MOMENT WITH ME

MOMENT WITH ME
#MWM 43 (LUKA YANG KESEKIAN KALINYA)


__ADS_3

"Hi, readers ku yang setia?"


"Woah, apa kabar Thor?"


"Ekhem, Alhamdulillah baik dan puji Tuhan. Sebelumnya Author minta maaf ya karena udah lama gak update ๐Ÿ™, hehe... biasalah namanya juga cuman manusia biasa๐Ÿ˜‚. Alhamdulillah Author bisa bernapas lega ya walau cuman 4 hari, makanya langsung kepikiran dan ingat sama kalian semua๐Ÿ˜ญ, Author kangen pake banget ๐Ÿ˜€"


"Ok readers ku tanpa basa-basi lagi ayo kita mulai membaca dan menyimak kisah selanjutnya karya fiksi ini, ekhem...pesan Author pasti masih ingat ya? Atau udah lupa nih, ya udah gapapa biar Author ingatkan lagi: BOM LIKE, RATE, VOTE & COMMENT"


Cinta memang tidak dapat memilih, ya seperti itulah pepatah dan pakar percintaan menyebutnya. Keterpaksaan walaupun berat tapi inilah faktanya, bahwasanya sesuatu yang diharapkan belum tentu akan sejalan dengan rencana atau harapan kita. Maka dari itu teguhkan hati dan move on dari yang berkesudahan!


Sakit memang jika cinta kita harus bertepuk sebelah tangan, namun apalah artinya jika memaksakan kehendak kita pada orang lain. Kadang cara Tuhan lebih baik dalam alur skenario hidup!


Sesampainya di apartemen Akbar berjalan seperti mayat hidup, hatinya, pikirannya, semua terasa seperti belati yang sudah menusuk remuk segala harapannya. Tak habis pikir dengan jalan hidupnya, kenapa begitu miris sekali?


Dengan langkah gontai dan pikiran serta hati yang berkecamuk Akbar membawa dirinya kearah pantry, berdiri sejenak di depan pintu kulkas seperti memikirkan sesuatu yang amat berat, kasihan sekali mungkin kata itu tepat menggambarkan dirinya


Siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa iba dan ikut sedih, kenapa Author nyesek ya? Huaa๐Ÿ˜ญ Akbar ini tipe orang yang sedikit sensitif apalagi persoalan rasa, karena di hidupnya jika sudah menyayangi seseorang maka akan sulit dan butuh waktu lama untuk berpaling


10 kaleng bir di bawa nya ke balkon kamarnya, duduk termenung menatap indahnya malam ibu kota, pikirannya kosong melompong. Apa yang harus dipikirkan saat ini? Tiba-tiba terlintas moment bersama waktu pertama mereka saling kenal hingga menjadi dekat, namun siapa sangka ternyata skenario hidup sudah diatur. Sesekali Akbar meneguk minuman kaleng bir nya itu


Waktu menunjukkan pukul 03.30 dini hari tak terasa dirinya sudah larut dengan segala sakit di hatinya. Akbar mencoba untuk bangun dari tempatnya, namun seketika jatuh tak sadarkan diri


_


_


_


Pagi hari nampak awan sedang tak bersahabat dengan alam, langit begitu gelap seperti ikut merasakan kegundahan hati seseorang yang sedang patah. Semua orang akan berpikir pagi ini adalah moment yang bagus untuk bersantai, bermalas-malasan, dan lain sebagainya. Tapi tidak dengan Della si cerewet yang sudah gempar sendiri di pagi hari karena sedari tadi Oppa nya itu tak kunjung dapat di hubungi


"Oppa kemana sih, kok nomornya gak bisa di hubungi" gerutu Della


"Ngapain kamu nak? Papi perhatikan dari tadi kok seperti orang kebingungan?" ujar Frans pada putrinya


"Pi. Oppa Pi, nomornya gak bisa di hubungi" keluh Della dengan wajah cute


"Udah kamu tuh, Oppa mungkin lagi sibuk" timpal Rasmi yang baru saja dari dapur membawa beberapa hidangan untuk sarapan pagi


