
Kebetulan sekali Juliana yang sempat di suruh oleh ketua tim nya untuk mengcopy beberapa berkas agar di pelajari bersama, sayang nya mesin copy yang ada sedang dalam perbaikan, terpaksa di sarankan agar turun ke lantai 5 untuk mengcopy file-file tersebut.
Tanpa di sengaja Juliana yang sempat melihat seseorang yang seperti nya di kenal nya, tapi siapa ya? Huh Thor itu Juliana kok plin-plan sih baru aja berjumpa lagi dengan itu anak masa iya sudah lupa
“Ah..sudah lah pasti salah orang” gumam Juliana yang hendak pergi, namun langkah kaki nya terhenti saat iya mendengar nama nya itu di sebut
“Em..ada yang tahu nama Juliana” ujar Della pada kedua lelaki yang di sapa nya
“Hah aku di panggil” lirih Juliana lalu mendekati kearah ketiga orang itu
“Oh iya Dek, mari ikut kami” ujar lelaki berinisial W dan S pada Della
“Oh iya-iya” jawab Della lalu mengikuti langkah kedua karyawan itu
“Hah itu kan Adiknya Akbar sama siapa dia” gumam Juliana lalu mengikuti ketiga nya
“Loh ngapain mereka kearah belakang gudang” penasaran Juliana
Tanpa di sadari Juliana pun mendengar percakapan ketiga nya dan segera merekam aksi kedua perbuatan lelaki itu pada Della. Juliana pun langsung segera menelpon sekretaris Akbar untuk memberitahukan segalanya
“Aaa…to..tol..” teriak Della saat kedua lelaki itu membekap mulut nya
“Ya ampun aku harus bagaimana” panik Juliana yang takut menghampiri mereka
Di satu sisi informasi yang di sampaikan oleh Juliana pun sudah tersebar dan beberapa anggota pengawal serta security datang bersama Akbar, Irsan dan juga Ririn menuju lantai 5
Sementara di dalam gudang kosong tersebut kedua lelaki itu langsung melepaskan tangan Della dan mendorong nya kearah dinding
“Kalian mau apa” tanya Della gemetaran dan sudah menangis sejak tadi di perlakukan kasar oleh kedua lelaki itu
“Haha..”tawa kedua lelaki itu menyeringai menatap mangsa di depan nya
“Syuutt..jangan ribut, kami tidak akan melukai atau menyakiti mu kalau kau mau menuruti keinginan kami” balas lelaki berinsial W
“Apa maksud kalian, kalian telah menipu ku” ujar Della melangkah mundur
“Haha” tawa sarkas kedua nya mendekati nya
“Kalian akan menyesal jika Oppa ku tahu, aku akan memberitahukan perbuatan kalian pada nya” ujar Della
“Haha..bro rupa nya dia sudah terlalu banyak ngelantur, bagaimana kalau kita main tiga saja” ujar lelaki berinisial S
“Haha..ide yang bagus, ayo” balas lelaki berinisial W pada teman nya
“Mau apa kalian, pergi..menjauh dari sini” ujar Della mengusir kedua nya dengan melemparkan paper bag yang berisi bekal kearah kedua lelaki itu
“Eitss..gak kena” ledek lelaki berinisal W yang langsung menarik tangan Della dan segera menghimpit nya
“Huaa..tolong Ibu..Papi..Oppa” teriak Della sungguh ketakutan
Lelaki berinisial W itu mencoba mencumbui Della dengan rakus nya dan selalu mendapatkan penolakan dari Della yang berteriak histeris namun mulutnya segera di bekap dan di tampar berulang kali hingga mengucurkan darah segar dari bibir nya
“Diam..diam aku bilang” bentak lelaki berinisial W lalu kembali mencoba mencumbui lagi mangsa nya itu
Di lantai 5 bagian belakang sebelum kearah ruang gudang kosong “ Juls di mana Della” tanya Akbar begitu antusias saat menghampiri Juliana
“Pak Della di bawah ke dalam gudang kosong itu” tunjuk Juliana yang gemetar dan takut
Tanpa menunggu aba-aba Akbar langsung mendobrak pintu gudang kosong itu dan melihat kebejatan kedua lelaki itu memperlakukan sepupu nya dengan sangat miris hingga membuat nya berteriak histeris
“Bangsat..keparat” teriak Akbar langsung membogem lelaki berinisial S dengan kerasnya hingga tersungkur jatuh terpelentang ke lantai
Akbar pun segera menangkap kerah kemeja lelaki berinisial W yang tengah asyik mencumbui sepupu nya itu
“Bugh..bagh..bugh” bogeman Akbar pada lelaki kurang ajar itu pada sepupunya itu tanpa ampun
“Pak..pak cukup” ujar salah satu pengawal nya yang melerai kemarahan Akbar
“Bugh..Bugh” Akbar tak perduli dengan siapa pun saat ini yang iya sesal kan adalah diri nya begitu ego hingga membiarkan sepupu nya itu tanpa pengawasan nya
“Bar..sudah, loe bisa membunuh itu orang” ujar Irsan melerai amukan Akbar yang menjadi-jadi.
