
"huaaah" Rava menguap lebar, sekarang dia berada di atap sekolah, saat sendiri memang dia suka seenaknya, tapi kalau ada orang harus jaga imej dong,
"oi Va!" teriak Reyhan dari belakang,
"apa sih nggangu aja, aku lagi pengen nyantai bentar!" Rava berbaring sambil meletakkan tangannya di belakang kepala,
"Ev nyariin kamu!"
"butuh apa dianya?"
"ada cowok yang nembak dia, dia bingung mau terima atau nolak, makanya....."
"siapa yang berani nembak Reva!" Rava bangun dan langsung beraura horor,
"itu..."
"CEPET!"
"itu kakak kelas, namanya Budi"
"aku pergi dulu!" Rava berdiri dan segera berlari turun mencari Reva,
"bagaimana reaksinya kalau dia tahu itu kejadian udah lama ya?"
Β πΊπ¨πΊ
Β
"kenapa kau nggak pengen berteman, lalu Rey dan Rava lalu dua kakak kelas itu!"
"Rey dan Jun itu bisa dibilang dia itu cuma pengganggu dari kecil, lalu Rava itu kan adik kembar gue dan kak Eli itu sepupu gue!"
"eh, Rava adik ya? kukira Reva?" ucap Nana santai,
"ya, sebenarnya Ava itu walau menurut kalian dia cowok yang cuek atau dingin,.... dia itu...emm...gimana ya?" Rava berfikir keras bagaimana dia harus memberi kesan tentang kembarannya itu,
"EV!!" tiba-tiba Rava datang dan langsung berteriak pada Reva,semua orang langsung menatap Rava dan Reva,
"paan sih, bisa kan panggil pelan aja, nggak usah teriak-teriak kayak gitu!" bukannya bertanya ada apa malah diomeli Rava nya,
"kata Rey ada cowok nembak kmu mana orangnya!" Rava nampak panik,
"pfft, kamu itu kok percaya banget dengan Rey! hahaha" Reva tertawa kecil melihat tingkah Rava,
"emang salah ya?"
"itukan udah lama, kamu baru tahu sekarang?" Nana masuk kedalam pembicaraan Rava dan Reva,
"siapa cewek ini, nggangu banget!" Rava menatap tajam nan yang tadi tiba-tiba bicara,
"Nana"
"bukanya dulu aku pernah bilang jangan pernah berteman dengan siapapu!"
"memangnya aku bilang kalau dia temanku, kau bertanya dia siapa dan aku jawab!"
"sini ikut aku, aku nggak bakal biarin ada orang yang deket kamu walau itu cewek pun aku nggak peduli"
"siapa yang kakak diantara kita, hormat Sirikit gitu!" Reva memeukul kepala Rava,
__ADS_1
"sakit tauk, bisa nggak? nggak mukul kayak gitu!" gerutu Rava,
"eh? ternyata kalian disini ya?" Arjun dan Elios muncul menghampiri si kembar,
"udah baikan ya kayaknya kalian? nggak berantem lagi?" senyum Arjun,
"diam kau guguk!" ucap Reva dingin,
"Ev! omongannya dijaga! jangan kayak Rava!"
"ya singa!" Reva memutar bola matanya jengah,
"anak ini....!!" Elios geram,
"dah ah, aku males ngladenin kalian, bye" Reva pergi meninggalkan tiga cowowk itu,
"permisi kak? boleh minta fotonya nggak?" ucap Nana hati-hati,
"nggak soalnya kami ini sudah ada yang punya semuanya!" Elios memberikan tatapan menghina pada Nana dan temanya itu,
"aku mau cari Rey buat perhitungan dengannya!" Rava mengepalkan tangannya dan pergi,
"lalu meteka berkelahi gimana?" tanay Arjun pada Elios,
"nggak bakal, mereka mungkin cuma main-main kayak biasanya aja!" Elios berbalik dan pergi, sedang Arjun mengikutinya dari belakang,
"kok Reva bisa ya, ada ditengah-tengah mereka?"
"mereka kan dibesarkan bersama tentu saja mungkin Reva sudah biasa, dan dilihat dari reaksi Reva tadi, dia seperti jengah dengan mereka!"
"siapa yang bilang Reva jengah dengan kami, dia memang seperti itu sejak kecil kok!" tiba-tiba Reyhan muncul di tengah-tengah dua cewek itu, lalu Reyhan memperlihatkan smirk nya,
.
.
.
.
.
#AWAS HATI-HATI....
.
.
.
.
.
.
..
..
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE π DAN KOMENNYA π
++
πΊ : Rava Martin π¨ : Reva Freude
π― : Rain Martin π¦ : Reyhan Mario
πΆ : Arjun Kusuma π¦ : Elios Freude
πΊ : wooii berani ya pengang Ev? mau mati kayaknya?
π¦ : kalau mau mati serahin ke aku aja, mumpung punya bom yang kucuri dari ayah, pasti tubuhnya hancur dehπ€
πΊ : betul juga mohon bantuannya, guruπββοΈ
π¦ : dengan senang hati muridkuπ
π¦ : kalian ini sudah gila ya?
πΆ : jangan ketipu mereka ini cuma baca dialog yang ada di game
π¦ : Jun br*ngs*k kenapa beritahu kak Os sih!
πΊ : musuh besar kita ada di depan mata kita harus membunuhnya sebelum dia membuat ulah lagi!
π¦ : sudahlah Va, hancur semua gara-gara Jun bodoh itu....
πΊ : iblis manakah yang membuat guru marah, apa perlu saya melawannya?
π¦πΆπ¦ : π€¦ββοΈ
__ADS_1