
Mobil yang di kendarai oleh supir pribadi Nyonya Sarah memasuki kawasan elit milik Akbar yang sedang mengantarkan kembali Dellania untuk pulang
“Annyeong Oppa” sapa Della menyembulkan kepalanya keluar mobil
“Ah Nona apa yang anda lakukan” tanya Pak Mato yang melihat kejahilan anak tengil ini
“Haish ini anak, mobil belum juga terparkir dengan benar” gumam Akbar
“Oppa mau kemana?” tanya Della yang sudah turun dari mobil
“Dari mana saja kau?” Akbar balik bertanya
“Idih orang tanya malah balik tanya” gerutu Della
“Sudah sekarang ikut Oppa” titah Akbar langsung masuk ke dalam mobilnya
“Ah Oppa” ujar Della terhenti segera mengikuti dan masuk ke dalam mobil
“Memang nya kita mau kemana Oppa?” tanya Della
“Sudah jangan cerewet segera pakai seat belt nya itu dengan benar” titah Akbar lalu segera mengendarai mobilnya
_
_
_
“Tempat apa ini?” tanya Della dengan rasa penasaran nya
“Eh..Oppa kok Della di tinggalin” ujar Della berlari mengikuti langkah kaki Akbar
Kedua nya pun sampai di sebuah ruangan khusus, “Woah” kagum Della sepanjang mata memandang
“Bagaimana menurut mu, bagus bukan?” tanya Akbar pada sepupu nya itu
“Aku saja yang pertama melihat ini di buat takjub apalagi orang nya yang melihat langsung” balas Della
“Itu dia masalah nya” sela Akbar
“Hah..Maksud Oppa” tanya Della yang mengernyitkan kening nya
“Ya wanita yang ada di pigura ini cukup berbeda dengan kebanyakan wanita-wanita di luar sana” jawab Akbar
“Dia orang yang peka dan ramah, tapi susah untuk menaklukkan hatinya” ujar Akbar
“Oh Della tahu, pasti ada luka dalam yang Kaka cantik itu pendam sehingga susah buat move on” jawab Della
“Luka dalam” gumam Akbar, “Apakah karena dulu dia di campakkan oleh Maldev” tanya Akbar membantin
“Oppa” panggil Della, “Hilih malah bengong lagi” ujar Della
“Em..sepertinya ucapan kamu ada benarnya” ujar Akbar, “Tapi apa iya, rasanya tidak mungkin” ujar Akbar
“Apa nya yang tidak mungkin Oppa” tanya Della
“Ya sudah kita balik sekarang” seru Akbar
“Yaelah jadi ke sini cuman mau memperlihatkan ini doang” ujar Della
“Sudah jangan bawel” balas Akbar
_
_
_
“Eh itu bukan nya pak ganteng ya” gumam Della saat duduk santai di sebuah café yang sempat kedua nya mampir
“Em..gak salah lagi itu pasti Pak ganteng, eh tapi dia sama siapa itu” ujar Della
“Bodoh amat dah, aku samperin aja deh” gumam Della dan segera pergi menghampiri orang yang di lihat nya
Nah sih Akbar tadi sempat izin ke toilet sebentar, baru juga 10 menit di tinggalkan sudah menghilang itu bocah entah kemana, “Aih..itu bocah kemana perginya” gumam Akbar mencari keberadaan sepupu tengil nya itu
“Mas lagi cari apa ya, kok kelihatannya seperti bingung sendiri” sapa salah satu pelayan café
“Ah ini Mbak, Mbak lihat eh anak cewek tinggi nya kurang lebih segini” ujar Akbar memberitahukan ciri-ciri orang yang di cari nya
“Oh Adik nya ya Mas” tanya pelayan café
“Iya Adik saya” jawab Akbar
“Itu Mas, di meja paling ujung depan kaca” tunjuk pelayan café itu
“Hah itu bocah ngapain dia, sama siapa lagi” gumam Akbar, “Eh Mbak terima kasih ya” ujar Akbar kepada pelayan
café itu
“Iya Mas sama-sama” jawab pelayan café itu, “Ya allah ganteng banget” gumam pelayan café itu dengan senyuman manja. Akbar pun menghampiri meja yang di maksudkan tadi oleh pelayan café tersebut
“Haha..bisa aja Kak, btw kaka ini bukan pacarnya Pak ganteng kan” tanya Della yang asyik dengan obrolan, ya obrolan yang nimbrung gak jelas banget kan si bocah ini
“Enggak, saya ini patner kerja nya Nando” jawab Ririn
“Syukur deh, oh iya Pak ganteng nomor nya Della udah di save kan” tanya Della
