
"aneh banget tau nggak kau bertinggkah kayak gini!" Edward menatap Athala lekat-lekat,
"kau benar-benar adikku kan?"ucap Edward lagi,
"ya iyalah, mau adik siapa lagi aku!" Athala menjawab dengan santainya,
"mom? mom baik-baik saja kan? nggak sakit? apa kepala mom kebentur terus otak mom agak gesrek?" Reva menatap Athala lekat-lekat,
"nggak lah, mommy lagi seneng banget, ayo kita jalan bareng berlima!" kata Athala penuh semangat,
"kak Martin juga ayo ikut, kan berlima!" Athala tertawa riang,
"akhirnya kita bisa dengar langsung bibi Athala panggil paman Askar 'kak Martin', ya kan Rey?" Arjun menatap Reyhan,
"iya" balas Reyhan lembut,
Athala memeluk Azkar tanpa aba-aba, tentu saja semua orang yang ada di sana terkejut, biasanya cuma lihat aja Athala langsung membuang muka,
"kak Martin kita jalan bareng sama anak-anak ya?"
"eh, itu....anu...a...a...a.." Azkar terkajut sampai tidak bisa berbicara dengan benar,
"aku emang seburuk itu sampai kak Martin nggak bisa bicara denganku?" Athala menatap wajah Azkar,
"maaf Athala, aku nggak bisa!" Azkar langsung berbalik pergi,
"Anda tidak perlu pergi kemari lagi, sepertinya Daddy nggak suka dengan bibi!" Rava mengendong Rein dan membawanya pergi,
"Azkar? kok dia jadi kayak gitu? biasanya kan dia bakalan senang kalau Athala mau nempel-nempel me dia!" ucap Edward heran,
"sepertinya sekarang situasinya berbalik!"
"Reva? kau memihak siapa?!" ucap Athala dengan suara datar dan wajah dinginnya,
"aku memihak......, entahlah?" balas Reva sampul memalingkan wajahnya,
__ADS_1
"haaaaah, bagaimana aku harus menghadapi Azkar, sepertinya dia tidak akan mau menemuiku lagi!" Athala mwnundukkan wajahnya,
"Atta? apa kau tidak ada niat untuk pergi ke Jerman? sepertinya ayah merindukanmu!" Edward mengelus rambut adiknya itu,
"nggak ah, aku malas, pasti nantinya dia bakal ngomelin mulu, nggak guna!" Athala mengerutu,
"bibi ini punya kepribadian ganda ya?!" Elios menatap lekat-lekat Athala,
"hah?" Athala bingung dengan maksud Elios,
"bibi ini aneh, biasanya aja sukanya marah-marah atau melotot gitu, sekarang kayak....em...gimana ya?.....aku nggak bisa memberi pendapat sih!" tambah Arjun,
"bibi Athala jadi mirip dengan Reva kalau kayak gini!" ucap Reyhan dengan penuh semangat,
"kalian ini bisa diam tidak! jangan banyak ngomong yang nggak guna!" Athala memelototi mereka,
"lebih cocok kayak gini!" Riko mengacak pelan rambut Athala,
"nggak usah sentuh-sentuh atau mau bonyok kamunya!" tatap Athala horor pada Riko,
"kamu nggak ingin ketemu sama anak-anak nya?"
"lagian Kaka Martin itu cuma peduli anak-anak nggak mikirn perasaan aku juga!"
"jadi intinya sebenarnya kamu cemburu dengan anakmu sendiri, padahala hubungan mereka hanya orang tua dan anak, kau ini benar-benar ya?!😔" Edward langsung mencubit pipi adiknya itu,
"kakak lepasin, sakit tauk!" Athala mengerutu pada Edward,
"kau masih disini?" Azkar kembali dari ruangannya dan berjalan mendekati kerumuanan itu,
"ini rumahku, tapi rasanya nggak kayak rumahku tau, dari dulu kalian mesti kayak gini!" gerutu Azkar,
"Daddy!" teriak Rain yang turun dari tangga sambil berlari,
"jangan lari nanti ja...." belum selesai Azkar bicara Rain tersandung kakaknya sendiri dan.....
__ADS_1
Greb!!
"sudah dibilangain berapa kali! JANGAN BERLARI SAAT TURUN DRI TANGGA!!" Rava berdiri dibelakang Rain sambil mencengkeram baju bagian belakang Rain,
"hehehe"😁
.
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING📖
JANGAN LUPA LIKE 👍DAN KOMENYA👄 YA..,.....
Maaf athornya lama nggak Up🙏, soalnnya banyak tugas sekolah dan lagi author bingung😔 gimana nglanjutin ceritanya😖,....
.
.
.
Sekali lagi athor minta maaf🙏😖
__ADS_1