MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 19 (TIGA LELAKI INI, SIAPA?) Part 2


__ADS_3

Seteleh kepulangan Maldeva dari kediamannya, beberapa belas menit yang lalu. Kini, datang lagi seseorang yang bertamu. Ya siapa lagi, kalo bukan mencari Riri.


"Assalamualaikum" seru Heru di depan teras rumah


"Wa'alaikumsalam" jawab Bu Ratih


"Maaf Bu, kenalin saya Heru dosen bimbingannya Riri" ujar Heru menyalami Bu Ratih


"Ah begitu. Bapak duduk dulu. Saya panggilkan Riri sebentar ya" ujar Bu Ratih segera berlalu ke dalam rumah untuk memanggil putrinya


"Loh, Nak ada apa? sendirian malah ngelamun sih" tanya Bu Ratih yang menghampiri Riri di kamarnya


"Eh... Ibu, kenapa Bu. Ada yang bisa Riri bantu" tanya Riri


"Kamu tuh, pagi-pagi udah ngelamun aja. Hayo lagi mikirin siapa" goda Bu Ratih


"Gak ada Bu" jawab Riri


"๐Ÿ˜Š ya udah kalo begitu. Sana buruan, temuin tamu kamu. Katanya sih, dosen bimbingan kamu" ujar Bu Ratih


"Ha...maksud Ibu, Pak Dewo" ujar Riri


"Siapa Pak Dewo, ini bapak-bapak cogan" ujar Bu Ratih


"Ha...apa Pak Heru, Bu? " tanya Riri


"Iya, Ya udah buatin dulu minum sama bawa cemilannya" titah Bu Ratih


"Iya Bu" jawab Riri


10 menit kemudian.....


"Maaf Pak, menunggu lama, saya tadi buatkan ini dulu" ujar Riri kemudian meletakan sebuah nampan yang berisi cemilan untuk tamunya itu


"Gapapa Ri, malahan saya udah repotin kamu" jawab Heru tersenyum dengan rona wajah ceria


"Ya udah Pak, sambil di minum dulu mumpung masih hangat" ujar Riri


"Terima kasih" ucap Heru. "Oh iya. Gimana sama perkembangan buku yang saya pinjamkan ke kamu" tanya Heru sedikit basa-basi


"Oh buku itu Pak, alhamdulillah Pak" jawab Riri


"Saya harap, minggu depan nanti. Kamu menampilkan hasil yang maksimal" ujar Heru


"Insya allah Pak" jawab Riri tersenyum manis


DEG...๐Ÿ’–


"Ekehm....Ri "panggil Heru. "Sebenarnya, kedatangan saya kesini mau ngajakin kamu. Apakah kamu mau, jadi patner saya di acara resmi teman saya nanti" tanya Heru sedikit ragu


"Ha..ada apa ini. Jangan bilang, acara resmi temannya itu juga sama dengan tuan maldeva " batin Riri berkoarยฒ


"Gimana Ri, kamu bisakan" tanya Heru membuyarkan sorakan lamunan Riri itu. Sesaat Riri terhenyak, spontan menyatakan setuju.


"Ha...iya Pak" jawab Riri


Mendengarkan jawaban Riri, sontak Heru tersenyum senang dengan sigap Heru langsung berdiri dari tempat duduknya itu.


"Oh ya, kalo gitu saya balik dulu, entar malam selesai magribh saya jemput kamu, sekalian minta izin sama Ibu kamu" ujar Heru


"Ah Pak...." ujar Riri yang tersekat. Entah kesangkut apa tuh, rasanya berat sekali mengeluarkan kata-katanya. Maksud Riri, tadi bukan itu. Heru telah salah paham mengenai jawaban spontannya itu


"Haiss....gimana sih Ri, aduh pusing deh" gerutu Riri merutuki kehilafannya


Dibalik pintu jendela gorden ada sepasang mata dan telinga sedang menguping arah pembicaraan keduanya.


"Eleuhh...elueh, mimpi apa ya aku semalam. Putriku di datangi cogan-cogan. Kan jadi, bingung mau restuin yang mana" gumam Bu Ratih cengengesan di balik gorden jendela

__ADS_1


Riri yang terlanjur badmood segera masuk ke dalam rumah. Dengan sigap Bu Ratih yang melihat Riri itu pun bersembunyi di balik gorden. Kalo ketahuan kan, brabe thor๐Ÿ˜


25 menit kemudian......


