My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Dad&Mom (2)


__ADS_3

"kak, kumohon" Athala menatap Azkar penuh harap,


"nggak, pergi sana! aku sibuk Athala!" Azkar berbalik dan mencari berkas untuk rapatnya,


"aku benar-benar sangat menyukaimu kak, kumohon" Azkar mencengkeram bahu Athala dengan kasar,


"pulang sekarang, aku sibuk!" Azkar mendorong Athala ke depan pintu lalu menutupnya dengan keras,


"kakak bodoh! aku nggak akan nyerah!" Athala berjalan dengan penuh amarah di hatinya,


"eh? Atta?" Athala menoleh melihat siapa yang menyapanya,


"oh, Riko"


"kau sedang kesal sepertinya, mau ikut denganku? makan siang?" Riko tersenyum pada Athala, menawarkan makan siang padanya,


"haaah, boleh saja"


 


\•.¸♡VIИ CДFΞ♡¸.•\


 


"salah kau nya juga, lagian dulu Azkar mengemis cintanya pada mu tapi kau malah menolaknya, sekarang giliran mu" Riko menikmati kopi uang dipesannya itu,


"kau malah membuat mood ku tambah jelek, mati sana kau!" Athala menatap horor Riko,


"hehehe, kau tetap sama seperti dulu ya, suka seenaknya sendiri"


"memangnya kenapa, sifat bodohmu itu juga nggak berubah!"


"aku berharap semoga sifat mu yang menjengkelkan ini tidak menurun pada si kembar atau bola susu itu" Riko tetap saja tersenyum,


"jangan tebar pesona bodoh!"

__ADS_1


"eh? aku nggak tebar pesona, kan aku memang seperti ini sejak dulu!"


"alasan!" Athala mencibirkan bibirnya dan Riko hanya tersenyum saja,


"mommy?"


"ayah?"


Athala dan Riko menoleh ke asal suara, seperti yang mereka kira lima anak pembuat masalah,


"paman Riko nggak sedang tugas?" tanya Elios,


"aku sedang libur, tadi pulang kerumah Rey ternyata belum pulang sekolah juga, terus ke kantornya Azkar ketemu Athala di jalan, jadi sekalian ajak makan siang" jelas Riko,


"aku cuma tanya aja kok, nggak usah dijelasin kayak gitu juga kami tahu" Elios duduk dengan adik dan temannya tak jauh dari meja Athala dan Riko,


"Rey? apa sekolahmu baik?"


"baik, bahkan Rey di sekolah punya babu lho paman!" baru aja Reyhan mau buka mulut, Reva sudah bicara dulu,


"hehe, emangnya kenapa nggak boleh, kan aku cuma bantu kamu bicara"


"Ev, nggak boleh gitu, diam atau pesankan kami minum sekarang saja" perintah Elios yang sedang malas mendengar debat nggak berguna,


"kenapa aku, lagian Ava yang punya cafe, kenapa nggak tepuk tangan 2× dan datanglah pelayan"


"Ev, aku nggak nerima penolakan" Elios tersenyum dingin,


"iya-iya!" Reva langsung berdiri dan memesan untuk empat cowok menyebalkan itu baginya,


"lagian kau wanita! ngapain ke kantor dad, kau mengganggunya lagi kan, sudah kubilang jangan pernah temui dad lagi kan!" Rava menatap tajam ke arah Athala, dia memang kesal dengan wanita itu, siapa dia berani mendekati Daddy nya, bahkan walau tau wanita itu mommy nya Rava tetap nggak peduli, pokonya nggak akan kubiarkan dia mendekati Daddy,


"Rava kau terlalu berlebihan, lagian Atta nggak mungkin mengganggu ayahmu?" Riko mencoba mencairkan antara anak laki-laki dan sang ibu itu, benar-benar deh, kalau disatukan bisa-bisa seluruh dunia ini akan beku,


"paman diam saja, aku sedang malas mendengan celotehan nggak guna!" ganti menatap dingin Riko sekarang,

__ADS_1


"Ava!" Reva memeluk Rava dari belakang,


"apasih?"


"anu...~~~~" Reva membisikkan sesuatu pada Rava,


"oh, aku tau! tenang saja!" Rava tersenyum lalu berdiri dan pergi,


"apa yang kau rencanakan?" Arjun bertanya pada cewek yang didepannya itu,


"eits, ra..ha..si..aa.." Reva tersenyum lalu ikut pergi dengan Rava,


"pasti aneh-aneh lagi deh!" Elios menggelengkan kepalanya, pusing!


"atau, memang ada hal penting ya? soalnya mereka terlihat serius tadi"


"entahlah"


.


.


.


.


.


.


.


.


#jangan lupa like 👍 dan komennya 👄

__ADS_1


**☆࿐ཽ༵༆ᏖᏋᏒᎥᎷᏗ ᏦᏗᏕᎥᏂ༆࿐ཽ༵☆**


__ADS_2