
Pagi hari pukul 07.00 WIB
"Nak, kalian sudah siap" tanya Bu Ratih. "Ayo, segera ke meja makan, Ibu tunggu ya" sambung Bu Ratih. Riri dan Juliana segera, menyantap sarapan dengan senang hati
"Bu, nasi gorengnya enak banget. Sisanya boleh ya, Juli bawa buat bekal" pinta Juliana
"Dasar bocah" ujar Riri sambil menggelengkan kepalanya
"Biarin wleee" jawab Juliana menjulurkan lidahnya kearah Riri lalu menaruh nasgor ke dalam tapware. Bu Ratih tersenyum dan beranjak mengambil barang orderan.
15 menit kemudian…
"Ini Nak" ucap Bu Ratih memberikan beberapa paper bag beserta alamat pelanggan ke Juli dan Riri
"Ok Bu. Ini mah beres" jawab Juliana. "Eitss, terus bayarannya gimana Bu" tanya Juliana
"Haha....😆", Tagihannya udah ditransfer, tapi ini ada satu alamatbyang belum bayar tagihannya" ujar Bu Ratih yang memberikan kartu alamat pemiliknya. Juliana yang melihat alamat yang tertera, seketika😱
"WHAT!!!!😮" pekiknya kaget. "Inikan alamatnya, gak jauh dari komplek rumahku" ujar Juliana. Riri menatap bingung kearah Juliana. Seakan tahu bahwa, sahabatnya kebingungan. Juliana pun menjelaskan maksudnya
"Hehe" 😁cengir Juliana. "Aku udah pernah ke sana sekali pas anterin adik kecil yang main sepeda terus jatuh itu loh dan Abangnya itu galak bener. Bukannya berterima kasih, malah marah-marah gak jelas, tapi tau gak, Abangnya itu ganteng pake banget" cerocos Juliana
"Mulai dah nih anak, pagi-pagi juga" gumam Riri. "Bu, kayanya mesti sembur dulu deh, biar Nyai kumatnya sadar" seru Riri pada Bu Ratih saking gemasnya dengan tingkah sahabatnya itu
"Astaga, awas aja kalau kamu sampe naksir, entar gak ketulungan" tangkis Juliana
"Sudah-sudah. Ayo segera berangkat. Jangan lupa hati-hati ya, gak boleh ngebut-ngebut" ujar Bu Ratih
"Siap Ibu Komandan " seru keduanya seraya memberi salam dan berangkat. Di dalam mobil Juliana, bertanya kemana duluan untuk mengantarkan orderannya
"Ri, kita ke alamat mana dulu?" tanya Juliana
"Ke alamat ini aja dulu, terakhir baru ke tempat yang belum bayar tagihan orderannya" jawab Riri sambil membacakan alamat pelanggan
"Oke! capcuss" sorak Juliana
Tiga jam kemudian, keduanya tiba di kompleks rumah mewah!
"Mana nih rumahnya" tanya Riri
"Yaelah, lemotnya itu bisa gak kurangin dikit" pinta Juliana. Pasalnya mobil mereka, tepat berhenti di depan gerbang rumah mewah tersebut.
"Nih.." ujar Riri menyerahkan paperbag ke Juliana kemudian menyandarkan tubuhnya, lalu memejamkan matanya
"Loh..loh, kok kasih ke aku sih?" tanya Juliana
"Ri, kamu aja ya yang anterin" pinta Juliana, Namun tak digubris oleh Riri.
"Riri, my angel please ya, ya" memelas manja
"Ok! tapi ada syaratnya" jawab Riri tersenyum licik
"Aish, giliran keq gini aja pake ada syaratnya" gerutu Juliana
__ADS_1
"Ia deh, aku ngaku salah. Tolong maafin aku ya please" jawab Juliana tersenyum manja yang dibuat-buat
"OK. Lets go" jawab Riri menarik tangan Juliana
"Ekh..ekhem, lepasin gak?" pinta Juliana, "Tadikan aku udah minta maaf "sambung Juliana
"Ya udah banyak alesan aja. Siniin paper bag-nya" jawab Riri kesal lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju pos satpam
"Permisi Pak. Maaf, apa benar ini alamatnya Pak Akbar Saputra Irham" tanya Riri
"Oh iya Dek cantik dan manis" goda sang Satpam
"Ada perlu apa ya, Dek cantik?" tanya Satpam
"Aah, ini Pak saya mau anter orderannya Pak" jawab Riri sembari menunjukkan paper bag
"Oh Dek cantik ini kurir ya" tanya Satpam, "Sebentar ya Dek cantik, saya panggilkan dulu" ujar Satpam lalu nyelonong aja kek bayangan kilat. Hihi….😁
"Ah iya Pak" jawab Riri tersenyum
"Haissh, orang cuman mau nganterin ini doang dikatain kurir" gerutu kesal Riri pada Satpam
10 menit kemudian. Satpam keluar dan menyuruh Riri untuk mengikutinya
"Mari Dek cantik. Saya anterin ke dalam, kebetulan Tuan Muda Akbar sedang santai ditaman belakang" ujar Satpam
"Baik Pak, mari" jawab Riri mengikuti langkah Satpam dari belakang
"Tuan, ini kurir cantiknya yang mau anterin orderan" ujar Satpam
"Baik Tuan" jawab Satpam berbalik arah, kemudian menyuruh Riri untuk duduk sebentar
"Ade cantik, duduk dulu sebentar ya "ucap Satpam mendelikkan matanya, lalu pergi kearah pantry menemui Bi Meri
"Bi Meri, tolong sugukan minuman dingin ke nona cantik di depan ya" pinta Satpam
"Minumannya, apa Mang Jai?" tanya Bi Meri
"Jus jeruk aja Bi, ya sudah saya balik dulu ke pos" seru Mang Jai
"Ini Nona, di minum dulu" pinta Bi Meri yang meletakan segelas minuman dingin
di atas meja
"Ah iya terima kasih ya Bu" jawab Riri tersenyum ramah
"Ekhem…" Suara seseorang dari arah belakang mengisyaratkan Bi Meri untuk segera bergegas pergi. Lalu Akbar mendekati Riri dan membuka percakapan.
