
"Hoam" Riri menguap pasca bangun dari tidurnya. Sambil merenggangkan otot-ototnya dan seketika😱
"WHAT" pekik Riri, "Ya ampun, jam berapa sekarang" ujar Riri nampak panik tanpa pikir panjang Riri segera membersihkan tubuhnya
30 menit kemudian, Riri tengah bersiap untuk mengantarkan pesanan nya itu.
"Loh, loh mau kemana" tanya Bu Ratih saat melihat Riri seperti orang dikejar-kejar zombie
"Mau anterin orderan ini Bu" jawab Riri sambil menunjukkan paper bag dan hendak bergegas pergi, namun langkahnya terhenti saat Bu Ratih menyuruhnya sarapan dulu karena sejak pagi Riri belum mengisi gudang tengahnya
"Eitss, jangan terburu-buru. Ayo, sini makan dulu, Ibu udah buatin makan siang loh" ujar Bu Ratih menata piring di meja makan
"Mm, nanti aja deh Bu takut terlambat nantinya" ujar Riri, seketika Riri terdiam karena Bu Ratih memandangnya secara intens
"Ah iya Bu, tapi Riri makan roti keju ini aja ya Bu" ujar Riri dengan suara manja
"Baiklah, ini.." jawab Bu Ratih lalu menyodorkan segelas jus guava untuk diminum Riri
"Makasih ya my sweety heart" goda Riri. Setelah sarapan kilatnya itu Riri segera berpamitan
"Bu, Riri berangkat dulu ya Bu, emm.. Riri mungkin pulangnya agak malam gak apa-apa kan Bu" tanya Riri
"Iya Nak, kamu hati-hati" jawab Bu Ratih. Riri yang sudah siap segera bergegas pergi karena ojol yang iya pesan sudah tiba lima menit yang lalu
"Bang, ke alamat ini ya" ujar Riri sambil memberitahukan alamat tersebut.
"Iya Dek cantik" jawab Bang Ojol
Empat puluh lima menit menempuh perjalanan. Kini Riri sudah berada di kediaman megah itu
"Huufftt…😤" Riri menghembuskan nafas nya secara kasar, "Haiss, berurusan lagi nih mah si pea dan sih singa" gerutu Riri
"Permisi Pak, saya boleh bertemu dengan Tuan Akbar" tanya Riri
"Eeh…adik cantik" goda Satpam, "Oh iya, silahkan neng udah di tungguin tuh sama Tuan Muda di lantai dua" ujar Satpam
__ADS_1
Riri melangkahkan kakinya memasuki rumah tersebut. Kemudian iya teringat akan ucapan Pak Satpam tadi
"Ha…😮 ke lantai dua? aduh, gimana nih" gumam Riri. Riri yang merasa was-was dan pani tiba-tiba dari arah belakang, Bi Meri mengejutkannya
"Eh…Nona yang kemarin, oh mau anterin orderan ya" tanya Bi Meri. "Langsung saja Nona ke lantai dua Tuan Muda sudah menunggu" ujar Bi Meri
"Ha…menunggu " lirih batin Riri
"Ah iya terima kasih Bu" jawab Riri ramah
"Iya sama-sama Nona, oh iya nanti di lantai dua kamar kedua dari arah barat" ujar Bi Meri memberikan penjelasan
"Iya Bu. Kalau begitu saya keatas dulu" jawab Riri lalu beranjak menuju ke lantai dua
"Tap...tap...tap" langkah kaki menyusuri anak tangga di lantai dua
Lantai Dua....
"Emp, kayanya ini deh ruangnya" ragu-ragu Riri untuk memastikan
"Apa aku ketuk aja ya pintu satu persatu" seru Riri bersua dengan fikirannya
"Tok..tok" suara ketukan tamu
"Permisi, saya mau anterin orderannya" ujar Riri di luar pintu, namun tidak ada sahutan dari dalam membuat si empuhnya penasaran aja guys😆
"Kreek" suara pintu terbuka
"Loh dari tadi pintunya gak ke kunci" lirih Riri kemudian mencondongkan sedikit kepalanya untuk mengintip ke dalam ruangan. Seketika Riri terkejut dari arah belakangnya
"Sedang apa kamu di kamar saya" ujar Akbar tepat di belakang Riri
"Aah" kaget Riri lalu membalikan tubuhnya dan hampir iya akan terjatuh
"Aaa" pekik riri sambil menutup matanya. Seketika Riri sadar ternyata tubuhnya tak jatuh ke bawa melainkan ada sosok tangan raksasa yang menopang nya. Seketika kedua mata itu saling bertemu menatap kearah Akbar
__ADS_1
10 detik kemudian...
"Ekh..ehem" Riri beranjak dari dekapan Akbar
"Emm maaf Tuan. Saya tidak bermaksud..." ujar Riri namun kata-kata Riri terpotong karena Akbar menanyakan orderannya
"Mana pesanannya?" tanya Akbar sambil mengulurkan tangannya
"Ah iya Tuan, ini" jawab Riri lalu menyerahkan paper bag. Setelah menerima paper bag itu Akbar berlalu pergi ke ruang gantinya
"Huftt😤" Akbar menghembuskan nafas, secara kasar dan memegang dadanya.
"Haish, bisa-bisanya itu anak, bikin jantungan aja" gumam Akbar lalu tersenyum simpul
10 menit kemudian, Akbar keluar dari ruang ganti dan menyerahkan uang tunai pada Riri. Riri segera mengambil uang tersebut
"Ah terima kasih Tuan" ucap riri lalu hendak melangkah pergi, lagi-lagi langkahnya terhenti oleh Akbar
"Mmm, siapa nama kamu" tanya Akbar
"Ekhem Riri Tuan" jawab Riri. Mendengarkan jawabannya Akbar tersenyum lalu melangkah mendekat kearah Riri seketika Riri panik lalu melangkah mundur.
"Emm, anda ma..mau apa Tuan" tanya Riri gugup
"HP kamu mana?" tanya Akbar lalu mengulurkan tangannya
Riri bingung dan terdiam, tiba-tiba Akbar melangkah untuk mendekatinya, refleks Riri mengeluarkan HP-nya lalu menyerahkan pada Akbar. Akbar kemudian mencatat nomor kontak HP-nya "My Handsome" lalu iya menelpon ke nomor nya menggunakan kontak Riri. Setelah nya Akbar menyerahkan kembali handphone kepada pemiliknya
"Kalau begitu, saya permisi Tuan" ujar Riri lalu bergegas keluar dari kamar dan segera Riri berlalu pergi dari kandang singa itu
"Hehe...😁 dasar sih singa jantan, kan Riri jadi takut guys" tadi kalo beneran Akbar nyium dia gimana?
Menurut kalian?
Aha, janganlah Thor, anak orang tau🤦, hihi stay with me guys 🤗
__ADS_1