
Lima orang legendaris akhirnya berkumpul kembali di tempat yang sama, berkumpul karena dua orang sedang membuat masalah,
"hah, menyusahkan saja! padahal ini bagian anak-anak, tapi kita mals ikutan muncul juga!" seperti biasa Indra hanya bisa berkomentar saja, banyak omong sekali,
"dari pada mengerutu nggak jelas gitu mendingan kau diem aja deh!" Athala seperti biasa juga langsung memelototi orang yang menggangu,
"sama sekali nggak berubah ya?" Riko tertawa senang, walau seorang jenderal tentara tapi Riko tetap punya sisi yang lembut, dia hanya bersikap tegas saat sedang bertugas saja,
"ngomong-ngomong, kalian dari tadi nggak bisa diam ya!" Edward memijat lelang pelipisnya dengan satu tangan,
"kau seperti sedang banyak pikiran saja!"
"Azkar! asal kau tau, di telfon Riko bilang kalau ada masalah gawat padahala aku sedang rapat,begitu aku datang ternyata hanya Atta dan kau yang sedang bertengkar, kau pikir aku nggak kesal apa!"
"salahkan Riko dong, kenapa kau malah komplain denganku!"
"terserah saja!" Edward langsung membaringkan tubuhnya di sofa yang panjang,
"nggak biasanya lho, ayahku bisa bersikap santai" bisik Elios pada Arjun,
"benarkah, apa kau pikir ayahku tidak begitu, biasanya dia banyak diamnya, nggak taunya ternyata dia orang yang banya berkomentar tentang apapun!"
"bukannya mirip denganmu!" Reva menendang kaki Arjun,
"kau ini ya!"
"apa!" Reva malah memancing emosi Arjun,
"dasar bocah!" Arjun melempar barang apapun yang ada di dekatnya,
"kau cari masalah denganku!" Reva mengambil bantal sofa dan langsung memukulkannya pada Arjun,
"kau ini!"
__ADS_1
"apa, mau lagi! sini!" Reva memgankat bantalnya,
"anak-anak itu kenapa ribut sekali, aku jadi tambah pusing!"
"paman ingin aku membuat mereka diam!" tiba-tiba Reyhan muncul di samping Edward,
"astaga!" Edward terlihat terkejut, sedang pelakunya hanya tertawa saja,
"kalau begitu Rey pergi dulu!" Reyhan berjalan mendekati Arjun dan Reva yang sedang bertengkar,
"kalian bisa diam nggak?" Reyhan berbicara sambil tersenyum lembut,
"emangnya kalau begitu mereka bisa diam?" Edward menatap Riko, dan yang di tatap hanya mengangguk sambil tersenyum,
"apa sih Rey, diam aja kau!" suara Reva menaik,
"kau diam saja!" tambah Arjun sambil melanjutkan perdebatannya dengan Reva, Reyhan hanya tersenyum lalu....
"ini kan rumah.." Reva menatap Reyhan, seketika dia langsung diam, wajah Reyhan yang cute berubah menjadi dingin dan tatapan matanya kosong,
"kalian bisa diam kan!?" tanya Reyhan lagi,
"iya, kami diam kok" jawab Reva, suaranya bergetar karena takut dan bulu kuduknya berdiri,
"baguslah kalau begitu, paman Ed sedang capek dan dia ingin sedikit ketenangan" Reyhan tertawa senang,
'rey kalau marah lebih menakutkan dari kak Eli, bahkan sampai merinding aku'
"kau nggak papa? kau pasti batu tahu kalau Rey bisa kayak gitu kan?" Rava menepuk pelan pundak Reva,
"nakutin banget" Reva gemetaran,
"kamu cuma lihatnya sekilas, kamu nggak tau pas dia marah padaku karena aku membuatmu jatuh dari pohon dulu" Rava tersenyum kecut,
__ADS_1
"waktu itu dia marah?"
"bukan hanya marah dia mengamuk, nggak mau bertemu denganku sampai sebulan lebih"
"betulkah, kupikir dulu Rey adalah orang yang nggak bisa marah"
"jangan meremehkan laut yang tenang" Rava mengusap kepala Reva pelan, Reva diam sejenak lalu memeluk Rava, erat sekali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
.
.
#jangan lupa like 👍 dan komennya 👄
__ADS_1