My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Past


__ADS_3

Rava membuka pintu dengan kasar dan langsung menutpnya dengan keras,


"kak Ava?" dilihatnya Rain sedang berdiri di ruang tamu menatap heran Rava, disana juga ada kakek dan nenek mereka,


"kenapa kau marah-marah begitu?" tanya neneknya,


"nggak papa, cuma lagi kesel aja" Rava melempar tasnya ke sembarang arah dan ikut dududk di bersama adiknya,


"kamu lagi kesel ke siapa?"


"orang nggak penting" jawab Rava singkat,


"heh, buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya" Reno, kakek Rava menyeringai,


"emang ayah dudlu kayak aku?" Rava mulai penasaran,


"bahkan lebih parah, hanya sekedar memanggil kakek 'ayah' saja tidak mau"


"betulkah? Daddy terlihat seperti ayah yang baik dengan anak-anak nya" ucap Rava serius,


"dia mungkin menyayangi anak-anaknya, tapi tidak menyayangi orang tu.....aduh" Nia memukul kepala suaminya itu,


"jangan bicara sembarangan, emang kau kan ayah yang buruk!"


"iya-iya"


"apa kalian ingin dengar cerita masa kecil ayah kalian?"


"mau!" ucap Rain dan Rava antusian,

__ADS_1


"baiklah, awalnya........"


........."Atta" teriak Azkar dari kejauhan,


"kak Martin" senyum Athala mengembang melihat siapa yang memanggilnya,


"dimana si cowok pirang itu?"


"jangan panggil kak Ed kayak gitu dong, lagian kamu kayak punya revenge dengan kakak" Athala memasang tampang penuh tanda tanyanya,


"eh, bukan begitu, aku hanya mencarinya dan ingin bermain dengannya" Azkar menutupi rasa bencinya pada Edward dari Athala,


"betulkah?" Edward mentap sinis Azkar,


'siapa yang nggak sebal dengan orang seperti dia!' batin Azkar geram,


"jangan sekali-kali kau mendekati adikku yang berharga ini, awas aja kau!" Edward mendekap erat Athala sambil menatap Azkar dengan tatapan permusuhan.........


"imutnya cucu nenek satu ini" Nia mengelus-elus kepala Rain,


"jadi bibi Athala itu sudah dekat dengan Daddy sejak kecil? lalu kenapa mereka sekarang seperti anjing dan kucing?" tanya Rava penasaran,


"sepertinya kalau itu lebih baik langsung saja tanyakan pada Daddy mu itu"


"ih, aku jadi semkin penasaran"


++


"nenek berhentilah mencubiti pipi dan mengelus rambutku" pinta Rain dengan mata berkaca-kaca,

__ADS_1


"imutnya....."


___________________________________________


Reva masuk kedalam rumah dilihatnya Rava sedang berbincang-bincang dengan orang yang tidak Reva kenal,


'apa sebaiknya kau tunggu aja dulu ya?' Reva berbalik dan akhirnya terpaksa lewat pintu belakang,


Reva masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, hari yang melelahkan, dia sangat senang karena punya teman untuk di ajak berbicara bahasa Jerman, sebelum ini ada Mommy nya, tapi sekarang Mommy nya sibuk bekerja,


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu kamar Reva, tapi Reva tidak menanggapinya dan hanya diam di tempat tidur, tiba-tiba....


BRAK!!


"apa susahnya buka pintu sih!" terlihat wajah jengkel Rava yang menatap tajam Reva,


"tidak sopan bagi cowok masuk ke kamar cowok!" Reva menatap datar orang yang ada di depannya itu, sebelum ini mood nya sangat bagus, begitu orang ini datang langsung kelam,


"kenapa pulang nggak bilang-bilang, diam-diam dan masuk lewat pintu belakang, kau kira aku nggak tau apa!"


"kan bukan urusanmu, lagian kau punya hubungan apa denganmu!"


"tentu saja kau saudaraku, kau pikir aku tidak tau!" Reva membelalakkan matanya mendengar omongan Rava.


Happy Reading ๐Ÿ“–


Don't forget to like ๐Ÿ‘ and comment ๐Ÿ‘„

__ADS_1


+favorite๐Ÿ–ค


__ADS_2