“Ah itu..” jawab Nando terhenti saat melihat kedatangan Akbar tepat di belakang Della dan mengisyaratkan untuk tidak bersuara
“Ih kok gitu sih Pak ganteng, ya udah sini HP nya biar Della save” ujar Della yang langsung meraih handpone milik Nando
“Eh..apa-apan sih” gerutu Della saat handpone Nando di ambil oleh seseorang tepat di belakangnya
Della pun membalikkan badan nya, “Ih Oppa kembalikan” pinta Della
“Ngapain kamu di sini, terus nomer siapa yang mau kamu kasih” tanya Akbar penuh selidik
“Ya nomor aku lah, iya kan Pak ganteng” timpal Della dan mendelik kearah Nando
__ADS_1
Akbar pun langsung mengembalikkan handpone milik Nando dan segera menarik tangan Della untuk segera pergi meninggalkan café itu “Ayo pulang” ujar Akbar
“Eh..Oppa tunggu dulu dong, itu nomor nya Della belum di save sama Pak ganteng” ujar Della yang sudah terseret-seret oleh Akbar
_
_
_
Sepulang dari café dan kejadian sedikit menyentil hati dan perasaan Della akibat bentakan dari Akbar yang begitu membuat dirinya kaget sekaligus takut. Sebab belum pernah Oppa nya itu berbicara dengan suara keras dan lantang seperti itu
Ya resiko sih punya Adik cewek, itu sudah menjadi kewajiban mutlak buat Kaka laki-laki untuk menjaga Adik-adik perempuannya. Oh kasihan sekali sih Della nama nya juga anak cewek ya dan gak punya Kakak cowok
“Ih..Tuan, Nona Della nya gak mau turun dan udah seharian ini tidak mau keluar kamar” ujar Bi Meri memberitahukan majikannya itu
“Biarin aja Bi entar kalau lapar juga pasti makan” balas Akbar
“Aduh Tuan jangan begitu atuh, Bibi kasihan sama Nona Della” ujar Bi Meri, “Tadi juga Bibi sempat dengar dari kamarnya nangis-nangis dan kenceng banget” ujar Bi Meri. Akbar pun berpikir keras mungkin sikap nya yang tempo hari itu menoreh luka pada perasaan Adik sepupunya itu
“Hem ya sudah Bi siapkan makanan nya dan bawa ke atas” titah Akbar lalu naik ke lantai dua untuk menemui Della
“Tok..tok” pintu kamar di ketuk 2 kali
“Masih marah ya sama Oppa” tanya Akbar di balik pintu kamar
“Iya, pergi aja dari sini” balas Della di balik kamar
“Aih..marah kok bilang-bilang” ujar Akbar
“Pokok nya aku enggak mau di ganggu” balas Della
“Yang ganggu kamu siapa, orang cuman suruh makan kok” ujar Akbar
“Enggak mau, udah deh Oppa gak usah sok peduli” ujar Della
“Ih sok tahu, siapa juga yang perduli” balas Akbar
“Ish itu orang ya, bener-bener” gumam Della
“Non, Bibi udah bawain makan loh, makan dulu Non” ujar Bi Meri
“Enggak Bi, Della enggak lapar, Della mau pulang ke rumah Ibu aja” balas Della
“Dari kemarin siang Tuan, Nona Della minta di antarkan pulang” ujar Bi Meri pada majikan nya itu di luar pintu
“Siapa yang suruh pulang, enggak akan bisa” balas Akbar, “Orang Tante Rasmi, Aldino sama Paman Frans lagi ke Perancis juga” ujar Akbar
“Huaa..Ibu..Papi..Dede, Huaa” tangis Della pecah menggema di dalam ruang kamarnya
“Pfftt..” tawa Akbar bersama Bi Meri di luar pintu kamar
“Dasar Bocah Bunglon” gerutu Akbar
“Eh Tuan kok Non Della di bilangin Bunglon” tanya Bi Meri keheranan
“Pfftt..” tawa Akbar, “Emang iya Bi, itu lihat aja sendiri” tunjuk Akbar saat Della membuka pintu kamarnya
“Ih apaan sih gak jelas banget” balas Della, “Bi kok ada ya orang aneh seperti itu” ujar Della pada Bi Meri
“Iya Non, ya sudah biar Bibi temenin ya makan nya” ujar Bi Meri
“Iya Bi” balas Della lalu menganggukkan kepalanya
“Cie..anak Mami, yang nangis pas di tinggal pergi” goda Akbar
“Bodo, Della sumpahin nih jadi bujang lapuk baru tahu rasa” gerutu Della
“Hah apa, eh..ini bocah mulut nya ya, tarik enggak” titah Akbar
“Enggak” balas Della