Sementara Juliana dan Ririn menghampiri Della dan memeluk tubuh gadis itu dengan erat memberikan ketenangan padanya “Hiks..hiks..Della” tangis Della tak bisa berkata-kata
“Hiks..Della..Della takut Kak” ujar Della tersenggal-sengal di dalam peluk kan Juliana
“Tenang ya Dek, ayo kita pergi dari sini” ujar Juliana yang memapah Della agar segera meninggalkan gudang itu
Dengan langkah yang tertatih karena takut dan trauma yang di alami Della pun jatuh tak sadarkan diri
“Ah..Dek bangun Dek” ujar Juliana yang mencoba menyadarkan Della
Dengan sigap Akbar langsung mengangkat tubuh sepupunya itu untuk segera pergi ke rumah sakit
“Pak Abas siapkan mobil, kita ke rumah sakit sekarang” titah Akbar
Sepanjang koridor kantor semua karyawan heboh dan panik melihat kejadian itu, kedua lelaki kurang ajar itu pun sudah di aman kan oleh anggota pengawal kantor yang langsung menghubungi pihak kepolisian untuk segera di proses dengan hukum yang setimpal atas perbuatan yang merusak moral itu
_
_
__ADS_1
_
Rumah Sakit Pratama Group
“Dokter..Dokter” teriak Akbar memanggil-manggil semua tim medis
“Pak Akbar, oh astaga” balas Dokter Refan yang langsung menangani pasien
“Mohon maaf Bapak Ibu silahkan tunggu di luar” ujar salah satu suster
“Sudah Bar loe tenang dulu” ujar Irsan mencoba menenangkan teman sekaligus patner kerja nya itu
“Gue salah San, gue lupa kalau gue..Ah bodoh” ujar Akbar frustasi
Juliana yang sempat mampir untuk membeli air mineral itu pun datang menghampiri ketiga nya dan memberikan air kepada mereka, “Maaf Pak di minum dulu” tawar Juliana
Akbar pun menatap Juliana sendu lalu menerima air mineral yang di berikan nya untuknya itu. Akbar pun segera meneguk sebotol air itu untuk meredakan amarah dan menetralisirkan mood nya
30 menit menunggu akhir nya pasien yang ditangani oleh tim Dokter sudah selesai dan pasien akan segera di pindahkan ke ruang ICU ruang Khusus VIP pemilik keluarga dari Pratama Group
“Ah Tuan” seru Dokter Refan
“Bagaimana kondisi Adik saya Dok” tanya Akbar
“Tenang Tuan, Adik anda baik-baik saja, pasien akan segera di pindahkan ke ruang ICU” balas Dokter Refan
“Huh” Akbar menghembuskan nafas nya sedikit lega
“Em..tapi Tuan ada yang perlu saya sampaikan, ada baik nya mari ikut saya ke sebentar” ujar Dokter. Akbar pun segera mengikuti Dokter Refan
_
_
_
“Em..San, aku mau balik dulu ya soalnya ada urusan mendadak” ujar Ririn pada kedua nya
“Oh iya Rin, makasih ya udah mau ke sini” balas Irsan
“Iya sama-sama” balas Ririn, “Oh iya Juls, aku duluan ya” ujar Ririn pada Juliana
“Iya” balas Juliana sekena nya
Setelah Ririn pergi kedua nya pun sedikit canggung, ya bukan Juliana ya guys, tapi si Irsan hehe..itu laki masih trauma sama si jutsu milik Juliana
“Ekhem” Irsan mencoba mencairkan suasana
“…” Juliana hanya menggelengkan kepala nya, saat ini diri nya pun terpukul atas kejadian yang baru saja berlalu. Sebelumnya iya tak pernah melihat seseorang yang suka jahil, usil dan sok songong begitu panik dan brutal saat menghajar seseorang tanpa ampun, belum lagi melihat peristiwa yang membuat nya berpikir pasti ini sangat sulit untuk gadis seperti Della yang di perlakukan tidak baik dan senonoh itu, kenapa ada orang yang se bejat itu, rasa
nya ingin mencabik-cabik orang-orang seperti itu, tapi apalah daya kita yang seorang wanita apalagi melawan kedua lelaki sekaligus
“Em..btw kamu laper gak, kita mampir makan siang dulu yuk” ajak Irsan