Bu Ratih yang sedang menyirami beberapa tanaman hias di depan halaman rumah itu pun, terhenyak kaget. Gimana gak kaget. Orang gak di kenal datang langsung meluk aja. Ini orang kurang ajar bener ya๐Ÿ˜ค


"Ha...siapa ini" ujar Bu Ratih kemudian memukul orang yang telah memeluknya itu


"Ah..a..ampun Bu, maaf saya gak sengaja" ujar Akbar


"Saya kirain Riri Bu, makanya saya meluk" ujar Akbar


"Apa kamu bilang, beraninya kamu. Kamu pikir anak saya apaan. Mau-maunya di peluk orang mesum kek kamu" ujar Bu Ratih sedikit emosi


"Hehe....๐Ÿ˜ brabe neh urusannya kalo gak ngalah, yang ada gak dapat restu" gumam Akbar


"Emang gak bakalan saya restuin, orang mesum keq kamu itu, pantas di tabok aja biar tahu rasa" gerutu Bu Ratih


"Jangan dong Bu, ganteng keq gini kok dianggurin Bu. Kan kasihan" balas Akbar


"Chkk" decih Bu Ratih. "Ini anak, so kepedan banget ya " batin Bu Ratih


"Oh ya Bu, kenalin nama saya Akbar. Calon menantunya Ibu" goda Akbar


"Ha..santai Bu. Gak usah ngegas, nanti penyakit Ibu kambuh gimana, kasihan loh Riri" ujar Akbar seketika Bu Ratih terdiam membisu


Melihat raut wajah Bu Ratih seperti menyimpan beban, Akbar pun segera meminta maaf atas tindakan tutur katanya yang tidak baik itu


"Ah...gimana ya bu. Saya minta maaf, udah mengatakan itu. Saya menyesal, tolong maafkan saya" ujar Akbar dengan nada penyesalan


Belum sempat Bu Ratih menjawab permohonan maaf padanya. Kini keduanya, terlihat canggung saat kedatangan Riri menghampiri keduanya.


"Loh Bu, tadi Riri manggil-manggil dan nyariin Ibu loh. Eh, taunya Ibu ada di sini" ujar Riri


"Eh...tu..tuan" kaget Riri melihat kedatangan Akbar


Riri terkejut dengan penuturan itu. Sontak melototkan kedua matanya. Begitupun, tak kalah sadisnya dengan Bu Ratih


"Oh no, Mom. Tolongin anakmu yang ganteng ini" gumam Akbar merasa aura pemangsa yang kapan saja akan menerkamnya


"Aahaha" tawa Akbar


Bu Ratih dan Riri sontak merasa keheranan. Aneh sekali ini orang. Bisa-bisanya ya๐Ÿ˜†


"Sudahlah Nak, jangan hiraukan si mesum ini" ujar Bu Ratih berjalan masuk ke dalam teras rumah yang di ikuti keduanya dari arah belakang


"Heh..ngapain kamu ikut-ikutan" tanya Bu Ratih


"Hehe...๐Ÿ˜" cengir Akbar. "Saya, mau bertamu Bu. Gak baik loh Bu, nolak tamu. Apalagi tamunya co..g..."


Belum sempat akbar melanjutkan kata-katanya. Bu ratih sudah menyupel mulutnya dengan serbet


"Makan tuh, jadi bocah kok tegil banget" ujar Bu Ratih


"Ah..apa-apaan ini Bu. Saya kan, udah minta maaf" ujar Akbar merasa geli dan hendak memuntahkan semuanya


"Tolong..tolongin saya. Air..teh, jus atau apa saja" ucap Akbar kacau


"Hueek...huekk" gelagat Akbar mendramatis


"Eeh Tuan, aduh jangan muntah di sini napa, lantainya baru saya pel" ujar Riri


"Haiss...orang kesakitan malah mikirin lantai gimana sih" kesal Akbar


"Lah, Tuan udah gak muntah" tanya Riri


"Gak" ketus Akbar bersindakap kedua tangannya di dada

__ADS_1


"Ya udah kalo gitu. Saya masuk dulu" ujar Riri


"Eh..kok gitu banget sama tamu" ujar Akbar


"Ya siapa juga yang ngarepin tamu" jawab Riri


"Wah, bisa-bisanya ya. Manusia memang selalu begitu" ujar Akbar


"Heh, bocah tengil. Awas ya lain kali, kelakuanmu itu yang tiba-tiba dan sembarangan. Ku pastikan tanganmu sudah tak menyatu lagi dengan tubuhmu" ujar Bu Ratih menakut-nakuti. Membuat Akbar menelan salivanya tak percaya. Mimpi apa semalam, sampe salah masuk ke rumah para singa