“Woah parah nih Bi, ini enggak bisa di biarin” ujar Akbar frustasi dan berkacak pinggang
“Iya atuh Non, enggak baik sumpahin Kakak sendiri” timpal Bi Meri
“Ya biarin, siapa suruh buat Della nangis terus buat malu-maluin Della” ujar Della
“Tarik Enggak” ujar Akbar
“Semongko” balas Della langsung menarik tangan Bi Meri untuk masuk ke dalam kamar, untung saja nampan yang berisi makanan itu tidak tumpah akibat ulah dadakan dari Della. Ini anak ya, Bi Meri pun geleng-geleng saja lah
“Ala Mak, woe tarik lagi itu kata-kata nya” ujar Akbar menggedor pintu kamar
“Entar selesai aku makan” balas Della, “Oh iya beli kan ice cream mocchi ya, salad buah juga, eh sama cake strawberry juga ya” teriak Della di balik pintu kamar nya
“Enak aja suruh-suruh, beli sendiri sana” balas Akbar
“…” tidak ada jawaban dari Della, Della kini sibuk dengan makanan nya dan asyik bergibah dengan Bi Meri
“Nah itu anak kenapa udah enggak ada toa nya” gumam Akbar, “Haish ini kalau enggak di beli kan sesuai pesanan nya pasti ujung-ujung nya nih auto di kerjain sama itu bocah bunglon” ujar Akbar
Tanpa berpikir panjang Akbar segera turun dari lantai dua untuk menemui beberapa pengawal rumah nya dan memerintahkan segera untuk membelikan pesanan Della
Sementara di kamar nya Della dan Bi Meri yang asyik bergibah tentang cowok yang kemarin sempat bertemu di kampus dan juga café itu
“Ngomong-ngomong nih Bi, Bibi punya anak perempuan enggak” tanya Della
“Ada Non, cuman sudah pada menikah” jawab Bi Meri
“Em..Bi, Bibi pernah muda kan” tanya Della
“Pfftt..iya lah Non, kenapa atuh tanya-tanya begitu Bibi jadi malu” jawab Bi Meri
“Ih Bibi, terus menurut Bibi salah ya kalau kita jatuh cinta sama seseorang” tanya Della
“Oh jadi Non Della lagi jatuh cinta” tanya Bi Meri yang di balas anggukkan oleh Della
“Ya menurut Bibi sih enggak salah karena itu hal yang wajar” ujar Bi Meri
__ADS_1
“Nah terus salah nya di mana Bi, Della kan sedang jatuh cinta, tapi malah di marah-marahin sama Oppa” ujar Della
Setelah mendapatkan saran dan juga petuah bijak dari Bi Meri, Della sedikit merasa lega tapi tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya masih sempat syok dengan cara Akbar yang terlalu kasar itu menurutnya
“Ya sudah Non yang akur-akur ya sama Oppa nya” ujar Bi Meri
“Iya Bi, makasih ya udah mau temenin Della” balas Della
“Sama-sama Non, kalau begitu Bibi ke bawah dulu Non, masih ada yang harus di kerjakan” ujar Bi Meri
“Em ya udah biar bareng sama Della aja” balas Della langsung mengambil nampan bekas piring kotor makanan nya tadi
“Eh Non biar Bibi saja yang bawa” ujar Bi Meri
“Hehe..enggak apa-apa Bi, Della harus rajin, bukan cuman rajin belajar, tapi rajin bersih-bersih, bisa masak dan jadi wanita tulen” ujar Della menuruni anak tangga yang di ikuti Bi Meri di belakang nya
Akbar yang baru saja keluar dari ruang kerja nya pun menghentikan langkah kaki nya saat melihat sepupu nya itu berjalan kearah dapur bersama Bi Meri, “Idih tumben itu anak mau ke dapur” ujar Akbar lalu menyusul kedua nya di dapur
Bi Meri yang sempat sadar ada keberadaan Akbar hanya diam mematung saat Akbar mengisyaratkan untuk diam. Sementara Della sibuk dengan bekas piring kotornya
“Bi ini di cuci di sini ya” tanya Della
“Eh iya Non, aduh biar Bibi aja Non nanti tangan nya Non Della licin kena sabun cuci piring” balas Bi Meri yang sungkan dengan anak ini sebab majikannya sedang mengamati kedua nya
Bi Meri yang merasa sungkan itu lalu menoleh kearah Akbar, namun Akbar dengan santai nya memberikan kode agar Bi Meri mengikuti saja kemauan anak tengil itu
