
Riri yang sedari tadi mencari-cari keberadaan sahabatnya itu terlihat bingung, pasalnya Riri sudah dua kali mengitari parkiran, namun tak kunjung berjumpa dengan orang yang di maksud, seketika dari arah belakang ada seseorang datang mengejutkannya
"He, kok mukanya bingung gitu" tanya Juliana
"Ha.. Juls, bisa gak sih datang-datang itu
nongol di depan dulu napa" gerutu Riri
"Yaelah, kebiasaan deh, udah ah, males debat mah kamu. Aku itu habis nyariin kamu tahu, bisa-bisanya udah jam pulang juga" balas cemoh Juliana
"Haha..enak aja main marah-marah. Gak jelas banget sih, yang ada aku tuh, keq orang bingung aja nyariin kamu" balas Riri ngegas, "Kata Pak Heru, kamu udah diparkiran, lah pas aku nyamperin sampe muter-muter gak ketemu juga" jelas Riri satu tarikan napas 😀
"Ya..ya maaf, aku tuh nyamperin kamu ke toilet. Ya sekalian aku juga sih" cengir Juliana
Jam berlalu begitu cepat tak terasa pestapun akhirnya usai. Riri dan Juliana pun ingin segera bergegas meninggal mansion tersebut, namun langkah keduanya terhenti saat seseorang berteriak memanggil nama Riri dari arah belakang
"Tunggu…" panggil Maldeva, keduanya yang dipanggil menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah belakang
"Saya Tuan" tanya Riri menujukkan jari telunjuk kearahnya
"Iya..kamu, terima kasih sudah turut hadir dalam pestaku ini" ujar basa-basi Maldeva
"Ekhem..begini maksudku, apakah besok kamu ada waktu" tanya Maldeva, "Aku hanya ingin mengajakmu makan siang bersama sebagai ungkapan terima kasihku" sambung Maldeva
Riri pun menoleh kearah Juliana, seakan Juliana yang paham maksudnya itupun menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
"Emppt Tuan, apa boleh saya mengajak sahabatku ini" tanya Riri. Maldeva tersenyum kikuk, pasalnya ajakan yang iya maksudkan adalah hanya berdua
"Ah, iya boleh kok" jawab Maldeva lalu menyerahkan kartu alamat resto & café yang akan mereka datangi
"Terima kasih Tuan, kalau begitu kami permisi" ucap Riri sedikit membungkukkan badannya
*** Nguping Bang ***
Di pojokkan mansion sedari tadi Akbar memperhatikan ketiganya dan mendengarkan percakapan mereka.
Ada rasa yang kalut, menghampiri fikirannya itu. Mungkinkah, sepupunya itupun sama hal dengannya, yang sedang mengincar Riri?
Entalah Akbar pun, jadi dilema pasalnya iya tahu saat ini masih penuh perjuangan untuk mendapatkan hati sang pujaan hatinya.
Seketika Akbar tersadar dari lamunannya saat melihat Riri dan Juliana berjalan menuju arah parkiran dengan segera Akbar menyusul keduanya
"Hai baby" sapa Akbar
"Udah mau pulang ya" tanya Akbar
"Udah tau pake nanya" timpal sinis Juliana
"Udah ah, mau pulang gak" tanya Juliana yang segera masuk ke dalam mobil nya
__ADS_1
"Ah iya Tuan, kalo begitu saya pulang dulu" ujar Riri yang hendak masuk ke dalam mobil, namun langkahnya terhenti saat lengannya di tahan oleh Akbar
"Sebentar" pinta Akbar lalu memeluk Riri. Riri yang mendapatkan serangan tiba-tiba itupun melotot kaget, pasalnya lelaki itu dengan berani-beraninya memeluknya di depan sahabatnya.
