MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 25 (HARUS MALAM INI)


__ADS_3

Inilah yang dinamakan bucin (budak cinta) segalanya terasa mudah dan menyenangkan apabila sesuai dengan ekspektasi. Namun kadang kala kebanyakan orang-orang lupa, jika kehendak hati seseorang tidak dapat dipaksakan alhasil ekspektasi itu berubah menjadi boomerang sebab akibat seseorang mengalami patah hati. Hehe…author melodramatis ya


Malam yang sangat di nanti-nanti oleh dua orang lelaki muda yang jiwanya kian membara menunggu moment spesial itu akan tiba


“Ha…rasanya waktu begitu lambat” keluh Akbar yang sudah tidak sabar menghadiri jamuan acara seminar di salah satu hotel ternama di kota itu


“Apa aku menghubungi Riri saja?” lirih Akbar bercakap-cakap seorang diri. “Ha tidak-tidak, aku harus bersabar demi sebuah pengorbanan” terkekeh sendiri


“Tapi, aku jenuh seperti ini, ahh…sial” ujar Akbar frustasi lalu mengacak-acak rambutnya sendiri, tiba-tiba dari luar kamar seseorang mengetuk pintu yang cukup keras


“Gedor…dok….tok..tok”


“Gedor…dok….tok..tok”


“Hais. Siapa sih, ngetuk pintu gak ada akhlaknya” omel Akbar lalu berjalan mendekati pintu dan segera membuka


pintu


“Tok…tok…” hampir saja tangan wanita ini mengenai wajah akbar, untung dengan sigap akbar cepat memegang tangan wanita itu


“Eh…sayang, maaf-maaf” ujar Ranti sedikit gugup sebab tangannya dicengkram cukup kuat oleh akbar


“Ngapain kamu kesini” tanya Akbar


“A…aku, aku kangen sama kamu” jawab Ranti manja lalu mendekati akbar, segera Akbar menepis tangannya dan memangku kedua tangannya dengan santai


“Gak usah basa-basi, to the point aja” ujar Akbar yang muak akan sandiwara ratu iblis itu


“Kenapa sih, kamu tuh kasar banget sama aku” tanya Ranti. “Mana akbar yang dulu aku kenal, akbar yang selalu peduli dan sayang sama aku” ujar Ranti dengan wajah sedihnya


“……”


“Jawab bar, kenapa diam aja” desak Ranti. “Aku tahu, aku salah, setidaknya beri aku kesempatan buat perjelas semuanya dan kita kembali seperti dulu lagi” ujar Ranti


“Aku tidak peduli, apapun yang terjadi di masa lalu, itu sudah cukup beri aku pelajaran berharga dan asal kamu tahu, aku sudah lama melupakanmu” balas Akbar lantang tanpa beban


“Bohong…aku kenal kamu udah lama bar, gak semudah itu untuk melupakan aku” kilah Ranti tak percaya dengan apa yang di dengarnya


“Terserah” jawab Akbar


“Haha…kamu yakin, hem…baiklah” ujar Ranti. “Tapi ingat ini sayang, kamu hanyalah milikku, milikku saja” ujar Ranti tertawa dan segera berlalu pergi dari mansion mewah itu


“Hufft….” Akbar menghembuskan nafasnya yang tak beraturan itu, rasa muak membuncah jika melihat ratu iblis itu mengusik ketenangannya


“Pak Mulis” panggil Akbar menuruni anak tangga


“Siap Tuan Muda, ada yang perlu saya kerjakan” tanya Pak Mulis


“Bagaimana dengan persiapan nya?” tanya Akbar


“Beres tuan, acara akan di mulai pukul 20.00 WIB” jawab Pak Mulis


“Baiklah” ucap Akbar. “Masih ada 2 jam lagi, perintahkan para barberman yang terbaik untuk datang ke sini” titah Akbar pada asistennya itu


