, melihatmu bertingkah seperti itu, huh…menyebalkan” batin Juliana
“Ada apa, apa kau tidak suka dengan aturannya” tanya Akbar
“Ya” jawab Juliana spontan saat melihat akbar berdiri dan menghampirinya, ini nih guys efek terlalu asyik dengan pikiran sendiri alhasil membawa boomerang bagi kita, hehe…ada aqua?🤦
“Ah..hehe…maaf-maaf pak, maksud saya” ujar Juliana
“Ah sudahlah…bekerjalah sesuai aturan dan sanggup bertahan di bawah tekanan, jika tidak maka segeralah angkat kaki” ujar Akbar memotong perkataan Juliana, secara refleks Juliana pun mengangkat satu kakinya
“Aihs…apa yang kau lakukan” tanya Akbar yang terkejut saat melihat aksi heroik itu. “Cepat turunkan kakimu” ujar Akbar merasa geli dengan tingkah konyol dari karyawan baru ini
“Maaf-maaf tuan, bukannya tadi anda yang suruh angkat kaki” jawab Juliana dengan polosnya
“Ah sudahlah, cepat angkat kak…ah cepat pergi dari hadapanku” ujar Akbar terlihat murka dan frustasi kala menghadapi anak manusia yang satu ini, hehe…musuhan aja kerjaannya thor, bakalan ada benih-benih cinta gak ya?🤔
“Ah baiklah” balas Juliana langsung pergi keluar dari ruang presdir konyol itu. “Ahaha...rasain” tawa Juliana di balik pintu. “Emang enak dikerjain” lirih Juliana lalu pergi kembali ke ruangan kerjanya
__ADS_1
Hai-hai semua, happy reading and mohon tetap stay tune with me, dengarkan cerita MWM ini. Thanks dofu-dofu salam bahagia semua🤗🤗