"Enggak. Orang tadi malam Oppa seperti patah hati, ini pasti Oppa sedang bersedih" tebak Della dengan gelagat menyakinkan


"Pi anak mu itu, di kasih tahu pasti ada saja jawabannya" ujar Rasmi pada suaminya. Frans nampak menanggapi dengan senyuman


"Udah Kaka tenang dulu, ayo kita sarapan dulu nanti Papi bantuin deh" ujar Frans menawarkan jasanya. Sontak membuat putri sulungnya itu kegirangan. Papi nya ini memang selalu bisa di andalkan


"Yes, thank you Daddy. I miss you Daddy" ujar Della


"Ekhem.." suara gemuruh dari sang Ibu


"Gapapa Bu kalau Kakak gak sayang sama kita, kan ada Al" ujar Aldiano pada Ibunya. Frans dan Della pun tertawa menanggapi kecemburuan keduanya


Setelah sarapan pagi. Della buru-buru langsung bergegas pergi. Sang Papi bagai super Hero itu sudah menunggu. "Hai Nona seperti nya anda melupakan sesuatu" ujar Frans pada putrinya itu

__ADS_1


"What Daddy?" tanya balik Della


"Hari ini sepertinya akan turun hujan, kau akan kedinginan jika tidak membawa serta rompi perang mu" oceh Aldiano yang membawa jaket jumbo untuk sang kakak


"Hehe...kau memang adik ku yang hebat, hah kau pantas mendapatkan 2 jempol ku" ujar Della


"Benarkah? ah sudahlah aku tahu kau mau bilang 2 jempol kaki mu" balas Aldiano


"Haha" tawa Della. Lalu melambaikan tangannya kepada adik laki-laki nya itu


Di sepanjang perjalanan Anak dan Papi nya itu di Landa guyuran hujan yang cukup deras. Butuh waktu sekitar 1 jam hingga keduanya tiba di tempat tinggal sang keponakan


Klakson mobil seakan memerintahkan agar pagar rumah itu segera di buka kan pintunya. Setelah mobil terparkir dengan benar Della bergegas turun dan masuk begitu saja. Para pelayan dan anggota pekerja lainnya hanya tersenyum


"Bi? di mana Oppa ku?" tanya Della saat berpapasan dengan seorang ART terpercaya itu


"Neng Della, Tuan muda belum bangun Neng" jawab Bi Meri


"Hem... sudah ku duga. Oh ya udah Bi tolong buatkan sup ikan salmon ya Bi. Aku akan ke atas melihat Oppa ku itu" ujar Della melangkah menuju ke lantai dua setelah memerintahkan sang ART itu


Frans yang baru saja menyusul sang sulung tiba-tiba berhenti sejenak untuk menyapa sang kerabat sekaligus teman semasa SMA nya


"Wah Hendrik, kau Hendrik kan" tebak Frans


"Frans. Kau sedang apa di sini?" tanya Hendrik


"Ah itu aku sedang mengantarkan putri ku menemui Oppa nya" balas Frans


"Iya Hend, oh iya ngomong-ngomong bagaimana kabarmu?" tanya Frans


"Ya seperti yang kau lihat" jawab Hendrik


"Haha...kau nampak kekar dan sehat bugar" ujar Frans


"Apa sudah lama kau bekerja di sini" tanya Frans


"Ya kurang lebih 2 bulan terakhir, aku tidak menyangka bisa berjumpa dengan mu di sini" jawab Hendrik


"Ya seperti pertemuan pertama kita" goda Frans


"Ah aku harus permisi, maaf aku tidak banyak waktu luang untuk ngobrol dengan mu" ujar Hendrik


"Ya tidak apa-apa, oh iya jika ada waktu luang mu, datanglah ke kantor ku" ujar Frans lalu memberi kartu alamat kantor nya


"Ya pasti ku usahakan" jawab Hendrik lalu pergi meninggalkan teman nya itu


"Ah malu rasanya melihatnya saat aku seperti ini, tapi apa boleh buat. Hah sudahlah Frans bukan mereka-mereka yang melihat seseorang dari kasta nya" ujar Hendrik membatin


