MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 10 (PESTA MEGAH 1)


__ADS_3

***Mansion Pratama Jaya Group***


Hari yang dinanti-natikan pun telah tiba di sebuah mansion yang mewah. Sedang mengadakan pesta, penyambutan CEO baru. Sekaligus pewaris dari Pratama Jaya Group.


Acara yang diadakan begitu mewah nan megah. Tidak lupa rekan-rekan dan para kolega pebisnis turut hadir dalam acara tersebut. Mulai dari kelas menengah, hingga


kelas VIP turut serta dalam merayakan hari istimewa itu.


Para pelayan begitu sibuk melayani tamu-tamu yang terus berdatangan. Menyambut


dan menyuguhkan beberapa minum juga makanan untuk sekedar menikmati acara tersebut sebelum pembukaan acara puncak dimulai.


Di sisi lain, Akbar telah bersiap dengan


pakaian semi formalnya. Nampak terlihat,


gagah dengan balutan jas semi formal, crop pants dan sepatu loafer.


"Hem, kamu memang keren" puji Akbar bercermin di depan cermin kebesarannya.  Segera akbar turun dari kamarnya untuk


menemui supir pribadinya yang sedari tadi telah menunggunya


"Wah, Tuan Muda tampak gagah malam ini" puji Pak supir tersenyum bangga menatap majikannya. Mendengar pujian dari sang supir Akbar pun melebarkan senyum sumringah


"Benarkah?" tanya Akbar, "Ya, aku tahu itu Mang Dar, doakan saja agar sang Putri datang menghadiri undanganku, Maka aku benar-benar merasa sangat sempurna malam ini" sambung Akbar penuh bangga


"Ya sudah. Ayo kita berangkat" titah Akbar


30 menit menempuh perjalanan. Sampailah


Akbar ke kediaman Pratama. Akbar segera menghampiri keluarganya dengan penuh suka cita tak lupa pula Akbar mengucapkan selamat kepada saudara sepupunya itu


"Selamat ya brother" ujar Akbar lalu merangkul Maldeva


"Ya, terima kasih brother. Oh iya, katanya kamu mau kenalin aku dengan seseorang, lalu dimana orangnya" tanya Maldeva yang penasaran seperti mencari seseorang yang ingin di lihatnya


"Haha..sabar bro, aku juga sedang menunggunya" jawab Akbar


"Aku yakin kali ini Tante Sarah dan Om Pratama bakal setuju dengan pilihanku" ucap Akbar penuh yakin. Melihat saudaranya itu seperti terlihat bahagia dan tak seperti biasanya membuat Maldeva semakin penasaran saja. Siapakah, sosok wanita yang sudah membuat sang playboy kakap ini seperti orang bodoh saja yang rela menunggu


"Ya, ya sepertinya wanita itu sangat menarik sehingga mampu mematahkan sang playboy sepertimu" ujar Maldeva tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya. Obrolan keduanya terlihat lengkap saat kedatangan Heru menyapa mereka.


"Hai, brother " sapa Heru lalu merangkul keduanya


"Wah selamat ya bro, eitcs..maksudku CEO Pratama Group" ujar Heru disertai canda tawanya


"Thanks" jawab singkat Maldeva membalas rangkulan sahabatnya itu. Sejenak keduanya terdiam saat melihat Akbar yang terlihat gelisah seperti menantikan seseorang saja pikir Heru lalu mendelikan matanya kearah Maldeva seraya tersirat pertanyaan mengenai Akbar, seperti mengerti maksud yang tersirat dari delikan mata sang sahabat. Maldeva tersenyum lalu berbisik tepat di telinga Heru


"Ya..kamu benar. Dia sedang menunggu


seseorang wanitanya" ucap Maldeva


"Ok! kalau begitu. Aku kesana dulu, karena


acaranya sudah harus dimulai" ujar Maldeva


lalu beranjak pergi menuju mimbar bersama


kedua orang tuanya untuk segera meresmikan acara penyambutannya itu.


