
Pagi ini semua orang nampak sibuk karena mempersiapkan segala keperluan yang harus di bawa untuk weekend mereka. Semua barang-barang bawaan yang sudah siap segera di masuk kan ke dalam bagasi mobil. Aldino anak
yang begitu aktif itu antusias membawa keperluan nya untuk memancing ikan di danau. “Paman Abas apa semua peralatan memancing ku sudah kau masuk kan ke dalam mobil” tanya Aldino
“Sudah Tuan kecil” balas Pak Abas
“Ah terima kasih Paman” ujar Aldino, “Sis Della ayo kita naik” seru nya pada sang Kakak
“Yah kau saja, aku akan ikut bersama Oppa” ujar Della
“Ah baik lah, Pi..Ibu ayo segera lah” panggil Aldino yang sudah tak sabaran
“Ah anak nakal, lihat lah sayang jagoan ku” ujar Frans pada istri nya
“Ya ayo kita berangkat” ujar Rasmi yang sudah siap dan memasang seat belt
2 mobil itu sudah meninggalkan hunian nya menuju tempat di mana mereka akan menghabiskan waktu seharian penuh untuk bersenang-senang dan menciptakan banyak moment indah di sana. Di dalam perjalanan Akbar sibuk dengan ponsel nya untuk menanyakan posisi Riri saat ini
📱: “Apa kalian sudah bergegas kemari” pesan dari Akbar
“Ting” nontifikasi dari ponsel Riri, 📱: “Ah iya 25 menit lagi kami akan segera sampai” balas pesan dari Riri
📱: “Hem, baiklah aku menunggu mu” balas pesan dari Akbar
“Idih Oppa senyum-senyum sendiri, apaan sih jadi kepo” tanya Della
“Ekhem..anak kecil nggak usah ikut campur” balas Akbar
“Hilih nggak kompak banget sih jadi Oppa” gerutu Akbar
“Suka-suka, sudah duduk yang benar” ujar Akbar saat Della kepo dengan isi pesan yang di sampaikan itu pada seseorang
“Huh” sebal Della
Setelah sampai semua orang nampak sibuk untuk menurunkan barang-barang bawaan nya itu dan segera untuk di tata rapi kan, sementara Aldino sibuk dengan kursi dan juga alat-alat pancing nya itu. Para supir pribadi pun sudah selesai untuk menata semua barang bawaan para tuan dan majikan nya itu
Hari ini cuaca begitu mendukung acara weekend keluarga besar ini. Siapa sangka ternyata rencana weekend ini juga sampai ke keluarga Pratama dan sudah jelas dan pasti mereka pun turut ikut dalam merayakan moment penting ini, karena jarang sekali semenjak anak-anak mereka tumbuh besar dan dewasa semua sudah sibuk bekerja dan sebagai nya
Kejadian yang telah lalu itu memberikan ruang dan waktu luang untuk mereka menghabiskan waktu bersama dan menciptakan banyak tawa. Moment inilah yang paling berharga, nikmat mana lagi yang kau dusta kan, betapa Tuhan telah memberikan sesuatu ujian pasti ada jalan dan kemudahan serta hikmah di balik itu semua agar senantiasa mengajarkan kita untuk terus bersyukur dan terus berjuang menjalani hidup sebagaimana kodrat kita sebagai hamba nya
Kurang lebih 15 menit kedatangan Juliana dan keluarga pun membawa kejutan buat Maldeva betapa tidak diri nya senang bukan kepalang saat melihat kedatangan Riri dan juga Bu Ratih
“Eh Bu Sarah, Tuan Pratama” ujar Bu Ratih
“Iya Bu Ratih, aduh ternyata ini benar-benar kejutan yang luar biasa ya” balas Sarah
“Ri, jangan bilang kamu udah tahu kalau Tuan Maldeva dan juga keluarga nya weekend di sini” bisik Juliana
“Enggak..aku cuman tahu kalau Akbar saja yang berencana kemari” balas Riri santui
“Tuh kan bener apa dugaan ku, kamu ya” sebal Juliana
“Ih apaan sih, orang dia kok yang kemarin datang nawarin kalau kita weekend bareng aja” ujar Riri
“Kapan datang nya” tanya Juliana
“Ya pas kamu balik itu” balas Riri
“Ih nyebelin ya” gerutu Juliana
“Ekhem..mau ku bantu” tawar Maldeva yang menghampiri kedua nya