"Hehe..janji deh Bu gak lagi-lagi" ujar Akbar tersenyum manja sok cute


"Oh ya bu, gimana keadaannya, apa sudah baikan?" tanya Akbar


"Ah pasti sudah lebih baikan ya bu. Pantas saja seperti ninja warior gitu" ujar Akbar sontak mendapat pelototan tajam dari kedua mata Bu Ratih


Ini Akbar ya Thor, gak kapok-kapok bersenda gurau. Pengen di tampol kali ya, biar mulutnya mingkem๐Ÿค”


"Maaf...maaf. Ekhem.. Bu saya ke sini mau, minta izin. Boleh bawa Riri, sebentar gak? Saya janji, bakalan kembalikan Riri dengan selamat sentousa. Saya janji, gak bakal macam-macam. Cuman 1 macam aja Bu" ujar Akbar cengengesan


"Kamu itu ya" kesal Bu Ratih


"Ya Bu, pliss๐Ÿ™" ujar Akbar memelas iba


Bu Ratih yang melihat sikap Akbar itu pun, terlintas sebuah ide gila untuk mengerjai bocah kurangajar ini


"Oke. Kamu tunggu sebentar di sini" ujar Bu Ratih masuk ke dalam rumah menuju dapur untuk segera melancarkan aksinya


"Jeng....jreng....minum untuk tamunya sudah datang" ujar Bu Ratih membawa segelas air putih


"Tadikan katanya haus ya" ujar Bu Ratih. "Nih, diminum dulu" tawar Bu Ratih lalu tersenyum, melirik kearah Riri yang dari tadi hanya diam menyaksikan siaran komedi itu.๐Ÿ˜


"Byurr......" 1x semburan dari dalam mulut Akbar


"Ah..asin. Bu, kok air putihnya asin" tanya Akbar


"Ahaha....๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚ "tawa Riri dan bu ratih


"Oh jadi ceritanya, dendaman nih" ujar Akbar mendekati Bu Ratih


HAP..๐Ÿค—๐Ÿค—


Akbar memeluk erat tubuh Bu Ratih. "Makasih ya Bu" ujar Akbar lalu melepaskan pelukannya


"Makasih atas kebaikannya. Maafkan atas tutur kata saya, yang udah berlebihan" ucap Akbar mantap penuh sesal


Keduanya keheranan. Ini anak bisa aja ya, aktingnya. Tadi buat darting, nah sekarang bisa aja buat orang melow๐Ÿค—. Gimana Bu Ratih gak luluh coba


"Iya gapapa Nak. Ibu juga minta maaf ya, udah ngerjain kamu" ucap Bu Ratih


"Hehe..iya Bu. Jadi, boleh kan saya bawa Riri sebentar" tanya Akbar to the point


"Awas ya, inget kata-katamu. Jangan macam-macam" tekan Bu Ratih


"Siap Ibu Komandan" ujar Akbar sontak membuat Bu Ratih tertawa lepas


"Ahahha...."๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜†


"Bu. Tapi, Riri...." ujar Riri belum sempat menyelesaikan kata-katanya. Akbar sudah membopongnya ala bridal style menuju mobilnya


"Ahk...." kaget Riri. "Tu..tuan apa yang anda lakukan, turunin saya" merontak Riri namun tak digubris oleh empuhnya


"Astaga...astaga, bocah tengil itu" gumam Bu Ratih melihat kelakuan Akbar yang tak terduga itu๐Ÿ˜ฎ


Ayo...guys, bantu semangatin Author dong. Biar banyak dapat hidayah, eh salah. Maksudnya dapat inspirasi buat ngarang lagi ceritanya ๐Ÿ˜


Thanks dofu-dofu ๐Ÿ’• Salam ngofa TERNATE

__ADS_1


__ADS_2