_


_


_


_


"Ri…" panggil Juliana


"Udah belum sih, kok lama banget" tanya Juliana menghampiri Riri di dalam ruang ganti


"Emp Juls, kamu aja ya yang pergi" ujar Riri


pasalnya iya malas, jika bertemu dengan si singa itu yang ada pikir Riri akan dibuat seperti mangsanya di acara tersebut


"Enggak bisa, pokoknya kamu harus ikut" jawab Juliana kekeuh, "Udah gak usah banyak alesan, aku bantuin kamu dandan deh" sambung Juliana lalu memberikan lace long evening dress berwarna abu-abu yang sepantas untuk digunakan Riri


"Tapi, Juls" bantah Riri yang mendapat pelototan ngeri dari Juliana🤪


Seketika Riri berdiri dari tepi ranjang dan bersiap-siap untuk mengenakan dress tersebut. Setelahnya dibantu oleh Juliana  untuk berdandan. Lima belas menit kemudian, MUA ala Juliana telah siap


"Tadaa..Perfect! 👍"ujar Juliana lalu mengeserkan sedikit tubuhnya di depan cermin agar Riri dapat melihat hasil makeup nya


"Wah Juls, apa benar ini aku Apriliana Azzahraningrum" tanya Riri kagum


Melihat kekaguman Riri terhadap hasil kinerjanya. Juliana hanya terkekeh menanggapinya, "Iya Nona Putri ku, aku yakin banyak mata yang kagum melihatmu" jawab yakin Juliana


"Ya sudah. Nih, cepetan pakai" ujar Juliana


menyerahkan high heel yang senanda


dengan dress yang dikenakan Riri

__ADS_1


Tiga puluh menit berlalu kini, keduanya


telah sampai disebuah mansion mewah


yang serba glamour, dengan langkah cepat


Juliana berjalan agar segera sampai ke dalam


pesta penyambutan tersebut, karena pikirnya keduanya sudah sangat terlambat. Mengingat dirinya harus memaksa Riri agar menghadiri pesta, belum lagi membantu mendandani sahabatnya itu.


"Aduh Ri, jalannya cepetin dikit napa, kita udah telat loh" gerutu Juliana sambil melihat arah jam tangannya menujukkan pukul 20.45 WIB


"Iya bawel" jawab Riri lalu langkahnya dipercepat memasuki sebuah mansion megah dan mewah itu. Sesampai keduanya di depan pintu masuk para bodyguard meminta kartu undangan pada keduanya


"Anda terlambat nona, tolong serahkan


kartu undangannya" ujar Bodyguard team


Setelah menyerahkan kartu undangan tersebut. keduanya pun, melenggak masuk dan keduanya disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa. Hingga membuat mereka terpaku sejenak


"Waah Juls, ini pestanya megah banget, aku berasa seperti berada di sebuah istana" ujar Riri takjub dengan kemegahan di depan mata


Juliana hanya terkekeh, pasalnya ini adalah


hal biasa baginya, kamun tak dapat dipungkiri Juliana pun takjub dengan pesta yang megah ini


"Udah ah..jangan malu-maluin, sekarang


saatnya kita tunjukin ke mereka-meraka


di sana kalau ada dua cindirella yang datang


menghadiri pesta sang pangeran" ujar Juliana lalu menggandeng tangan Riri dan berjalan


beriringan penuh pesona. Langkah demi langkah, keduanya menjajakan kaki menuju kekerumunan orang-orang yang sedang menikmati pesta itu hingga tak lepas dari pandangan mereka yang menatap kagum,


iri, kesal dan berbagai rasa melihat Duo Prinsces itu. Bahkan sang Maldeva dan lainnya sangat terpukau dengan penampilan keduanya


"WOW...." 😮 gumam semua orang, kaum pria tentunya, hihi🤭


"You are really beautiful" lirih Akbar yang masih di dengar oleh Maldeva dan juga Heru


"Welcome baby" ujar Akbar menyambut keduanya


"Thanks" jawab Juliana lalu memberikan selamat kepada Maldeva.