“Terima kasih, tapi maaf” balas Juliana langsung berdiri saat melihat Akbar menghampiri kedua nya
“Eh..Bar jadi bagaimana kondisi Della” tanya Irsan
“Aku merasa bersalah San, aku gak tahu akan jadi nya seperti apa kalau saja kita terlambat mengetahui nya” balas Akbar dengan raut wajah yang sendu
“Yang sabar loe, sudah pokoknya lelaki brengsek itu sudah di urus oleh pihak yang berwajib” ujar Irsan
“Oh iya gue laper bro, kita makan dulu yuk” ajak Irsan pada kedua nya
“Em..” Akbar pun menoleh kearah Juliana
“Kalian saja, aku akan menunggu di sini” ujar Juliana
“Emp..benar kata Irsan kita harus makan dulu, dari tadi kamu juga belum makan siang” ujar Akbar
“Tapi..” balas Juliana
“Sudah jangan terlalu khawatir, Adik ku akan baik-baik saja” ujar Akbar lalu menggandeng tangan Juliana dan segera pergi untuk mengisi amunisi yang sedari tadi sudah low meminta sembako
“Ekhem” dehem Irsan karena merasa kurang suka dengan perlakuan Akbar pada Juliana, hehe..cemburu kali ya Thor? maybe readers hehe...
_
_
_
1 jam berlalu semua orang nampak sudah menunggu di rumah sakit, tapi sayang kedua orang tua Della tidak di beritahukan karena mereka sedang di luar Negeri
“Ah..jangan...jangan dekati aku” teriak Della mengigau, “Tolong, pergi kalian” teriak Della dan sadar dari tidur nya
Akbar yang saat itu hendak masuk untuk melihat keadaan sepupu nya itu di buat panik saat Della histeris dan melemparkan apa saja kearah Akbar
“Del..ini Oppa, kamu tenang dulu” ujar Akbar yang mendekati Adik sepupu nya itu
“Pergi..pergi..ah” teriak Della, “Tolong..tolong” teriak Della histeris begitu takut nya iya hingga Akbar pun di kiranya lelaki yang ingin mengganggu nya
__ADS_1
“Ada apa Nak kok itu seperti suara Della minta tolong” ujar Sarah pada anak sulung nya
“Kita coba cek Mi” balas Maldeva
“Din kamu segera panggil kan Dokter Refan” titah Sarah pada bungsu
“Iya Mi” balas Adinda dan segera menemui sang Dokter
Sarah, Pratama, Maldeva dan juga Juliana segera masuk ke dalam ruang pasien, di dalam ketiga nya di suguhkan dengan kamar yang berantakan dan melihat Akbar yang mencoba menenangkan Della
“Bar Della kenapa Nak” tanya Sarah mendekati kedua nya
“Tant, tolongin Akbar” ujar Akbar
“Pergi..pergi tolong jangan sakiti aku” ujar Della yang merontak-rontak
“Nak..sadar Nak ini Tante sayang” ujar Sarah memeluk Della dan mengelus pucuk kepala nya
Della yang kewalahan itu pun langsung seketika pingsan kembali, Berpapasan dengan kedatangan Dokter Refan langsung segera menangani pasien
“Mohon maaf Nyonya ada baik nya kalian keluar dulu biar kami coba menangani pasien” ujar Dokter Refan
“Iya Dok” balas Sarah kemudian semua anggota keluarga keluar dari ruang pasien dan menunggu di luar
“Ya allah Bar, Della kenapa kok sampai histeris begitu Nak” tanya Sarah
“Ini semua salah Akbar Tant, Akbar udah teledor dan gak berguna buat Della” ujar Akbar menyalahkan diri nya
“Sudah Nak jangan menyalahkan diri kamu, coba jelaskan kenapa Della bisa seperti itu” ujar Pratama
Akbar pun menceritakan kronologis nya yang membuat Sarah menyapu dada, “Ih tega bener ya itu karyawan-karyawan kamu” ujar Sarah
“Pokok nya harus di berikan hukuman yang setimpal kalau bisa seumur hidup saja mereka mendekam di jeruji besi” kesal Sarah pada kedua lelaki bejat itu
“Tenang Mi, tarik napas, jangan marah-marah nanti darah tinggi nya Mami kumat” ujar Pratama mengelus bahu sang istri
“Oh iya Nak, kamu” ujar Sarah saat melihat Juliana