“Eh..Tuan, ah tidak perlu repot-repot” ujar Juliana
“Ah tidak apa-apa, sini biar saya yang beres kan” ujar Maldeva yang langsung mengambil alih barang bawaan Juliana
__ADS_1
“Ekhem..Ri sini biar aku saja” ujar Akbar dari belakang
“Eh..eng.gak usah, biar aku saja” tolak Riri namun Akbar sudah mendahului nya
“Ekhem…bakalan ada persaingan nih” gumam Juliana lalu menyusul langkah maldeva
“Ish apaan sih” sebal Riri dan langsung mengambil sisa bawaan nya lalu menghampiri semua orang
Semua orang nampak senang dan saling berkenalan, Adinda, Della dan juga Aldino sedari tadi sudah sibuk pergi ke tepi seberang danau untuk memancing, sedangkan Juliana, Riri, Akbar dan Maldeva nampak canggung karena bingung harus melakukan aktivitas apa
“Loh Bang, kok kalian pada bengong” ujar Sarah, “Itu sana Adik-adik nya pada mancing loh” ujar Sarah
“Iya Tan” balas Akbar, “Ya udah yuk, kita ke sana” ujar Akbar yang langsung menarik tangan Riri untuk segera ke pergi ke tepi danau
“Ah Tuan, Bagaimana kalau kita ikut memancing juga” ujar Juliana
“Em..ide yang bagus” balas Maldeva.Kedua nya pun menyusul Akbar dan juga Riri di tepi danau
“Eh ngapain ikut-ikut” tanya Akbar
“Yang ikutin kamu siapa” tanya Maldeva
“Pftt” tawa Juliana dan Riri
“Ah sudah lah, em..Ri ayo kita naik perahu itu sekalian kita memancing di tengah danau” ajak Akbar
“Eh..” ujar Maldeva
“Apaan sih, ganggu aja kerjaan nya” gerutu Akbar yang cepat menyela ucapan sepupu nya itu
Tak jauh dari pandangan ketiga Adik-adik nya Della dan Adinda nampak memperhatikan kedua Kakak nya itu yang seperti Tom and Jerry jika selalu berdekatan ada saja kelakuan konyol mereka
“Din, itu Abang kenapa enggak ngalah aja sih sama Oppa” ujar Della pada sepupu nya
“Tau, suka-suka dia lah” balas Adinda
“Bodo” balas Adinda yang sibuk mengambil gambar dengan kamera nya
Sementara itu ke empat orang ini masih nampak beradu debat karena Maldeva tidak mau kalah dengan sepupu nya itu
“Em..begini saja, aku punya ide” ujar Maldeva pada ketiga nya
“Halah nggak usah ngadi-ngadi deh” sela Akbar, “Ri ayo” seru Akbar yang menarik lengan Riri agar segera naik ke atas perahu
“Eh Bos em.. benar apa kata Tuan Maldeva, kita dengarkan dulu ide nya” timpal Juliana
Akbar pun menoleh kearah Riri dan di anggukan oleh Riri, dengan terpaksa Akbar pun menuruti keinginan sepupu nya itu. “Em..kita taruhan, gimana?” ujar Maldeva
“Nggak” tolak Akbar
“Huh” hembusan nafas kedua wanita yang sudah enek dengan kekanak-kanakan Akbar
“Haish” gerutu Akbar menatap sinis kearah sepupu nya itu
“Kita taruhan siapa yang bisa mendayung kearah tengah danau dan memancing ikan terbanyak dia lah pemenang nya” ujar Maldeva
“Hem siapa takut” balas Akbar
“Hanya itu kan, itu sangat muda bagi ku” ujar Akbar berbangga diri
“Aku belum selesai bicara Bar, em..kalau yang menang boleh minta apa saja dan kalau yang kalah harus sepakat dan setuju sama permintaan dari pemenang” ujar Maldeva meyakinkan
“Lu nggak lagi ngejebak gue kan, gue gak mau” tolak Akbar
“Ah begini saja, kalau yang kalah 3 hari kedepan bakal jadi supir pribadi” ujar Juliana
__ADS_1
“Hem..ide yang cukup bagus” ujar Akbar, “Kalau itu aku setuju” balas Akbar menyeringai kearah sepupu itu
“Haish..” gerutu Maldeva yang kalah telak dengan kepicikan Akbar
“Jangan kira siasat lu bakalan berjalan sempurna” ujar Akbar membatin
“Ayo siapa takut” ujar Maldeva yang membalas senyuman devil itu pada sepupu nya
Kedua perempuan itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol kedua lelaki itu, ada-ada saja pikir nya.