"Mana orderan saya" tanya Akbar
Riri terkejut, pasalnya orang yang ada di depannya ini adalah orang yang tidak sengaja, iya lempari kaleng susu brand bear bekas setelah habis diminumnya.
"Halo.." ujar Akbar sambil melambaikan tangannya kearah wajah Riri
__ADS_1
"Ah, i.i.ini Tuan" jawab Riri gagap sambil menyerahkan paper bag lalu menundukan kepalanya. Akbar tersenyum sinis, lalu menerima paperbag tersebut
"Ok. kamu tunggu di sini. Saya mau ambil uang dulu" ujar Akbar lalu berjalan menuju lantai dua
"Ya ampun….semoga aja itu orang gak ingat sama aku" lirih batin Riri.
Lima menit kemudian Akbar turun dengan seulas senyuman penuh mangsa, lalu memberikan beberapa lembar uang pada kurir cantik yang di maksudkan oleh Pak Satpam, hehe...😁
"Ini" ujar Akbar menyerahkan uang kepada Riri
"Ah, iya Tuan" jawab Riri sambil menadah kedua tangannya dalam keadaan kepala menunduk, tapi uang yang diberikan tidak kunjung mendarat di tangannya. Kemudian Riri menengadahkan wajahnya ke atas lalu tersenyum lebar, "Hehe....😁" Akbar memasang wajah dingin dan datar
"Hai Nona cantik, ternyata takdir itu benar adanya, kita berjumpa lagi" sapa Akbar
"Ah..i..iya tuan hehe" jawab Riri
Dengan sigap Akbar hendak berjalan mendekati kearah nya. Riri refleks, menyilangkan kedua tangannya kearah dada lalu melangkah mundur. Tiba-tiba tangan kekar milik Akbar memegang pinggang ramping Riri lalu mendekapnya dan menundukkan sedikit kepalanya kearah wajah Riri lalu membisikan sesuatu ke telinganya.
"Kamu tidak akan lolos dariku sekarang ” ucap Akbar yang membuat bergidig ngeri
Riri yang gugup dan takut lalu menutup kedua matanya. Tau gak guys, jantungnya Riri berdetak hebat. Dengarin aja tuh, dug..dug..dug…ke acara festival musik gendang rame banget dah hihi…😜😂
"Ahaha" Akbar tertawa puas lalu melepaskan tangannya dari pinggang Riri. Riri tersadar dan membuka kedua matanya lalu menghembuskan nafas nya perlahan.
"Huuftt…. Leganya. Eitcss, di mana tuh orang" lirih Riri sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Tuan rumah. Tiba-tiba suara dari arah belakang mengejutkan Riri
"Ekhem, cari saya ya?" tanya Akbar. "Baru saya tinggal sebentar, kamu sudah merindukan saya" sambung Akbar lalu memberikan paper bag ke Riri
Bingung?? Itulah yang menggambarkan maksud Riri saat ini. Dahinya berkerut, meminta penjelasan pada sang Tuan rumah. Melihat nampak ada guratan pada wajah Riri. Akbar pun menjelaskan maksudnya.
"Sebagai permintaan maaf kamu agar saya terima dengan ikhlas, maka kamu harus menyelesaikan orderan saya itu, tepatnya besok sore saya sudah terima beres" ujar Akbar sok cool. Riri melihat beberapa setelan kemeja dan jas lalu tersenyum ramah
"Ah…iya Tuan, kalau begitu saya pamit dulu" jawab Riri dengan sigap segera pergi dari kandang singa itu
Flashback Riri & Akbar
Riri yang pada waktu itu, sedang beristirahat sejenak. Sedang menikmati minuman susu kesukaannya (Brand bear), di bangku halaman kampus.
Tiba-tiba suara getar HP, disaku blazer-nya berbunyi. Drertt..drett…
Segera Riri, membuka dan membaca sebuah pesan. Alhasil membuat Riri, frustasi lalu melemparkan sembarangan, minuman susu kaleng bekasnya.
"Ptookk…." suara orang ketiban kaleng guys
"Aduh...." rintih Akbar sambil mengusap-ngusap kepala bagian belakang.
"Siapa sih, seenak jidat aja main lempar-lempar" gerutu Akbar mencari orang yang sudah membuat kepalanya benjol
"Woy, loe punya masalah sama gue" tanya Akbar menghampiri biang keladinya
"Ee..mmp, maaf ya Mas, saya gak sengaja" jawab Riri sambil mengatupkan kedua tangannya, "Hehe...😁 cengir Riri
"Gak bisa, loe harus tanggung jawab, loe kira kepala gue tong sampah apa" kesal Akbar. Namun Riri tak menggubris lalu berlari meninggalkan Akbar
__ADS_1
"Sialan, pake acara kabur lagi, awas aja kalau sampe ketemu lagi" gerutu Akbar lalu pergi meninggalkan halaman kampus dengan sedikit kekesalan
Hehe... apes banget dah si Akbar. OK guys segini dulu, sarangheyo dofu-dofu 🤗