Hidangan sup ikan salmon siap di sajikan pada tuannya. "Permisi Neng" ujar Bi Meri


"Ah sini Bi biar Della aja" ujar Della segera mengambil alih nampan yang berisi sup

__ADS_1


"Oppa isi lah perut mu itu dengan sup ini" titah Della


"Mengapa repot-repot dan jauh-jauh datang kemari? Cuaca di luar pun tidak bersahabat" ujar Akbar


"Ya benar. Seperti hati mu yang tidak bersahabat. Tapi jangan kau abaikan adik mu ini, aku akan marah besar dan kau akan merasakan sakit yang luar dari binasa" oceh Della. Mendengar ocehan anak cerewet ini Bi Meri nampak tertawa kecil di belakang


"Ah Bibi jangan tertawa. Aku serius" ujar Della


"Ya..ya cerewet, bawel, rempong, nyebelin, nyusahin, dah lah semuanya gelar itu untuk mu" balas Akbar


"Huaa...yang ada Oppa tuh bikin susah hati semua orang. Oppa tahu? Kita semua mengkhawatirkan keadaan Oppa" ujar Della


"Ekhem..Kaka masih di sini kan? Papi harus ke kantor ya nak." ujar Frans memberitahukan kepada putrinya itu


"Aku pikir Papi udah pergi. Ya udah Papi hati-hati ya" balas Della


"Em.." sela Akbar. Namun dengan cepat Della menutup mulutnya dengan kedua tangannya


"Enggak usah ngomong, istirahat terus minum obat dan jangan sakit-sakit lagi, kasihan loh kak Juliana tadi tanyain" lapor Della


"Yang tanya siapa?" Balas Akbar


"Ye..emang ya kakak gak ada akhlak, sudah untung ada yang tanyain kabar dan keadaannya, ini nih yang susah dapet jodoh" gerutu Della gemas pada sang Oppa nya itu


"Bodoh amat, amat aja gak pusing" ujar Akbar


"Ih emang ya nyebelin banget jadi orang" kesel Della. Tapi jauh di lubuk hatinya iya begitu senang melihat Oppa nya kembali tersenyum lagi


"Hah sudahlah jangan lupa tutup pintunya, aku ingin istirahat" pesan Akbar. Della yang mendengar ucapan itu hanya bersindakap dengan kedua tangannya


"Oppa? Benar kau baik-baik saja?" tanya Della


"Hem" balas Akbar


"Oppa...Oppa. Mau ku ceritakan sebuah dongeng?" tawar Della duduk di sampingnya


"Hah bocah tengil, segeralah pulang. 3 hari lagi bukan kah kau akan ada ujian akhir" ujar Akbar


"Benar. Tapi aku bisa mengambil paket C jika tidak memungkinkan" balas Della


"Apa! Jangan bilang kau bermalas-malasan" hardik Akbar yang bangun dari tidurnya


"Enak aja kalo ngomong, ada filternya nggak?" tanya Della. Akbar pun menggelengkan kepalanya


"Jadi kenapa tidak begitu cemas atau was-was?" tanya Akbar lagi


"Wah jadi semasa sekolah dulu Oppa selalu cemas ya saat ujian mendatang?" tebak Della


"Si..siapa. Ge'er an kamu. Orang Oppa kok yang paling pandai di kelas" ujar Akbar menyanjungi kehebatannya. Hingga kedua kakak beradik itu larut dalam nostalgia mengenang masa-masa SMA dulu


Sesekali terdengar tawa keduanya. Seluruh penjuru mansion itu nampak senang jika adik sepupu sang tuan muda itu hadir pasti menghadirkan banyak tawa. "Anak itu memang obat ampuh untuk tuan muda" ujar salah satu pelayan mansion bercakap-cakap dengan rekan kerjanya

__ADS_1


Salam hangat dari Author ya para readers! Maaf jika kurang ekspek dalam memainkan alur cerita ๐Ÿ™, tapi tetep dukung Author ya dengan cara Like, Rate, Vote, Comment and beri gift menarik kalian. Sarangheyo dofu-dofu ๐Ÿค—


__ADS_2