
Hari pertama bekerja di sebuah perusahaan besar adalah hal yang selalu di nantikan banyak orang, bayangkan saja jika bertemu dengan dunia baru, orang-orang baru dan tentunya di posisi pekerjaan yang pas dengan basic dan skill kita, ah itu sungguh menyenangkan terlebih jika skill yang kita milliki dapat memberikan kontribusi besar di
dalamnya, luar biasa bukan?
Tapi siapa sangka, sangat di sayangkan hari pertama bekerja rasanya seperti mengantarkan nyawa ke pintu neraka jahanam. Perusahaan macam apa ini yang menindas seorang karyawan baru dengan berbagai perintah, hah…sungguh memuakkan membuat kesabaran dalam diri ingin segera mengeluarkan lahar panas yang maha dahsyat
“Hufft…apa kerjaan mereka hanyalah memerintah saja” ujar kesal Juliana yang keluar dari dalam toilet. Sepanjang langkah kakinya Juliana mendumel serta mengumpat penuh amarah, bagaimana tidak mereka tak memberinya sedikit jeda untuk beristirahat
“Ha…siapa lagi, kalau jalan tuh pake mata, gak lihat apa ada orang di depan” omel Juliana saat bertabrakan dengan seseorang
“Oh my god…mimpi apa ya ketiban cogan siang-siang bolong” Juliana membatin saat menatap sosok lelaki cogan di hadapannya
“Maaf nona, perhatikan jalanmu” ujar salah satu Pengawal yang mengawal tuannya
“…….” Juliana masih asyik dengan khayalannya yang memuja ketampanan sosok lelaki keren dan cool itu
" 😏” Lelaki itu tersenyum melihat kekonyolan juliana dan memberikan kode kepada sang pengawal untuk segera mengurus sosok anak manusia ini di depannya
“Ah…” teriak Juliana saat tubuhnya di angkat oleh kedua pengawal yang bertubuh kekar dan tinggi besar
“Gadis aneh” gumam Lelaki itu kemudian berlalu pergi bersama pengawalnya
“Ya ampun, ganteng banget sih” lirih Juliana masih menengok kearah belakang dan tersenyum malu-malu
“Ah….haiss” pekik Juliana karena bertabrakan lagi dengan seseorang
“Jalan itu lihat ke depan bukan ke belakang” omel Akbar
“Ishh…suka-suk…ah maksudku maaf, aku…ah sudahlah” ujar Juliana yang malas berdebat dengan musuh bubuyutan nya ini
“Hei…siapa yang menyuruhmu enyah dari hadapanku” tanya Akbar
“Ini sudah waktunya istirahat dan makan siang, jika ingin memerintah lagi nanti selesai jam istirahat” tegas Juliana yang sudah lelah dengan kekonyolan ini
“Hem…” guratan membingungkan. “Ayo ikut aku” seru Akbar lalu berjalan santai menuju pintu keluar
“Ishh…” desih Juliana pasrah
_
_
_
_
“CAFÉ & RESTO 68”
“Ayo, segera pesan menu nya dan makanlah sepuasnya, aku tidak mau setelah ini kau mengumpat dan mendumel seperti tadi” ujar Akbar
“Hem…” gumam Juliana dengan mimik wajah kesalnya
“Sudah jangan membuat ekspresi seperti itu, masuk iklan pun tak layak” ejek Akbar dengan wajah santuy. Tanpa menghiraukan perkataan dari singa garang itu, Juliana segera memesan makanannya, 10 menit kemudian hidangannya telah siap dan segera Juliana menyantap makanannya yang sudah tertata rapi di atas meja, begitu lahapnya seperti anak kecil yang begitu gemas hingga belepotan
“Hei, kau ini ingin mencari perhatianku” ujar Akbar memangku kedua tangannya menatap Juliana
“Maksudnya” ujar Juliana yang asyik mengunyah makananya
__ADS_1
“Hah…bersihkan mulutmu yang kotor itu, sudah besar tapi makan seperti anak ingusan” ujar Akbar menyodorkan tisu kearahnya
“Ya terima kasih” balas Juliana tersenyum manis nan tulus
“DEG...💗
“Ekhem….” Akbar berpaling dari tatapannya yang mengamati tingkah konyol Juliana. “Jangan sok manis, aku bahkan tidak tertarik” ujar Akbar lalu berdiri dari meja makan dan pergi begitu saja
