
1 bulan telah berlalu setelah moment bersama itu Bu Ratih yang asyik membantu Bu Mina merasakan aneh pada perubahan diri nya yang kurang lebih 1 minggu ini seperti ingin banyak memakan makanan yang belum pernah iya coba sebelumnya, sering mimpi buruk dan bahkan mimpi yang tidak jelas. Namun beberapa terakhir ini mimpi yang di alami Bu Ratih nampak berbeda dari sebelumnya diri nya bermimpi bertemu dengan mendiang sang suami yang sudah menunggu kedatangan nya bahkan sang suami menyambut nya dengan penuh kasih, Bu Ratih yang terbangun dari mimpi nya itu pun tersenyum bahagia.
Ingatan itu muncul kembali di saat diri nya tengah asyik menjahit kemeja, “Apakah aku akan segera menemui mu Bang” gumam Bu Ratih
“Bu..Bu Ratih anda baik-baik saja kan?” tanya Bu Mina membuyarkan lamunan nya
“Ah iya Bu Mina, em..ini sudah selesai di jahit tolong di rapikan ya” ujar Bu Ratih
“Baik Bu” balas Bu Mina langsung mengambil alih bagian pekerjaan nya
“Em..Bu Mina, saya mau ngomong” ujar Bu Ratih
“Iya Bu, ada yang bisa saya bantu” tanya Bu Mina
“Tidak Bu Mina, em..saya cuman mau bilang tolong titip Riri ya Bu, saya percayakan itu semua kepada Bu Mina” ujar Bu Ratih
“Ya Allah Bu, Bu Ratih ngomong apa, memang nya Bu Ratih mau kemana?” tanya Bu Mina
“Hehe..saya akan segera menemui suami dan anak saya Bu Mina, rupa nya mereka sudah lama merindukan saya begitu pun dengan saya” ujar Bu Ratih
“Ya Allah Bu jangan bicara seperti itu, saya janji Bu akan melihat Riri dan menyayangi Riri seperti anak saya sendiri” balas Bu Mina
“Em..ada baik nya Bu Ratih istirahat lah dulu, biar semua nya saya kerjakan” ujar Bu Mina
“Terima kasih ya Bu Mina” balas Bu Ratih langsung berdiri pergi meninggalkan Bu Mina
“Ya Allah Bu, semoga penyakit Ibu di angkat dan secepat nya pulih kembali, aamiin” doa Bu Mina
Sementara di kamar nya Bu Ratih tak henti-henti nya tersenyum menatap album yang usang itu melihat kenangan indah dulu bersama mendiang almarhum suami tercinta dan juga kedua anak nya. Sendiri bercengkrama mengingat masa-masa indah waktu muda hingga melahirkan kedua anak nya, tapi takdir berkata lain Tuhan sudah memiliki rencana yang setiap makhluk nya tak akan pernah menduga.
“Bang, Ratih sangat merindukan Abang juga anak-anak” ujar Bu Ratih menatap figura itu
“Apakah kita akan bersama jika Ratih datang untuk menemui kalian” ujar Bu Ratih
__ADS_1
“Ya Ratih tahu Abang dan anak-anak sudah lama menunggu kedatangan ku, tenang saja Bang, Ratih akan segera menemui kalian” ujar Bu Ratih lalu memeluk album usang itu
Setelah bercengkrama dengan kenangan indah di masa lalu, Bu Ratih pun segera mengambil sebuah buku beserta pena untuk menuliskan sesuatu pesan amanah kepada Riri sebelum Tuhan benar-benar memanggil nya kembali ke sisi nya
PESAN AMANAH BERHARGA
Dear Putri ku Apriliana Azzahraningrum
“Ibu mau bilang kalau Ibu sangat-sangat menyayangi mu, maafkan Ibu Nak, setelah membaca surat ini mungkin Ibu sudah damai dan tenang di alam sana”
“Tolong Nak jangan terlalu bersedih dengan kepergian Ibu, jangan terlalu luka karena kehilangan Ibu
“Percaya lah Nak, Ibu selalu ada di hati mu dan Ibu selalu akan ada di mana pun kamu berada. Ayo lah sayang, sudah cukup air mata mu itu, kamu tampak sangat jelek melebihi badut jika mata mu bengkak dan hidung mu memerah seperti itu”
