MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 40 (MANJA NYA BU RATIH)


__ADS_3

Hari ini tepat 1 minggu setelah semua aktivitas yang di lakukan Riri masih tetap setia menemani dan menuruti keinginan Bu Ratih yang entah mengapa 1 minggu terakhir ini perubahan Bu Ratih seperti anak kecil saja yang merengek sesuatu jika tidak di penuhi, ah tepat nya Bu Ratih sangat manja melebihi anak kucing yang lucu dan menggemaskan


“Ibu, Riri pulang” ujar Riri


“Iya sayang, em..kamu gak apa-apa kan hari ini temani Ibu ke kebun binatang” ujar Bu Ratih


“Em..Bu, tapi ini sudah tutup, kita pergi besok pagi saja ya” balas Riri


“Huaa” gelagat sedih terpancar dari raut wajah Bu Ratih


“Ah begini saja kita ke pasar malam saja, tadi Riri sempat melihat nya sewaktu pulang” tawar Riri


“Benarkah?” tanya antusias Bu Ratih, “Em..kalau begitu kamu siap-siap setelah selesai sholat maghrib kita bergegas pergi” ujar Bu Ratih


“Iya Bu, Riri ke kamar dulu ya” balas Riri


Tiba waktu nya selesai ba’da maghrib kedua nya pun segera pergi ke tempat yang di maksud kan itu


“Ayo Bu di sini sangat ramai sekali” ujar Riri memegangi erat tangan Bu Ratih


“Ah seperti nya di sana ada yang menarik, apa mau di coba Bu” tanya Riri


“Ide bagus, ayo kita coba” sahut Bu Ratih yang senang sekali


“Ayo..ayo silahkan di coba, hadiah nya adalah boneka teddy dan panda ukuran dewasa” sorak pemilik permainan tembak-tembak dan juga lempar cincin botol, ah ralat mungkin yang di maksud itu adalah melemparkan gelang yang masuk ke mulut botol


“Ayo..ayo 10 ribu 3x lemparan” sorak pemilik permainan


“Bu kita coba yang lempar gelang ke mulut botol itu” ujar Riri


“Ayo siapa takut” balas Bu Ratih


“Mas kita mau yang permainan ini, ah ini dia uang nya” ujar Riri kemudian memberikan selembar uang bernilai 20.000 kearah pemilik permainan itu


“Ok silahkan Dek, ini gelang nya” jawab pemilik permainan itu memberikan 6 buah gelang kepada Bu Ratih dan Riri


“Ya kalah lagi Bu” keluh Riri


“Ah massa udah nyerah Ri, ayo dong semangat” ujar Bu Ratih


“Ah kita coba yang di sana” seru Bu Ratih menarik tangan Riri menuju ke permainan yang baru


“Em..istirahat dulu ya Bu, Riri haus banget” ujar Riri

__ADS_1


“Ah begitu rupa nya, ya sudah ayo kita beli minum” balas Bu Ratih


Kedua nya pun sampai di depan penjual aneka minuman hits dan viral, “Woah Ri, minuman ini terlihat enak, apa boleh Ibu meminum semua nya” ujar Bu Ratih


“Ah Ibu, satu saja ya Bu” ujar Riri


“Huaa..” gelagat Bu Ratih yang tidak bisa Riri tolak


“Iya deh iya kita bakalan coba tiga variant aja, atau nggak sama sekali” tekan Riri


“Iya iya tapi tambah satu deh biar genap jadi Ibu dua kamu juga dua” ujar Bu Ratih


“Em..Iya deh” balas Riri, “Ah Mas, kita pesan ini 4 variant ya, yang ini..ini” ujar Riri menunjukkan daftar menu minuman hits dan viral itu


“Ini Mas..em ini apa ini ya” ujar Bu Ratih yang bingung dengan semua daftar menu nya


“Kalau Ibu nya bingung saya kasih yang spesial deh, variant ini khusus untuk Ibu” ujar pemilik kedai aneka minuman hits dan viral itu


“Ah itu juga manis, terima kasih” balas Bu Ratih


Setelah menikmati beberapa variant minuman hits dan viral itu kedua nya pun melanjutkan berbelanja, mencoba aneka makanan pedas, manis, asam, permainan dan berbagai keseruan lain. Kedua nya antusias dalam bermain, berkali-kali juga kedua nya gagal dalam misi, hingga tak terasa waktu menunjuk kan pukul 22.30 malam kedua pun memutuskan untuk segera kembali pulang karena sudah larut