"Huh menyebalkan sekali berurusan dengan para singa-singa ini" gerutu batin kedua nya
“Eh..Din itu Oppa sama Abang ngapain tuh” tanya Della yang melihat kedua Kakak sepupu nya itu bergiat dalam mendayung perahu
“Lagi balap perahu kali” balas Adinda santai
“Ih dari tadi nyebelin mulu” gerutu Della
“…” Adinda tak menggubris sepupu nya itu dan melanjutkan memotret keseruan kedua Kakak nya itu bersama pasangan nya masing-masing
45 menit asyik dengan keseruan mereka akhir nya hasil pancingan yang di dapat pun menyatakan kalau Maldeva lah pemenang nya, ya Akbar pun tahu kalau diri nya kurang mahir dalam memancing makanya tadi dia begitu antusias sekali menolak tawaran Maldeva yang memiliki daya tipu muslihat. “Haha..dia pikir akan bisa mengelabui ku, tidak akan mudah” tawa Akbar
“Kok ketawa sih Oppa” tanya Della
“Ya emang kenapa, emang ada yang larang” ujar Akbar
“Ya aneh saja, orang kalah ya pasti kesel, sedih atau marah gitu” ujar Della
“Ngapain buang-buang energi, mending tertawa membuat suasana hati makin happy” balas Akbar
Semua pemuda dan pemudi itu menghampiri keluarga nya dan memberikan hasil tangkapan mereka ke bagian pembakar. Hasil yang di dapat lumayan untuk semua orang, Maldeva yang mendapat hasil pancingan ikan sebanyak 3 ekor, Akbar hanya 1 ekor, tidak dengan Aldino dan Pak Abas sang supir pribadi, mereka berdua mendapatkan hasil sebanyak 6 ekor ikan yang cukup besar, wah ternyata Aldino sangat berbakat ya, hihi…
Sedangkan Frans, Pratama dan juga Adrian sedang asyik dengan obrolan seputar bisnis dan kantoran, ya begitu lah para orang tua, apalagi ketiga nya adalah kerabat bisnis yang berpengaruh di Ibu Kota
Setelah acara bakar membakar ikan dan menikmati semua hidangan yang tersedia, semua orang nampak senang dan gembira setiap moment itu tak lupa pula di abadikan oleh Adinda yang hobi sekali dengan potret memotret
Hari mulai menampakkan gelap tanda waktu sudah sangat sore sekali ke empat keluarga itu pun bergegas mengemasi semua barang-barang bawaan nya dan segera kembali ke rumah mereka masing-masing
“Tuan, Nyonya semua sudah siap mari kita pulang” ujar Pak Abas
“Ah baiklah, ayo anak-anak kita harus segera kembali sebelum maghrib” ujar Sarah
“Iya Mi” jawab Adinda langsung masuk ke dalam mobil
Begitu pun dengan keluarga Juliana, Riri dan Della semua anggota keluarga itu pun segera kembali pulang. Hari yang begitu menyenangkan bukan, menghabiskan 1 hari penuh bersama orang-orang terdekat adalah hal yang
begitu luar biasa nya
Bu Ratih nampak sangat bahagia dan tak henti-henti nya menebarkan senyuman, “Ibu baik-baik saja kan” tanya Riri lalu menyandarkan kepala nya ke bahu Bu Ratih
“Iya sayang, Ibu baik-baik saja” balas Bu Ratih
Juliana dan keluarga nya yang melihat dan mendengar itu pun nampak tersenyum dengan kehangatan yang di curahkan oleh Bu Ratih pada Riri
“Pa..” rengek Juliana lalu bersandar di bahu Papa nya itu
“Ih yang manja” ujar Adrian terkekeh dengan tingkah anak nya itu
“Ekhem..Mama nya nggak di ajak-ajak nih” ujar Rani
“Idih ada yang jealous sama anak sendiri” goda Adrian lalu menggenggam jemari istrinya itu
Semua nya nampak senang dan bahagia, ya orang-orang sering bilang kebahagiaan itu sederhana, mungkin seperti ini artinya sederhana itu adalah sebuah kehangatan yang di berikan oleh seseorang itu tulus tanpa di buat-buat dengan mengikuti skenario drama
Hihi..Author juga senang guys, emp…salam semua readers tetap LIKE, RATE AND TAP LOVE ya, kalau kalian baik hati bak malaikat bantu juga buat VOTE ya, Author bakal seneng pake banget dan langsung salto-salto girang
__ADS_1
Sarangheyo dofu-dofu and thanks dofu-dofu