MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 26 (BERI SEDIKIT WAKTU)


__ADS_3

Sedikit merasa lelah dan jengah akibat menunggu kemacetan yang hampir 1 jam lebih membuat siapa saja akan merasa kesal, namun nurani manusia masih terpatri dalam diri. Bagaimana pun ini adalah musibah yang di alami oleh orang-orang tertentu, sebagai manusia biasa patut memberikan rasa kasihan serta kemanusiaan


“Ya allah, semoga engkau memberikan kebaikan serta keselamatan kepadanya, aamiin” doa Juliana merasa iba


“Ha…sepertinya aku sudah sangat terlambat, hem daripada bosan menunggu lebih baik, aku mampir sejenak” ujar Juliana menepikan roda empat ke salah satu café di persimpangan jalan. Tiba-tiba mobilnya seperti linglung, rupanya malam ini adalah malam penuh tantangan dengan banyak ujian, ya allah….ada-ada aja ya, hehe author jail  banget ya


“Ya ampun, ini mobil kenapa lagi” omel Juliana lalu turun dan melihat kejanggalan tersebut


“Ha…ban nya kempes, aduh gimana nih” bingung Juliana melihat ke sekelilingnya. “Mana gak ada bengkel lagi di sekitaran sini” pasrah Juliana


“Eh…kamu Juliana kan?” tanya Maldeva datang menghampiri


“….”


“Mobilnya kenapa?” tanya Maldeva


“Ya ampun, pak maldev, aduh maaf-maaf, gak denger tadi, kirain siapa gitu?” jawab Juliana sedikit kikuk


“Mobilnya mogok ya” tanya Maldeva


“Iya nih, ban nya kempes padahal tadi gakpapa kok, mungkin di persimpangan tadi kena paku atau apalah” ujar Juliana sedikit ngegas


“Hehe…udah, kamu mau balik atau gimana?” tanya Maldeva


“Ah…begini pak, saya sebenarnya mau jemputin riri ke hotel SB” ujar Juliana


“Ya udah barengan aja sama saya, biar mobilnya nanti gampanglah di atur sama asisten saya” ujar Maldeva


“Yang bener pak, eh..hehe maaf-maaf, maksud saya makasih” ujar Juliana kegirangan, mimpi apa coba malam ini walau kena sial, tapi ada hikmanya hehe…


“Ya udah, ayo” seru Maldeva mempersilahkan Juliana untuk segera naik ke dalam mobil


_


_


_


“Wanita yang saya maksud itu adalah dia….” Ujar Akbar menunjuk tepat sasaran pada Riri yang sedikit baper dengan kata-kata maut dari Akbar, hehe…garing banget thor


Semua mata dan kepala menengok mengikuti arah telunjuk Akbar ke salah satu wanita yang dimaksud. Tentunya dua muda mudi yang berada di samping riri melihat jengah dan sedikit memonyongkan bibirnya, entah itu ekspresi terkejut atau iri, hehe,, bilang bos, balbale-bale🤦


Serentak MC pun bersorak kegirangan berseru agar sang wanita segera datang menghampiri pria nya. Hehe calon mempelai silahkan….ralat thor, ih author jaim banget ya kerjaannya


“Silahkan nona” ujar MC. “Segeralah turun dan menyambut hangat tuan kami” ujar MC lalu bertepuk tangan


“Turun…turun” ramai-ramai semua orang bersorak


Riri yang sedikit gugup itu, dibuat terkejut dan membuat jantungnya terpompa keras, deg..deg…deg, ada yang dengar gak ya hihi….


Dengan langkah pasti Riri menuruni anak tangga untuk maju ke depan menghampiri lelaki tampan yang sudah setia menanti kedatanganya. Sampai di hadapan sang lelaki itu, Riri menatap nya penuh hangat seakan-akan memberikan harapan bahwa lamaran nya akan di terima

__ADS_1


“Terima kasih, karena sudah datang dan menemuiku” ujar Akbar lalu bersimpuh seperti lelaki sejati untuk menyatakan cintanya


“Aku mencintaimu sepenuh hatiku, apakah kau mau menjadi wanitaku, menjadi milikku, menjadi bagian dari diriku?” tanya Akbar lantang dengan seulas senyuman tulus yang siapa saja melihatnya akan meleleh di buatnya


“Ya allah, betapa tulusnya senyuman itu, tapi apa yang harus aku katakana padanya” batin Riri bersua berdiskusi dengan hati dan pikirannya


“Tolonglah hambamu ini ya rab, aku sungguh tak ingin membuatnya patah dan merasa malu, tolong berilah akan pertolongan” batin Riri memohon ridho kepada sang ilahi, semoga saja ada keajaiban


“Terima-terima” ramai-ramai semua orang bersorak tentunya hal ini di pimpin oleh seorang MC


Akbar masih tetap setia dengan gaya nya saat ini tentu senyuman itu pun tak pernah luntur dan tetap memancarkan aura kebahagiaan. Riri pun tak memiliki pilihan hanya berharap semoga ada jawaban atas doanya


“A..a..aku…”ujar Riri terbata-bata, ah sungguh lidah ini seperti kaku memberikan jawaban. Tiba-tiba ruang itu pun gelap sebab padamnya lampu, dengan sigap riri mengambil kesempatan itu untuk pergi menghilang tentunya Riri pergi bersama akbar untuk menyelesaikan masalah ini