“Apaan sih, gak jelas banget” gumam Juliana. “Jangan sok manis, aku bahkan tidak tertarik” dumel Juliana. “Kalau laki-laki ngomong begitu berarti kebalikannya dong, huh…dasar playboy kakap” gerutu Juliana
_
_
_
_
Pukul 15.00 WIB Juliana yang masih berkutat dengan beberapa file yang iya kerjakan harus di kejutkan dengan kedatangan seseorang. Kedatangan seseorang itu merupakan utusan dari lelaki yang beberapa jam terakhir bertemu saat Juliana tidak sengaja menabrak salah satu pengawalnya
“Maaf nona, anda di panggil segera ke ruang presdir” ujar salah satu Pengawal Asisten
“Ah bagaimana ya pak, kerjaan saya belum kelar masih 1 jam lagi” ujar Juliana yang enggan menuruti panggilan
itu
“Mari nona, tuan sudah menunggu” ujar Pengawal itu
“Hufft…awas saja jika memerintahku di luar dari kemampuanku” membantin Juliana lalu tersenyum dan mengikuti pengawal itu dari belakang
“Ekhem…, ini bro karyawan baru yang ku ceritakan itu” ujar Akbar memperkenalkan Juliana pada rekan kerjanya itu. Rekan kerja nya itu hanya memandang intens kearah Juliana
“Ish…ada apa dengan tatapan itu, ih…jangan-jangan, tidak..tidak” membatin Juliana menggeleng-gelengkan kepalanya
“Hei kau, mengapa berdiam diri saja, sapa dan perkenalkan namamu” ujar Akbar dengan nada tinggi membuyarkan lamunan Juliana. Ini anak ya thor, kok suka sekali membatin dan tanpa di sadari selalu ada saja kekonyolannya, hehe…😁
“Ah…maaf tuan, perkenalkan nama saya Juliana safitri” ujar Juliana memperkenalkan dirinya
“Hem, menarik. Tidak lebih buruk yang di duga” ujar Lelaki berinisial I
“Maksud bapak?, jangan kurang ajar ya” tegas Juliana yang mood nya sudah tidak karuan, sejak tadi pagi sudah banyak drama yang menguji kesabarannya
“Ah tidak, maksudku…” ujar Irsan dengan tampang sok keren
“Hei…jaga bicara mu, kau tidak tahu, kalau pak irsan ini adalah investor baru yang sangat berpengaruh besar untuk perusahaan ini” ujar Akbar melerai kondisi yang kurang stabil itu
“……”
“Besok ada meeting dengan beberapa klien dari jerman, jadi besok persiapkan berkas-berkasnya dan materinya” ujar Akbar memberitahukan
“Baik pak, saya permisi” balas Juliana lalu meninggalkan ruang presdir songong itu, dengan langkah gontai Juliana berjalan menuju ruang kerjanya, lelah hayati…🤦
“Takk…” high heels Juliana patah
“Oh tuhan, kenapa sih, harus pake acara patah segala” dumel Juliana dengan keresahan hatinya
“Mau ku bantu” ujar Heru bersua tepat di hadapan Juliana. Perlahan Juliana mendongkakan kepalanya menatap suara lelaki itu
__ADS_1
“Kak heru” gumam Juliana
“Iya ini aku, hai ayo berdirilah atau haruskah aku menggendongmu” ujar Heru yang membantu Juliana untuk berdiri
“Hehe…” tawa Juliana. “ Makasih ya Kak, oh iya bagaimana bisa kak heru berada di sini?” tanya Juliana heran, karena beberapa hari yang lalu heru di kabarkan pergi mendadak ke Negara sakura untuk urusan bisnis dan penelitiannya sebagai seorang dosen muda
“Kangen aja sama kamu” goda Heru dan berjalan beriringan dengan Juliana
“Ih apaan sih kak, orang serius malah diajak becanda” balas Juliana tersipu malu
“Hehe…ya aku baru saja tiba tadi siang dan menyempatkan diri kemari, soalnya ada urusan penting” ujar Heru tersenyum ramah
“Hem, ya udah deh, em…aku balik dulu Kak” balas Juliana berpamitan dengan Heru
“Jangan bilang kamu kerja di sini” selidik Heru dan di anggukan oleh juliana. “Oh astaga, bagaimana bisa, apa kau tidak tahu perusahaan ini di bawah pimpinan siapa” tanya Heru pada Juliana