"Selamat ya Tuan, kami turut berbahagia" ujar Juliana yang diberi selamat tak menggubris karena sedang asyik dengan pandanganya, yang menatap lekat penuh arti pada Riri


"Ekhem, Ri ayo" ujar Juliana mengajak Riri untuk pergi menyambut kedua orang tua Maldeva


"Dia itu, namanya Riri. Dia mahasiswaku di bidang biomedicine. Anaknya selain cantik dan manis, dia juga anak yang mandiri dan pandai" ujar Heru menjelaskan


(……..)🤐


"Lah, Akbar kemana" tanya Maldeva


"Tuh sedang berbincang-bincang dengan


kedua wanita cantik disana" jawab Heru


lalu melambaikan tanganya pada Akbar.


Akbar yang mengerti jika dirinya di panggil, kemudian mengajak Riri untuk menemui kedua lelaki tersebut


"Hai sob, brother, perkenalkan ini Riri" ujar Akbar memperkenalkan Riri yang diperkenalkan hanya menunduk hormat dan tersenyum. Segera Akbar memecah keheningan saat melihat ada tatapan aneh dari pandangan Maldeva kepada Riri, seperti sebuah pandangan mengagumi yang penuh arti


"Oh ya baby, maukah kamu berdansa denganku" kecoh Akbar setelah memperkenalkan Riri pada kedua lelaki itu


Riri diam dan terpaku, pasalnya iya sangat canggung dan gugup. Berada di hadapan ketiga lelaki tersebut. Melihat Riri yang tak kunjung meresponnya. Akbar pun, menarik lengan Riri segera pergi menuju bilik pesta dansa yang sedari tadi sudah dipenuhi oleh sepasang muda-mudi yang menikmati pesta dan berdansa di sana.


Seketika Riri terperanjat kaget ingin pergi, Namun langkahnya terhenti saat Akbar merangkul pinggulnya lalu membisikan kata-kata yang membuat Riri tak berkutik dan pasrah mengikuti alunan dansa bersama Akbar


"Jangan membuatku kesal padamu atau


kau ingin aku menerkam mu di sini " bisik Akbar penuh penekanan


Akbar tersenyum sumringah pasalnya kata-katanya mampu membuat Riri tak dapat berkutik. Kini keduanya pun, menikmati


alunan musik dan berdansa.


"Kau sangat cantik" ujar Akbar menatap


lekat wajah cantik Riri yang membuat wajahnya terlihat memerah menahan malu atas pujian sang singa itu padanya


"Ekhem, kau juga sangat tampan malam ini" balas Riri tersenyum ramah memandang wajah Akbar


Melihat kemesraan yang dipertontonkan


oleh sang sepupunya itu. Maldeva seraya terbakar amarah.


"Ckh, rupanya kau ingin bermain denganku" lirih Maldeva lalu beranjak pergi menyapa salah satu Patner koleganya


Di satu sisi. Juliana yang tengah asyik, menyantap minuman dingin dan beberapa cemilan. Tiba-tiba, seseorang datang menyapanya dari arah samping

__ADS_1


"Hai nona cantik" sapa Heru


"Hai kak" jawab Juliana tersenyum manja


"Sepertinya nona cantik sendirian saja" goda Heru yang mengundang gelak tawa juliana


"Emm..ayo ikut aku" seru Heru menggandeng tangan Juliana menuju bilik pesta untuk berdansa


"Ha..kemana kak" tanya Juliana penasaran


"Ha..berdansa, tuhan aku gak mimpikan " lirih batin Juliana bersorak kegirangan


"Ayo..kenapa diam aja, mau kan kamu berdansa denganku" tanya Heru lalu sedikit


membungkukkan badan nya kemudian mengulurkan tangannya untuk meraih jemari Juliana


Juliana pun, terkekeh dengan tingkah romantis dadakan dari Heru. Segera Juliana mengulurkan tangannya menerima ajakan Heru untuk berdansa. Kini mereka tengah menikmati pesta dansa dengan senyuman yang mengembang di raut wajah keduanya