“Ah iya Nyonya, saya salah satu karyawan di perusahaan Aksi Group” balas Juliana membungkuk memberi kesan hormat pada empuhnya
“Em..terima kasih ya Nak, oh iya ada baik nya kamu pulang saja dulu” ujar Sarah
“Iya Juls, kamu juga harus istirahat” timpal Maldeva
“Bang, kalian saling kenal ya” tanya Sarah pada sulung nya itu
“Iya Mi, Juliana nama nya dia adalah sahabat nya Riri” ujar Maldeva memberitahukan sang Mami
“Oh begitu rupa nya, iya Nak kamu ada baik nya pulang dan istirahat” ujar Sarah
“Terima kasih Nyonya, tapi maaf kalau saya sedikit lancang” balas Juliana, “Apakah saya bisa menjenguk Della besok” tanya Juliana
“Iya bisa Nak, karena berkat kamu Della bisa di selamatkan dari perbuatan lelaki yang tidak bermoral itu” balas Sarah tersenyum ramah
“Terima kasih Nyonya, Tuan, kalau begitu saya permisi” ujar Juliana lalu pergi meninggalkan anggota keluarga Pratama
Setelah pergi nya Juliana, Sarah pun segera memberitahukan informasi ini ke Ipar nya Rasmi dan juga Frans mengenai kondisi Della saat ini. Tanpa menunggu lama Frans pun segera memerintahkan orang-orang nya untuk segera mengurus penjadwalan keberangkatan nya ke Indonesia. Hari ini juga kedua suami istri itu pun segera kembali pulang ke tanah air untuk menemui sang sulung yang tertimpa musibah
Di dalam keberangkatan kedua pasangan suami istri itu sang Ibu menangis tersedu-sedu “Sayang Della bagaimana dengan kondisi nya” ujar Rasmi pada sang suami
“Tenang lah jangan terlalu panik, kau bisa membangunkan Aldino” ujar Frans
“Hiks..pantasan saja semalam aku bermimpi buruk, Della memanggil-manggil nama ku” ujar Rasmi di peluk kan sang suami nya
“Iya sabar ya sayang, kita akan segera menemui sulung, doakan saja semoga sulung baik-baik saja” ujar Frans memeluk hangat istri nya
Setelah menempuh perjalanan penerbangan yang begitu cukup memakan waktu kedua pasutri dengan anak bungsu laki-laki berusia 10 tahun itu sampai di bandara internasional tanah air
Kedua nya pun sudah di nanti oleh anggota pengawalan serta supir yang membawa mereka ke rumah sakit, sesampai di rumah sakit Rasmi dengan sigap berjalan cepat menghampiri keluarga nya itu “Mas di mana Della” ujar Rasmi pada Kakak nya itu
“Dek tenang dulu” balas Pratama
“Di mana Della aku mau menemui nya” ujar Rasmi sedikit lantang
“Sayang tenang lah” ujar Frans saat menghampiri istri dan keluarga nya
“Bagaimana aku bisa tenang, anak ku sedang sakit” balas Rasmi
Debat ketiga nya terhenti saat melihat Akbar keluar dari ruang pasien dengan segera Rasmi menghampiri Akbar dan memukul nya “Jahat kamu ya Nak” ujar Rasmi dengan tangis nya
“Tant Akbar minta maaf, Akbar salah, Akbar egois” ujar Akbar dengan sesal nya pada sang Tante
“Sayang tidak baik menyalahkan orang, lagi pula Akbar yang sudah menolong nya” ujar Frans
“Nak maafkan atas perkataan Aunti kamu ya, kami tidak bermaksud hanya saja kami sedikit syok dan panik” ujar Frans pada keponakan nya itu
Akbar hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata, semakin diri nya merasa bersalah telah membuat Tante dan keluarganya kecewa karena tidak bertanggungjawab nya dalam menjaga Adik sepupu nya itu
Salam hangat guys, jumpa lagi dong sama Author, eh btw bagi reward nya dong buat Author karena udah semangat buat Up. Caranya ya like, rate and vote terus jangan lupa tap love nya biar selalu ada notif saat Author up episode terbaru
Sarangheyo dofu-dofu and thanks dofu-dofu guys
__ADS_1