“Nah begitu kan manis, senyum mu itu adalah kebahagiaan untuk Ibu, jangan bersedih lagi, coba dengar kan ini dan tolong tepati keinginan terakhir Ibu”
“Menikah lah dengan Nak Maldeva dan berbahagia lah Nak, Ibu yakin Nak Maldeva akan mencurahkan kasih sayang dan cinta nya untuk mu, percaya lah Nak”
“Ibu hanya ingin melihat mu bahagia, melihat mu melahirkan banyak keturuan dan hidup damai dalam kasih sayang setiap orang-orang yang menyayangi dan mencintai mu”
Secarik pesan amanah itu pun telah selesai di tulis nya dan di rapi kan ke dalam box kecil beberapa menit setelah nya Riri pun masuk ke dalam kamar nya
“Ibu sedang apa” tanya Riri yang masuk ke dalam kamar nya
“Nak, em..tidak ada” dusta Bu Ratih, “Oh iya pasti belum makan siang ya” ujar Bu Ratih
“Em..ada apa Bu, Ibu nggak lagi menyembunyikan sesuatu kan” selidik Riri
“Emang Ibu ngapain coba” tanya Bu Ratih
“Em..” ujar Riri menatap lamat-lamat pada Bu Ratih
“Beneran nggak ada yang Ibu sembunyikan” tanya Riri
__ADS_1
“Iya sayang, udah ah..buruan kita makan siang nya” ujar Bu Ratih yang langsung pergi meninggalkan Riri
Riri pun mendekati meja Bu Ratih yang hampir saja kepo dengan sebuah kotak berwarna pelangi itu, namun tiba-tiba niat nya di urungkan karena Bu Ratih yang sudah memanggil nya berulang kali
“Iya Bu” jawab Riri langsung menuju dapur
Kedua nya pun makan bersama, Riri pun senang dan nampak bahagia melihat perubahan drastis dari Bu Ratih yang sangat bernafsu dalam melahap makanan, bayangkan saja menu makan siang ini begitu banyak di buat nya, ya bukan kali ini saja sih sebulan berlalu Bu Ratih sering menghabiskan waktu nya untuk memasak banyak makanan, kadang kala jika tak sampai habis makanan-makanan itu di berikan ke Bu Mina dan beberapa tetangga, sesekali Bu Ratih sendiri pergi membagi-bagikan nasi kotak ke beberapa pemulung dan juga anak-anak jalanan
“Gimana Nak, enak kan masakan Ibu” tanya Bu Ratih
“Enak pake banget Bu, em..bagi resep dong Bu” goda Riri
Bu Mina yang menikmati makan siang itu hanya tersenyum menutupi kekhawatiran nya tentang kondisi Bu Ratih yang memohon pada nya untuk tutup mulut
“Eh Bu Mina, ayo tambah lagi” titah Riri
“Terima kasih Nak, tapi saya sudah kenyang” balas Bu Mina
“Hehe..iya deh Bu” ujar Riri
Setelah ketiga nya selesai makan siang bersama Bu Mina melanjutkan kerjaan nya, sedangkan Riri dan juga Bu Ratih meminta tolong pada Bu Mina untuk menitipkan toko taylor, karena hari ini kedua nya ingin pergi berziarah ke makam sang Ayah dan Bunda juga ke makan mendiang suami dan juga anak-anak Bu Ratih
“Bu Mina, kami titip toko nya ya” ujar Bu Ratih
“Iya Bu” balas Bu Mina
“Nggak papa juga kalau memang kita terlambat pulang Bu Mina bisa langsung pulang kok” timpal Riri
“Iya Nak, oh iya hati-hati ya Bu” ujar Bu Mina
“Iya Bu Mina” balas Bu Ratih, “Ayo Nak nanti keburu sore” seru Bu ratih pada Riri
Kedua nya pu segera pergi menuju ke pemakaman, 1 jam menempuh perjalanan akhir nya sampai ke tempat tujuan. Setelah berziarah kedua nya pun segera kembali pulang mengingat waktu sudah hampir jam 18.00 malam
__ADS_1
Hai-hai guys ayo atuh readers kencangin LIKE, RATE AND VOTE nya, sarangheyo dofu-dofu and thanks dofu-dofu, hehe…mmuaacch buat kalian para viewers