
"ngomong-ngomong kapan kita akan sekolah lagi?"
"betul juga beberapa episode hanya nyeritain keseharian aja, bagian sekolahannya nggak ada, bukannya kita juga sekolah?"
"ya kata author, athornya males buat cerita pas di sekolah, soalnya author sendiri sekolahnya lagi libur"
"intinya ceritanya dibuat sesuai suasana hati author gitu?"
"iya, jadi kalau nggak ada adegan sekolah anggap aja lagi libur gara-gara virus Covid-19"
"hey! kalian sedang apa?" teriak Reyhan pada dua anak kembar itu,
"nggak papa kok!" jawab mereka serempak,
______________________________________
"bosen banget!" keluh Arjun yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa,
"ini rumah orang tau, jangan seenaknya!" Reva menendang Arjun agar bangun,
"duh, sekarang Reva nggak semanis dulu ya? padahal dulu Reva manis banget juga cengengan, imut, cantik, walau agak nakal, sekarang dah kayak setan!" Arjun malah mengenakkan tidurannya,
"diem! siapa bilang aku nggak semanis dulu, sekarang aku juga cantik kok, dan aku nggak nakal kayak setan!"
"cuma bercanda kok" Arjun jadi salah tingkah begitu mendengar suara Reva menaik,
"Os! ayo kita duel game, kau dengan Jun dan aku degan Rey!" ajak Rava,
"nggak, nggak mood banget aku!" Elios melanjutkan membaca buku,
"nggak bosen apa kau baca buku terus!" celutuk Rava,
"nggak, ini buku bagus soalnya!"
"Rey, main yuk!" Rava ganti menoleh ke Reyhan,
"nggak males aku!" jawab Reyhan singkat,
"kalian semua ini terus apa tujuannya kumpul di rumah kami!" ucap si kembar barengan,
"rumah kalian enak" sahut Arjun,
__ADS_1
"menenangkan" ucap Elios,
"juga asik!" tambah Reyhan sambil mengusap-usap kepala Rain,
"itu adik orang jangan sembarangan!" Reva memelototi Reyhan,
"hehehe"
"enaknya ngapain ya?"
"gimana kalau kita berenang di kolam belakang?" usul Arjun bersemangat,
"boleh juga" bale Elios,
"baiklah ayo!" Reyhan langsung berlari menuju ke kolam belakang, disusul oleh sikembar dan adiknya, lalu Elios dan Arjun,
Di Kolam,
"Ev nggak ikutan sini!" ajak Reyhan sambil mencipratkan air kolam pada Reva,
"nggak!" jawab Reva singkat dengan wajah suram,
"dia lagi pms!" tambah Rava, Arjun dan Elios langsung faham, tapi...
"nggak perlu tau, pokoknya jangan pancing emosi Ev saat ini!" Rava memberi peringatan pada Reyhan,
"ok" jawab Reyhan singkat, empat orang cowok dewasa dan satu anak-anak itu sedang bermain dengan senangnya, melupakan kalau ada orang yang sedang memelototi mereka semua,
"kalian enak ya bisa main gitu! padahal aku sedang kesal ini!" ucap Reva dingin,
"Ev, ada apa? perlu apa? pengen apa? perlu aku ambilkan? atau belikan?" Rava langsung keluar dari kolam dan memberi Reva banyak pertanyaan,
"aku lagi nggak pengen apa-apa, belikan aku es krim aja!"
'nggak pengen apa-apa, tapi suruh beliian es krim!"
"tunggu ya, aku ganti baju dulu" Rava degan terpaksa tersenyum lalu pergi ke kamar untuk ganti baju dan langsung ke supermarket terdekat degan cepat,
"Ev?" Elios tersenyum pada Reva, sedang Reva hanya berdehem menanggapi,
'moodnya bener-bener lagi jelek banget ya, biasanya dia langsung nyahut sambil senyum lebar'
__ADS_1
"Ev? kamu nggak nonton film di tv atau baca novel kayak biasanya?" tanya Reyhan tiba-tiba,
"emangnya kenapa? aku nggak boleh ada disini! kamu ngusir aku! mau cari masalah kamu!" suara Reva berubah serak dan dingin juga tatapan matanya yang mengintimidasi,
"eh? enggak kok, aku cuma nanya aja" jawab Reyhan salah tingkah,
'ni cewek bener-bener nakutin kalau lagi pms, Rey aja sampai kayak gitu' batin Arjun,
"Ev aku kembali, nih es krimnya" Rava datang sambil membawa Katong kresek yang penuh es krim, entah berapa banyak jumlahnya itu,
"woaah, makasih Ava, emang adik yang baik kamu!" Reva memeluk Rava lalu mencium pipinya sekilas dan pergi ke kamarnya sambil membawa semua es krimnya,
"itu tadi buat Ev? semuanya?" tanya Arjun sambil menatap aneh Rava,
"nggak usah liatin aku, kalau 'lagi' dia eamng kayak gitu kok, makannya bar bar" ucap Rava sambil melepas bajunya dan ikut menyebut di kolam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
.
.
__ADS_1
.👍➕👄