“Ah Bu mari kita pulang” ujar Riri


“Pftt..besok kita kembali lagi kok kalau Ibu mau” ujar Riri


“Beneran ya” tuntut Bu Ratih


“Iya Bu kapan coba Riri bohong” ujar Riri


“Ya sudah, ayo kita pulang” sahut Bu Ratih bergandengan dengan Riri


“Tunggu sebentar Riri panggil kan taxi” ujar Riri


“Ah Nak, em..bagaimana kalau kita jalan kaki saja” ajak Bu Ratih


“Ah nggak deh Bu, Ibu tuh gak boleh capek-capek” tolak Riri, “Udah Ibu tunggu sebentar biar Riri panggil kan taxi nya” ujar Riri


“…” Bu Ratih hanya memperhatikan Riri dan tersenyum


“Ah ini dia taxi nya ayo Bu” titah Riri lalu memapah Bu Ratih segera masuk ke dalam mobil


Setelah kedua nya sampai, Riri dengan sigap langsung membantu Bu Ratih masuk ke dalam rumah dan menyiapkan air hangat yang di campuri sedikit garam kasar agar di gunakan untuk relaksasi

__ADS_1


“Ah Nak tidak perlu repot-repot, Ibu mau langsung istirahat saja” ujar Bu Ratih


“Em..beneran Ibu nggak apa-apa” tanya Riri


“Iya Nak, sudah ya Ibu masuk dulu” ujar Bu Ratih yang langsung masuk ke dalam kamar


“Biar Riri bantuin mijit ya Bu” ujar Riri


“Nggak usah, udah kamu pasti capek sehari ini pulang kerja langsung temenin Ibu have fun” ujar Bu ratih


“Tapi Bu..” ujar Riri terhenti saat Bu Ratih masuk cepat ke dalam kamar dan menutup pintu kamar dengan rapat


“Em..selamat tidur Bu, mimpi indah ya, Riri sayang Ibu” ujar Riri di balik pintu


“…” tidak ada sahutan dari Bu Ratih untuk membalas, namun tetap mendengar ucapan Riri pada nya, Bu Ratih yang mendengarkan itu melebarkan senyuman nya


“Kamu harus kuat Nak, Ibu akan baik-baik saja” gumam Bu Ratih kemudian meletakkan beberapa belanjaan nya dan langsung membersihkan wajah nya dan mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat malam


Setelah selesai menunaikan kewajiban nya Bu Ratih langsung segera tidur sambil memeluk figura sang suami dan anak-anak nya itu. Betapa rindu nya kah engkau pada keluarga mu hingga kau begitu senang tanpa beban. Ah Bu Ratih Author jadi terharu, hiks..


Di kamar Riri seorang diri merenung lagi, mengapa Bu Ratih akhir-akhir ini sangat manja, mengapa akhir-akhir ini perilaku Bu Ratih sangat berlebihan baik nya, ada apa sebenarnya, apa yang di sembunyikan Bu Ratih selama ini?


“Huh..ya Allah aku tidak ingin meminta lebih yang aku mau tolong beri lah kebahagian itu pada Bu Ratih selalu dan tolong angkat lah secepat nya penyakit itu, sungguh ya Rabb aku tak tega pada nya” ujar Riri yang cemas


“Em..lelah sekali hari ini, aku harus segera tidur” gumam Riri


“Eh tapi tunggu dulu, aku jadi penasaran dengan hasil foto-foto tadi” ujar Riri lalu mengambil ponsel nya dan melihat semua hasil foto-foto nya bersama Bu Ratih di pasar malam itu


“Hem..cantik sekali, kenapa wajah Ibu begitu teduh seperti tak ada beban dan nampak cerah bercahaya” gumam Riri menatap layar ponsel nya itu


“Lekas lah sembuh Bu” ujar Riri kemudian menaruh kembali ponsel nya dan di charge lalu segera bersiap untuk segera tidur


“Good night Riri” ujar Riri pada diri nya


Good night juga, hehe..kalian tahu Author sehari penuh cuman ngadep nih laptop buat lanjutin ini alur nya, tahu nggak Author sayang banget sama kalian maka nya Author sempet-sempetin buat ngehalu dan menuangkan halu ini biar kalian bisa langsung baca


Hehe..kok jadi curhat ya Thor? Jahat banget, biarin Author berkeluh kesah dikit napa


Kalau mau Auhtor kembali semangat ayo BOOM LIKE, RATE, VOTE AND TAP LOVE


Biar nggak ketinggalan cerita terbaru dari Author, Eh btw nih Author mau buat novel baru yang bergenre horror, kalau kalian pada suka tantangan dukung Author terus ya, insha Allah bulan depan Author bakalan grand opening novel itu, dadah readers


Hai readers nya Author, masih stay kan sama MWM ini? Pasti dong, benerkan?

__ADS_1


Hehe..LIKE, RATE, VOTE AND TAP LOVE ya guys, mmuuachh sarangheyo dofu-dofu and thanks dofu-dofu


__ADS_2