
Setelah sekian lama menanti dan mencari tambatan hati, kini takdir tuhan telah menunjukan jalannya. Sosok gadis belia yang cantik dan manis itu selalu di nanti oleh pemujanya
"Ah...ini benar-benar takdir" gumam Maldeva yang masih mengemudi kereta kencananya. Sungguh ekspresi yang tak bisa di jelaskan, Oh bahagianya ๐, sama dev. Author juga seneng guemes-guemes gimana gitu,hihi...๐
45 menit kemudian...
*Apartemen Glory*
Ting...tingning (bunyi tombol pintu)
Ceklek (pintu terbuka)
"Woah lama banget bro, gimana hasilnya" tanya Andri
"Bener banget apa yang lu bilang, untung gue gak nolak saat mami nyuruh gue ke panti" ujar Maldeva lalu mendaratkan bokongnya ke sofa
"Tuh kan, gue bilang juga apa" ucap Andri dengan yakin. "Nah, terus rencana lu selanjutnya ngapain" tanya Andri penasaran
"Gue juga masih mikir gimana caranya buat ngomong sama dia" jawab Maldeva
"Gue saranin lu harus bergerak cepat, takutnya lu keduluan sama tuh si kecurut" ujar Andri memberi peringatan pada sahabat sekaligus bosnya itu
"Menurut lu, apa benar akbar udah tau" tanya Maldeva
"Awalnya sih gak, tapi gue yakin dia udah tau dan pastinya dia juga udah punya misi buat naklukin hati pemujanya itu" jawab Andri
"Ok, entar malam lu siapin semuanya" ujar Maldeva
"Udah beres, tinggal lu datang aja ke sana" jawab Andri
"Hmm..." Maldeva pun tersenyum
_
_
_
_
__ADS_1
_
Di satu sisi, Akbar yang setelah memecahkan puzzel menarik itu segera berhambur kembali ke markasnya. Ya, markas untuk menjalankan misi yang seharusnya, terkadang hal tersulit inilah yang menjadi tantangan untuk seorang lelaki sejati, bagaimana tidak menaklukan hati seorang wanita memang sedikit sulit apalagi jika wanita itu kekeuh pada pendiriannya.
Walaupun dengan berbagai cara untuk menyenangkan hati seseorang, terkadang wanita yang keras hatinya adalah wanita yang menurut author peka tapi terlalu takut memberi tempatnya jika kelak ada ego yang menghancurkan segalanya
Di sini sedikit pov mengenai riri ya guys๐. Jadi Riri itu selain anaknya terbilang sederhana iya juga simple dalam menjalankan suatu kehidupan, tidak peduli sedemikian rupa orang memandangnya, menghinanya atau sejenisnya. Apalagi soal hati, dirinya to the point, jika setia iya akan balas lebih dari kata itu ibarat 1 kebaikan di balas 10 kebaikan guys ๐๐ค
Jika memilih mendua, i am ok! Karena hati gak boleh maksa, jika bahagianya dia karena itu kenapa harus di pertahankan, toh buat nyiksa batin lama-lama nanti kenal stroke bisa-bisa KO dong๐
Ya jangan dong thor, ya kale masih muda juga ngapain coba, hidup aja kagak kelar-kelar nah ini maksain orang buat netap selalu buat kita, haerudang guys...