“Ya orang songong, sok keren dan musuh bubuyutan sejagat raya” ujar Juliana lantang di hadapan heru dan terkekeh melampiaskan kekesalannya
“Woah, kau tidak takut padanya” tanya Heru. “Sepertinya kau harus lebih tangguh dari ini, jangan sampai kau kalah sebelum mengibarkan bendera kemenangan” ujar Heru lalu mengacak-acak pucuk kepala Juliana
“Hehe…tenang saja, lain kali akan ku beri perhitungan dengan orang seperti itu” balas Juliana terkekeh geli
“OK, juls, see you” ujar Heru padanya setelah itu keduanya berpisah untuk selama-lamanya…hehe maksud author berpisah dari perjumpaan mereka🙏
_
_
_
_
Waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB waktu di mana sebagian orang kantoran kembali pulang ke habitatnya, rumah yang mereka tinggalkan untuk sementara waktu. Juliana yang telah selesai dengan segala persiapanya segera mengemasi bawaannya untuk di pelajari di rumah
Setelah sesampainya di rumah Juliana langsung segera membersihkan tubuhnya dan menghampiri kedua orangtuanya untuk makan malam bersama. Setelah acara makan malam itu selesai, Juliana langsung berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk segera beristirahat
“Ma.. Pa, em.. Juliana duluan ya, besok harus bangun pagi-pagi banget karena ada meeting dengan beberapa klien” ujar Juliana pada keduanya
“Iya sayang, udah pokoknya jangan terlalu lelah bekerjanya” balas Rani memperingati
“Tenang aja Ma, ada Papa kok, iya kan Pa, jadi semuanya bakal beres” balas Juliana yang mengandalkan kinerja bisnis serta manajemen perusahaan pada papanya, ya itulah Juliana, apa yang di rasa sulit pasti akan berdiskusi dengan sang Papa yang sudah mengerti dengan sistem manajemen perusahaan
Walaupun Juliana terbilang cukup lihai dan pandai di bidangnya, tapi kemampuannya perlu di asah dan terus berlatih keras dari tutor yang handal dan hebat seperti papanya. Bukan menutupi kemungkinan, akan tetapi Juliana ingin mandiri dan bekerja keras, dirinya tidak mau bergantung dan bekerja di salah satu perusahaan papanya, sebab itu terlalu monoton baginya, belum lagi aturan yang menuntut para karyawan-karyawan harus hormat pada anak dan istri dari pimpinan perusahaan. Jadi Juliana termasuk anak pengusaha yang berpengaruh cukup besar. Kalau di versikan bisa masuk orang yang berpengaruh besar ke 5 di bidang property, industry dan sebagainya
“Anakmu Pah, suka banget jahil” ujar Rani pada suaminya
“Ya itu anak kita berdua, buah cinta kita berdua” balas Adrian tersenyum cerah. “Ekhem…mah, buat si otong yuk” ajak Adrian menggoda istrinya
“Apaan sih pah” elak Rani yang terkekeh geli mendengar ucapan suaminya
“Ya itu mah, buatin adik buat kaka” ujar Adrian yang menaik turunkan alisnya, Rani yang menyimak itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai bentuk penolakan, hehe malu-malu tapi mau🤗
“Ih mama, udah 1 minggu loh, tombak nya papa gak berburu, dosa juga loh nolak ajakan suami” balas Adrian mencolek pinggang istrinya dan menggelitikinya
“Ah papa….geli…ampun…ampun” ujar Rani dengan tawanya menahan geli. Maka malu-malu kucing itu pun tak bisa di hindari, sebab ada rasa yang mengebu-gebu penuh gejolak. Kedua orangtua itu segera berkelana dan berburu sesuai dengan keinginan keduanya, hihi…🤭
Salam hangat dari author buat kalian readers, ayo terus pantengin ya cerita MWM ini, sarangheyo dofu-dofu🤗😍
__ADS_1