“Siap tuan, laksanakan” jawab Pak Mulis dan segera berlalu menjalankan perintah


_

__ADS_1


_


_


Di sebuah kantor kebesaran seorang CEO PRATAMA duduk merenggangkan sedikit peluh akibat otot-otot menegang. Seorang diri bersandar nyaman pada kursi kebesarannya, berbalik 180 derajat menatap banyak gedung-gedung tinggi dan berkhayal tentang moment yang dinanti


“Ha...rasa tak sabar ku segera mengungkapkan segalanya” gumam Maldeva tersenyum cerah


“Takdir tuhan memang benar, kalau jodoh pasti akan bertemu” terkekeh senang


“Akan aku pastikan kau lebih memilih ku dari pada sepupuku itu” lirih Maldeva dengan raut wajah sedikit gusar, mengingat sepupunya itu pun seperti sebuah boomerang baginya


Maldeva pun memejamkan kelopak matanya, menikmati peluh yang begitu terasa, sedikit menimang-nimang kakinya dan terlelap sambil menunggu waktunya untuk beraksi, hehe…ninja warior kale thor😁


_


_


_


_


Pukul 19.00 WIB Acara akan di mulai 1 jam lagi, Riri yang sudah siap siaga agar tak terlambat menghadiri acara seminar itu menunggu kedatangan sahabatnya. Ya tentu menunggu separuh jiwanya itu untuk segera datang menjemputnya


Di perjalanan cukup ramai sebab jalan yang di lewati Juliana telah terjadi peristiwa kecelakaan yang tragis, akibatnya banyak kendaraan yang terjebak macet. Riri yang sedari tadi menunggu kurang lebih 20 menit itu menjadi gusar dan sedikit khawatir, lalu memutuskan untuk menghubungi sahabatnya


“Drtt…drt…”


“Eh…si nyai koja nelpon” lirih Juliana melihat kearah HP


“Drtt…drt…”


📞 : “Kamu udah di mana, kamu gak kenapa-napa kan?” tanya Riri


📞 : “Ih…kamu kok tau sih aku lagi ada apa-apa” jawab Juliana sedih


📞 : “Juls, jangan becanda ya, aku serius loh, khawatir tau” decak Riri sedikit sebal dengan kelakuan sahabatnya itu


📞 : “Aku sih gapapa, tapi aku kejebak macet nih, gimana dong” ujar Juliana


📞 : “Ha, gak biasanya macet kalo udah malam gini” ujar Riri


📞 : “Nah itu dia, di depan jalan gak jauh dari mobil aku, ada tragedi  kecelakaan” jawab Juliana kalut


📞 : “Ya udah, gak usah panik, aku nungguin kamu deh, gapapalah terlambat” ujar Riri


📞 : “Ih…jangan, kamu pergi aja, nanti aku nyusul deh” jawab Juliana


📞 : “Gak apa-apa nih, aku duluan” tanya Riri


📞 : “Iya, tenang aja nanti aku yang bakal jemput kamu pulang kok” jawab Juliana


📞 : “Emang macetnya separah itu, sampai gak bisa akses keluar gitu” tanya Riri


📞 : “Ih bawel ya, udah deh kalo sempat aku nyusul berarti aku masih sempat dong ikutin acara seminarnya” jawab Juliana


📞 : “Ya udah, kamu hati-hati ya, entar kalau ada apa-apa langsung hubungi aku” jelas Riri

__ADS_1


📞 : “Iya-iya, bye…” tutup Juliana


“Hufft…terpaksa pergi sendiri deh” keluh Riri. “Ah ya udalah, semoga cepet dia nya nyusulin aku” ujar Riri segera bersiap-siap dan berpamitan pada Bu Ratih


“Bu, riri izin pergi ya bu” ujar Riri


“Iya nak, kamu hati-hati ya” jawab Bu Ratih


“Iya bu, assalamu’alaikum” ujar Riri


“Waalaikum’salam” jawab Bu Ratih ramah


_


_


_


                           "HOTEL SB"