“Ha…..” semua orang panik karena gelapnya ruangan, namun dapat terkontrol karena di pandu oleh beberapa pengawal, 10 menit kemudian lampu di ruangan itu pun menyala, seketika orang-orang pada lega, namun terkejut karena hilangnya kedua anak manusia yang sedang dimabuk asmara


“Dimana pak akbar dan wanita itu” ujar salah satu Pengawal. Seketika mereka berhamburan untuk mencari tuan mereka. Semua pengawal cukup panik akibat menghilangnya akbar secara tiba-tiba itu, pak mulis sebagai asisten kepercayaannya itu segera menuju ke ruang rekam CCTV untuk melihat keberadaan tuannya


“Ah rupanya tuanku pergi untuk merencakan rencana lain” gumam Pak Mulis lalu tersenyum dan segera melaporkan semua pada rekan-rekannya bahwa sang majikan baik-baik saja


_


_


_


_


“Maaf” balas Riri


“Dengar, aku..aku tidak bermaksud untuk membuatmu kecewa, tapi aku..” ujar Riri terhenti saat akbar memotong perkataannya


“Tidak. Jangan katakan itu, setidaknya beri sedikit waktu untuk memikirkan tawaran ku, sungguh jangan patahkan hati ini” ujar Akbar dengan nada sedikit kecewa


“Aku tahu, mungkin aku bukanlah lelaki yang kamu impikan, tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku pantas menjadi milikmu” ujar Akbar memegang kedua tangan Riri dengan penuh harap


“A..aku…” ujar Riri terhenti


“Aku akan menunggu mu memberikan jawabannya, entah itu seminggu, sebulan, atau setahun” ujar Akbar yang tak begitu yakin


“Maafkan aku, bukan maksud hati memberi harapan, tapi…hah” ujar Riri menghembuskan nafasnya, terlihat berat jika harus memendam ini semua


“Untuk saat ini, aku hanya memikirkan keadaan Bu Ratih, maaf bila aku terlalu ego, tapi sungguh aku belum siap untuk membuka hatiku untuk siapa pun" ungkap Riri


“Baiklah, aku akan menunggu mu dan jangan pernah menghindari ku karena pernyataan ini, anggap saja ini hanya sebuah ungkapan yang belum menemukan jawabannya, ya seperti sebuah misteri yang belum terpecahkan” ujar Akbar terkekeh memperlihatkan ketegaran nya, malu dong melow di depan wanita, harga diri lelaki harus di junjung setinggi langit


“Terima kasih” ujar Riri dan mendapatkan pelukan hangat dari tubuh kekar Akbar


Tanpa keduanya sadari sepasang mata mengamati kemesraan keduanya, hal ini membuat maldeva gusar hingga kecewa karena moment yang di rencanakan gagal total, belum juga berperang tapi sudah kalah, hehe… salah paham kamu nya Maldeva, masih ada kesempatan kok buat kamu untuk berjuang merebut hati riri, hihi…


“Eh…pak, saya cariin padahal di sini” ujar Juliana

__ADS_1


“Oh iya maaf-maaf, ya udah saya balik duluan ya” ujar Maldeva


“Ah pak..” ujar Juliana, tapi seakan-akan terhenti saat Akbar dan Riri menghampirinya


“Loh juls, kamu ada di sini, kok gak bilang-bilang sih” tanya Riri


“Eh..hehe…enggak tadi itu, aku…ah aku dari toilet, pas mau pulang gini kok ada lihat seseorang yang aku kenal, eh pas mau panggil malah udah gak ada” kilah Juliana


“Ya udah yuk, kita balik aja” seru Juliana


“Hemm…eh aku pulang dulu ya” ujar Riri pada akbar


“Iya, kamu hati-hati ya”  jawab Akbar tersenyum ramah


“Ya udah ayok” seru Juliana menarik tangan riri dan segera pergi dari hadapan Akbar


_


_


_


_


“Nah, mana mobilnya” tanya Riri


“Hehe…mobil aku lagi di bengkel, nah aku tadi itu barengan sama Pak Maldeva, terus kita pulangnya ya pake taxi” jawab Juliana manja musiman


“Hem…ya udah, ayok” seru Riri menggandeng lengan sahabatnya itu


“Cie-cie” goda Juliana pada sahabatnya


“Apaan sih, gak jelas banget” ujar Riri memerah akibat ulah sahabatnya itu


“Pasti di tembak ya sama si singa jantan barusan” selidik Juliana penuh kepo


“Sok tahu” jawab Riri


“Ya itu kenapa juga muka keq tomat bonyok” ujar Juliana menunjuk wajah sahabatnya itu


“Ih…kepo ya” kilah Riri merasa gemas sendiri dengan kelakuan sahabatnya itu


“Hayo ngaku..ngaku” desak Juliana menggelitiki perut riri


“Ih apaan sih” jawab Riri menapis tangan jahil Juliana


“Udah..udah, tuh taxi nya” ujar Riri. “Taxi…taxi” teriak Riri memanggil taxi. Keduanya pun segera menumpangi taxi dan segera kembali pulang


Hai-hai guys, masih setia kan ya sama MWM ini, ayok jadikan MWM ini novel favorite kalian, author bakal seneng pake banget, hihi…😁


Next Episode ya guys….pantengin terus and thanks dofu-dofu😊

__ADS_1


__ADS_2