My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Suddenly


__ADS_3

"hah? dad kau bicara apa?" Rava menatap bingung ayahnya itu,


"kau ingat siapa anak ini kan?" Azkar menarik Reva dan menghadapkannya pada Rava,


"eemm, dia kan anaknya bibi Atta, terus sepupunya kak Os kan, benarkan?" Rava menjawabnya dengan santai,


"eeeeh? dia kan saudaramu!" ucap Azkar,


"iya dia saudara jauhku, kan Daddy itu teman bibi Atta dari kecil, makanya aku dan cewek ini dianggap bersaudara, iya kan?"


"benar-benar deh!" Indra menyeringai,


"mulai lagi deh, kayaknya dia dibiarkan kayak gini aja, daripada nanti tambah parah" Edward menepuk pundak Azkar,


"haaaah, lebih baik dia seperti ini saja" Azkar menghela nafas panjang,


"ngomong-ngomong, ngapain kalian rame-rame di depan kamarku dan lagi kalian bikin pintu kamarku hancur, kalau aku tidur dengan pintu seperti ini aku bakalan merasa tidak nyaman" Rava memainkan pintu kamarnya yang hancur,


"ma...maaf, ayahmu tadi yang menyuruh paman" Riko mengelus kepala Rava,


"iya-iya, aku lapar mau makan, Daddy udah masakkan?" Rava menatap Azkar,


"Daddy baru aja sampai, kamu aja yang masak ya" Azkar tersenyum pada Rava,


"aku? baiklah" Rava berjalan santai menuju ke dapur sambil bersenandung kecil,


"sejak kapan Rava suka bersenandung?" tanya Arjun pada Elios,

__ADS_1


"bukannya dia suka bersenandung sejak kecil, tapi bukannya sudah berhenti sejak lama ya?" jawab Elios,


"emmm, dia kan pernah bilang, 'apa aku suka bersenandung? menjengkelkan sekali', begitu" Reyhan menirukan suara juga tingkah Rava,


"barusan kau bilang apa?" tiba-tiba Rava muncul di samping Reyhan,


"wuaaa, sejak kapan kau disini, ma....maaf, aku tidak bermaksud menjelekkan kau, aku hanya......"


"rileks, don't worry, I'm not angry" Rava tersenyum dan menepuk pundak Reyhan lalu pergi begitu saja,


"apa yang terjadi dengannya? bukannya dia biasannya akan marah-marah nggak jelas, kok ini...." Arjun bingung harus berkata apa,


"emosinya baik, aku tidak merasa ada tekanan dengannya" Reva menatap Arjun,


"bagaimana kau tau, emang kau dan dia itu setubuh, awww, Os!!"


"makanannya sudah siap, apa uang kakian tunggu ayo makan bareng" Rava muncul sambil tersenyum dan mengajak semua orang untuk makan,


"hah? semakin kesini semakin aneh saja anak itu" Azkar bingung sendiri dengan anak lelakinya ini,


∆ ∆∆ ∆ ∆∆ ∆ ∆∆ ∆ ∆∆ ∆ ∆∆ ∆ ∆∆ ∆ ∆∆


Semua orang duduk bersama di meja makan, satu kursi kosong dan akan selalu tetap kosong, karena dulunya yang duduk di sana adalah Athala,


"ayo makan yang banya, aku sudah masak susah-susah lho!"


Suara pintu terbuka, sepertinya itu adalah pintu depan, "Ein, coba lihat siapa yang datang" perintah Azkar,

__ADS_1


"baik dad!" Rain langsung turun dan berlari ke pintu depan,


"Ein, siapa?" Azkar sedikit berteriak, agar Rain yang didepan bisa mendengar suaranya, tapi selang beberapa waktu Rain tidak segera menjawab,


"apa orang penting yang datang?"


"atau cuma kurir?"


"masak kurir langsung buka pintu gitu aja?"


"mungkin kakek dan nenek!" ucap Rava antusias,


"sejak kapan anak ini bersemangat kayak gini, bukannya biasannya, 'haaaah,emang apa pedulinya aku', gitu?" balas Arjun,


"JUUUUUN!!" Elios dan Reva sama-sama mengepalkan kedua tangannya pada Arjun,


"hehehe, maaf" Arjun mengaruk tengkuknya,


"bener-bener deh, kok bisa anak ini mirip banget sama bapaknya,


"wah, ternyata semuanya sedang ngumpul disini" Rain diam digendongan wanita itu, dan hanya menatap hampa.


_______________________________________


Selamat membaca 📖untuk pembaca semuanya, jangan lupa untuk like👍 dan komennya👄 ya, novel ini lagi ikutan kontes jadi untuk pembaca yang ingin dukung author silakan untuk vote yang bnyaj😁😁, agar authornnya juga semangat untuk up😉😉 lebih banyak bab😊😊


@nismarmut🐹🐭

__ADS_1


__ADS_2