Zaman sekarang jangan mau kalah soal hati, karir dan sebagainya. Jangan keq wanita-wanita di ind*si*r yang dikit-dikit ku menangis๐ญ
Kata orang Maluku utara nih, bolong nga mo tikung, kita so garu rica pa ngana. Garu rica sayang garu rica biar pelakor tau diri๐. Oh my god seram juga ya Thor ๐๐
Ok balik nih ke pov riri, jadi intinya love your self adalah kuncinya karena moment yang di harapkan riri adalah bisa seperti kedua orang tuannya yang saling cinta dan selalu mengesampingkan ego๐
"Gue harus bergerak cepat, tapi gimana kalo riri juga selama ini mengharapkan sosok masa lalu nya" lirih Akbar menerka-nerka pertanyaan nya
"Ah bener banget, hari ini riri akan ke salah satu acara seminar, pas banget gue juga di undang. Ini akan jadi moment yang pas" gumam Akbar sumringah. Tentunya segera akbar memanggil asisten kepercayaannya itu agar mengurus segalanya
"Pak Mulis" panggil Akbar menuruni anak tangga
"Pak, sebentar ada acara di salah satu hotel SB, tolong persiapkan segalanya karena malam ini saya ingin membuat kejutan untuk seseorang yang spesial" ujar Akbar tersenyum merah merona
"Ah...rupanya tuan ku sedang di mabuk asmara" ledek Pak Mulis
"Ah tidak masalah jika kau mengejek ku, karena memang benar adanya, haha..." ujar Akbar tertawa
"Beres tuan, saya pastikan semuanya aman terkendali" jawab Pak Mulis. "Kalau begitu saya pamit duluan tuan" ujar Pak Mulis berlalu untuk segera menjalankan perintah sang tuannya
"Ha, bagaimana ya jika aku langsung melamarnya" gumam Akbar tersenyum. Bersandar di tepi sofa dan memejamkan matanya, wuah lagi ngayal kali thor๐
"Loh..loh tumben-tumbenya nih anak tiduran di sini" ujar Sarah menghampiri Akbar di ruang tamu
"Pook"
"Heh, ngapain kok senyam-senyum keq orang gila" ujar Sarah yang memukul paha akbar
__ADS_1
"Ah Tante...nanggung nih, ceritanya jadi skip kan" keluh Akbar terhenyak kaget akibat ulah tantenya itu
"Lah, kamunya tuh keq orang aneh" ujar Sarah membela diri. "Lah kalau mau tiduran ya di kamar" omel Sarah, ya beginilah namanya emak-emak rempong๐๐
"Hehe..." cengir Akbar
"Oh ya bar, gimana tadi" tanya Sarah
"Apanya gimana tan" Akbar balik bertanya
"Ih...kamu ya, orang tua nanya malah balik nanya" ujar Sarah gemas pada ponakanya itu. "Itu loh, tadi kan Tante nyuruh kamu nyusul si Maldev ke panti" jelas Sarah mengingatkan Akbar
"Ya gak kenapa-kenapa Tan" jawab Akbar
"Hus...jadi, gak berhasil dong" tanya Sarah
"Apanya Tan" tanya Akbar penasaran
"Udah ah, ini tante bawain kamu klapertart" ujar Sarah meletakan bawaanya itu di atas meja. "Ya udah jangan lupa habisin, Tante pulang dulu" ujar Sarah setelahnya pergi kembali. Ada-ada aja ya guys, emak-emak suka deh kepo urusan anak muda
Nah urusannya brabe guys kalau ngasih tau cerita sebenarnya, tujuannya sih adalah pemancing buat tahu apakah anak dan keponakanya ini menyukai satu wanita yang sama?
Udah jangan di tanyain lagi kalo soal akbar, tentunya dirinya pun bingung tumbenya si tantenya itu mampir ke mansion nya
"Ini pasti ada yang gak beres, Tante Sarah pasti nyembunyiin sesuatu dari aku" lirih Akbar menebak guratan wajah Sarah yang sedikit aneh tadi
"Pokoknya aku harus bergerak cepat 1 langkah dari Maldev, enak aja. Orang duluan kok yang pdkt, massa iya ceritanya berakhir sad" omel Akbar seperti menganggap musuh pada saudara sepupunya
Hehe...kalau soal hati mah, gak peduli ya sama sodara. Gak kok guys, maksud author ini peperangan secara sehat ya guys, nanti ada kok kesepakatan antara akbar dan maldeva siapakah yang dapat menaklukan hati sang pemujanya itu
"Kalau di ingat-ingat, bener gak sih Thor, katanya pas Riri sakit di RS dulu ada sosok yang datang menemuinya dan kalau gak salah lagi, pas di rumah Juliana dan Bu Ratih kan pernah godain riri tentang sosok laki-laki yang mana nih yang bakal riri pilih, lah terus Riri senyum malu-malu dong pas ke ingat sama tuh orang, nah tuh orangnya siapa Thor" tanya memories
"ingat aja lu, kalau soal cowok" jawab Author. " hehe ada sayang ada, pasti penasarankan? Sama, saya juga, haha...๐๐
Ya gak asyik banget sih thor๐
Sabar pemirsa entar ada episode selanjutnya, diem-diem bae dah lu lu pada, tapi pantengin terus ya๐
Tentunya author sueneng buanggett...kalau kalian jadikan novel MWM ini favorite kalian
__ADS_1
Aha guys, menurut kalian gimana nih, apa akbar bakalan di terima kalau mendadak seperti ini?
Syukur dofu-dofu & thanks dofu-dofu๐