"Tu..tuan apa yang anda lakukan" tanya gagap Riri hendak melepaskan pelukan tersebut, namun Riri kala telak sebab Akbar mengeratkan pelukannya dan membisikan sesuatu yang membuatnya melongo keq orang plin-plan, hihi...😆 Author jahil banget sih 😛
"Jangan lupa mimpikan aku ditidurmu" bisik Akbar lalu melepaskan pelukannya kemudian beranjak pergi meninggalkan Riri yang diam terpaku
Saat hendak memasuki mansion. Akbar
dikejutkan oleh Maldeva. Namun, laki-laki itu nampak biasa saja. Pasalnya iya sejak tadi menyadari bahwa Maldeva sedang mengamati mereka. Makanya seringai devil
muncul untuk membuat Maldeva tak berkutak
dengan memeluk Riri penuh mesra
"Ya elah ini bolot, lemot lagi. Ngapain
masih bengong aja disitu" geram Juliana
"Mau pulang gak, entar ditinggalin baru tahu rasa" gerutu kesal Juliana
Gimana gak kesal coba, udah capek mana badan lengket semua lagi. Author mah kalau gitu juga, pasti dah jingkrak-jingkrak, hehe😁
Segera Riri tersadar akibat suara cempreng dari Nyai Koja itu kemudian masuk ke dalam mobil dan merebahkan sedikit kepalanya lalu memejamkan matanya. Segera Juliana
"Enak ya di peluk-peluk gitu" sindir Juliana, namun tak digubris oleh Riri. Melihat sepertinya sahabatnya itu telah larut dalam tidurnya seringai usil terlintas untuk mengerjai Riri. Juliana menghentikan mobilnya secara mendadak
"Ciiiit......🙉 Duukk..." rem mendadak
"Ha..kamu nabrak apa Juls" kaget Riri
terlihat panik menatap kearah depan. Melihat
kepanikan sahabatnya itu Juliana pun terkekeh geli, merasa puas atas tingkahnya yang membuat Riri terbangun dari tidurnya
"Haha..😆" tawa Juliana, merasa bahwa dirinya sedang dikerjai oleh sahabatnya itu Riri pun tersenyum sinis
"Heh, was aja ya entar kena batunya baru tahu rasa" ujar Riri sedikit geram
"Ya jangan dong, habisnya kamu tuh main tidur aja, kan aku sendiri gak ada teman buat ngobrol" ucap Juliana
"Ya..ya baiklah, sekarang bawa mobilnya yang bener" pinta Riri
"Siap komandan" jawab Juliana lalu mengendarai mobilnya kembali. Di sebuah persimpangan jalan, Juliana menghentikan mobilnya saat melihat masih ada jam segini warung sate yang masih buka pikirnya
"Loh..kok berhenti di sini sih Juls" tanya Riri
"Udah gak usah bawel, kamu tunggu bentar ya, aku mau pesan sate dulu" jawab Juliana
__ADS_1
beranjak keluar dari mobil menghampiri
warung sate tersebut
"Permisi Mang" ujar Juliana
"Ah iya Nak, ada yang bisa di bantu" tanya Mang sate
"Iya Mang, satenya masih ada, saya
pesan dua porsi ya, gak pake nasi" ujar Juliana
"Ya maaf Nak, satenya gak cukup dua porsi,
nih tinggal seporsi aja" jawab Mang sate
"Emp ya sudah Mang satu ajalah, sambalnya di pisah ya Mang" ucap Juliana
"Iya Nak, di tunggu sebentar ya" ujar Mang sate selang beberapa menit Juliana yang menunggu akhirnya pesanannya pun sudah siap
"Nak..ini totalnya dua pulu lima ribu ya" ujar Mang sate seraya menyerahkan seporsi sate pada Juliana.
"Ah iya mang, sebentar" ujar Juliana
merogoh sakunya mengambil uang pecahan
lima puluh ribu lalu membayar pesanannya
"Ini Mang, kembaliannya ambil aja, kalau begitu saya permisi ya Mang" ujar Juliana
"Ah iya Nak, terima kasih ya" balas Mang sate, "Hati-hati dijalan, Nak" seru Mang sate tersenyum dan dianggukan oleh Juliana. Segera menghampiri Riri yang sedari tadi sudah menunggunya di dalam mobil
"Tadaa" kejut Juliana sumringah membawa sekantong sate
"Seneng banget cuman sate doang" ujar Riri
"Ya senenglah, udah seminggu ini aku tuh pengen banget tahu makan sate di persimpangan jalan yang ada di sini. Kata orang-orang sih, satenya enak banget apalagi bumbunya" jelas Juliana
"Ya, yaa sepertinya begitu" jawab Riri. "Ya udah cepetan, aku dah capek pengen langsung tidur" sambung Riri
"Hu..dasar bocah, yaya segera tuan Putri" ujar Juliana lalu menancap gas mobil dan meninggalkan warung sate tersebut.
Bruummmm..........wusss....🚘🚘
suara mobil menggema di sepanjang
perjalanan keduanya
Thanks dofu-dofu 🤗 and Sarangheyo dofu-dofu 😊
__ADS_1