“Gapapa Bi, biar Della aja, hitung-hitung Della harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah” balas Della yang asyik berkutat dengan piring kotor
“Oh iya Bi ini sabun nya kok enggak bisa keluar” tanya Della yang hendak mencuci piring
“…” Bi Meri sudah meninggalkan kedua nya di dapur dengan mengerjakan pekerjaan lain
“Eh Bi” kaget Della saat Akbar menghampiri nya dan membantu nya untuk membuka tutup botol sabun cuci piring
“Oppa” cicit Della
“Hem ada hidayah apa nih, tumben banget ini Adik nya Oppa turun ke dapur” gumam Akbar
“Ye suka-suka dong, orang cuman cuci piring doang” ujar Della
“Pfftt..ini nih, maka nya jangan dulu jatuh cinta-cintaan, cuci piring aja enggak bener” ujar Akbar menggurui
“Hiss” sebal Della
“Apa, mau marah lagi” sela Akbar yang mendelik tajam kearah nya
“Ya udah sih, orang juga tahu diri kok enggak mungkin mau macam-macam” gerutu Della lalu berjalan menuju meja makan
“Dih di kasih tau malah ngeyel” balas Akbar
“…” tak mau berdebat apalagi saling aduh mulut Della lebih memilih diam, Akbar pun menyusul nya yang duduk di kursi meja makan
“Mang Dar” panggil Akbar “Itu cake, ice cream dan salad buah nya sudah di belikan semua sesuai pesanan” ujar Akbar saat Mang Dar datang meletakkan pesanan nya di meja makan
“Em..makasih ya Oppa” ujar Della, “Oh iya Mang ini cake nya di bagi-bagi aja buat cemilan sore sama kopi” ujar Della memberikan cake nya itu pada Mang Dar
“Terima kasih atuh Neng” jawab Mang Dar yang dengan sigap mengambil kembali bawaan nya tadi dan segera meninggalkan kedua nya
“Jadi..” ujar Akbar terhenti
“Jadi apa, Oppa mau juga” tanya Della saat menyantap lezat ice cream mocchi nya itu
“Enggak, jadi tarik kembali kata-kata mu itu” balas Akbar
“Hem..gimana orang mau narik minta maaf aja enggak” ujar Della lalu melanjutkan santapan nya itu
“Idih..udah tau salah malah balik nyalahin lagi” gerutu Akbar
“Ya udah kalau gak mau” ujar Della lalu berdiri pergi meninggalkan Akbar
“Eh iya-iya Oppa minta maaf” balas Akbar
Della pun membalikkan badan nya dan menatap sang Oppa “Beneran tulus enggak tuh” tanya Della
“Ya tulus lah” balas Akbar
“Hem..tapi janji ya jangan lagi bentak-bentak apalagi bicara keras seperti itu” ujar Della
“Iya bawel” jawab Akbar lalu mendekati Della dan memeluk hangat Adik sepupu nya itu
“Janji deh enggak lagi-lagi” ujar Akbar
“Iya, Della juga minta maaf atas sikap kekanak-kanakan Della selama ini” ujar Della
“Em..Della juga mau tarik kembali kata-kata konyol tentang Oppa, huss pergi jauh-jauh” ujar Della dengan gaya tangan membekap mulut nya lalu seperti membuang sesuatu dari mulut nya ke lantai dan segera di injak-injak nya
“Pftt..ritual baru ya Del” tanya Akbar
“Hehe..ritual 2021” balas Della
“Dasar bocah Bunglon” gumam Akbar
“Della dengar ya” kecam Della
“Emang Oppa ngomong apaan” tanya Akbar sok polos
“Hilih..apa coba ngatain bunglon, maksudnya?” tanya Della
“Pertama suka kabur sendiri, kedua suka hinggap di mana-mana” ujar Akbar terhenti
“Lalat kali hinggap” sela Della
“Ketiga pasang-surut, keemp…” ujar Akbar
“Huaa..Oppa jahat, barusan aja bilang gak lagi-lagi” tangis Della
“Hehe” tawa Akbar lalu memeluk Adik sepupu nya itu
Begini banget ya kalau punya Adik cewek, apalagi tukang rusuh, tengil, jahil dan berbagai gelar untuk anak manusia seperti ini. Hehe.. sebisa mungkin kedua nya saling menyayangi sebab Akbar adalah anak tunggal dan lebih akrab dengan sepupu nya itu dari waktu Della berusia 2 tahun
__ADS_1
Ok guys salam hangat buat kalian para readers tercinta, Author cuman mau bilang tetap stay ya sama MWM ini, sarangheyo dofu-dofu