"Aku pikir kamu tidak datang" ujar Heru


memandangi lekat lawan bicaranya


"Hehe..awalnya sih seperti itu, karena


aku harus membujuk seseorang untuk


menemaniku pergi" jawab Juliana


"Seseorang! siapa, apa dia seorang lelaki " lirih batin Heru seperti mengerti rasa penasaran yang tersirat di wajah tampan heru. Juliana pun sedikit menjelaskan


"Haha..dia bukan seorang lelaki, tapi dia seseorang yang berharga buatku. Ya dia adalah sahabatku" jelas Juliana


"Emp, kamu tahu dia sangat takut untuk menghadiri pesta ini" ujar Juliana


"Kenapa" tanya Heru masih memandang


wajah cantik Juliana


"Haha..kamu tahu orang yang saat ini


berdansa dengannya" tanya Juliana


lalu melemparkan arah pandangnya menatap


sahabatnya itu yang tengah asyik berdansa


"Ya, orang itulah yang Riri takuti saat ini, coba lihat saja seperti gelisah sahabatku itu


berada di dekatnya" ujar Juliana


"Ya kurasa seperti itu, tapi sepertinya


sahabatku itu sudah jatuh hati padanya" balas Heru


"Haha" tawa juliana. "Sepertinya Kak Heru harus menasehatinya, sebab sahabatku itu sangat keras hatinya. Aku juga mendengar bila seorang Akbar adalah seorang playboy kakap yang banyak menggantungkan perasaannya pada wanita" ujar Juliana


"Tapi tidak denganku" balas Heru menatap lekat wajah Juliana sehingga membuat sang pendengar merasa grogi dan gugup dibuatnya


"Ekh..ekhem, eh Kak sepertinya kaki ku sudah sangat lelah, aku ingin istirahat sejenak" ujar Juliana menutupi kegugupannya


Melihat tingkah salting dari Juliana, Heru terkekeh dan segera Heru memapah Juliana untuk duduk di salah satu kursi kosong dan mengambil segelas minuman


"Ini..kamu minum dulu" ujar Heru menyerahkan segelas minuman jus kearah Juliana, dengan sigap Juliana menerima lalu meneguknya sekali teguk


"Haha..kamu sangat lucu" ucap Heru


"Emp..maaf " ujar Heru seraya berjongkok,


lalu melepaskan high heels Juliana dengan


lembut lalu memijit kakinya


"Makasih ya Kak" ucap Juliana dengan nada


pelan yang masih terdengar oleh Heru. Seketika kemesraan keduanya buyar


akibat ulah tengik dari Akbar


"Ekhem..wahh sepertinya, cindirellamu ini sedikit terluka ya" seru Akbar


Juliana yang merasa risih atas perkataan Akbar segera memilih untuk pergi, "Eh..Kak sekali lagi makasih ya, kalau begitu Juli pamit pulang ya" ujar Juliana


"Ah..iya Juls" jawab Heru sedikit canggung


"Gak sekalian aja cantik, diantarin pulang" timpal Akbar terkekeh yang membuat Juliana salah tingkah dan menyunggingkan sedikit bibirnya sinis menatap Akbar lalu beranjak pergi meninggalkan keduanya


Dari arah belakang. Riri yang sebelumnya, meminta izin ke toilet datang menghampiri keduanya, "Eh..Pak Heru" sapa Riri


"Iya Ri..Oh ya, Juliana udah duluan tuh, pasti


udah nungguin kamu di parkiran" jelas Heru


"Ah..iya Pak, kalau begitu saya permisi" ujar Riri berlalu menyusul sahabatnya itu tanpa memperdulikan tatapan akbar padanya

__ADS_1


Hai....hai guys 😍 Terus dukung aku dengan cara beri semangat💪


Gomawo dofu-dofu 🤗, sarangheyo semuanya 😍😍


__ADS_2