“Terima kasih ya pak” ujar Riri saat hendak turun dari taxi


“Hufft…semoga saja masih bisa masuk” ujar Riri langsung berlari masuk ke dalam gedung megah itu. Setelah sampai riri langsung dengan sigap masuk ke dalam ruang seminar yang telah di sediakan dan langsung menempati salah satu kursi kosong


Acara seminar itu baru saja di mulai 15 menit yang lalu, acara yang baru saja di gelar dengan perkenalan beberapa orang-orang terhormat dan di resmikan oleh salah satu direktur pemilik hotel SB


Kurang lebih acara berlangsung selama 2 jam telah berakhir yang di tutup dengan ucapan syukur dan rasa terima kasih kepada beberapa kolega pebisnis dan orang-orang hebat serta terhormat


Sebelum acara yang sudah usai di tinggalkan oleh sekelompok orang-orang yang menghadiri seminar itu, seorang MC telah mengumumkan untuk meminta waktu dan tempat sebentar untuk menyaksikan moment terpenting bagi seseorang pria muda hebat dan terpandang yang merupakan salah satu investor muda di perusahaan Hotel SB


Tentunya niat baik itu di setujui oleh semua pihak dan ramai-ramai ikut serta dalam menyaksikan momentum berharga itu. Sorak ramai-ramai para muda-mudi yang terlanjur ngefans, mengagumi dan mengidolakan sang pemuja nya itu di buat patah hati. Siapakah gerangan yang telah mematahkan hati pemiliknya sehingga mampu membuat sang idola secepat ini menempatkan hati nya pada seseorang


“Pak Akbar” sorak ramai-ramai muda-mudi


“Ya ampun, Pak Akbar romantis banget sih” ujar salah satu Wanita di samping Riri yang sedang bercakap-cakap dengan temannya


“Iya, gak sanggup idola gue, udah punya tambatan hati” jawab teman wanita itu dan masih banyak lagi kata-kata sesal dan kecewa


“Terima kasih untuk waktunya” ujar Akbar yang sudah berada di depan bersama dengan setangkai bunga mawar putih


“Di sini saya ingin mengutarakan perasaan saya kepada seseorang wanita, sekaligus ingin melamarnya” ujar Akbar senang sangat nampak raut bahagia yang terpancar pada wajah tampannya


“Ooo….” Kecewa muda-mudi


“Wanita itu telah menghadirkan banyak tawa dan mampu membuat hati saya terpatri padanya” ungkap Akbar dengan tampang bersungguh-sungguh


“Bagi saya ini tidak muda, tapi setiap berada di sampingnya, melewati hari-hari bersama dirinya, kekuatan dan semangatnya, ketulusan serta senyuman nya mampu meluluhkan hati ini” ujar Akbar


“Wanita yang saya maksud itu adalah dia….” ujar Akbar menunjuk tepat sasaran pada Riri yang sedikit baper dengan kata-kata maut dari akbar, hehe…garing banget thor


Semua mata dan kepala menengok mengikuti arah telunjuk akbar ke salah satu wanita yang dimaksud. Tentunya dua muda mudi yang berada di samping riri melihat jengah dan sedikit memonyongkan bibirnya, entah itu ekspresi terkejut atau iri, hehe... bilang bos, balbale-bale🤦


Seketika Riri terkejut semua memandang kearahnya, apa? Oh ini sungguh memalukan, kenapa juga sih, Akbar ngelakuin hal ini. Sebenarnya Riri terharu akan tetapi hal ini sedikit berlebihan terlebih Riri pun hanya menganggap akbar sebatas teman. Ooo..kasihan


Kira-kira Riri bakalan kasih jawaban apa ya? jadi deg-deg sendiri guys mau nentuin jawaban buat Akbar


Next to reading guys, hehe….

__ADS_1


Thanks dofu-dofu😊😊, sarangheyo dofu-dofu 🤗🤗


__ADS_2