My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Strange


__ADS_3

"kau, kenapa ada disini?" Azkar menatap bingung wanita yang mengendong Rain itu,


"kenapa memangnya, aku yang bilang tidak akan menemui anak laki-laki? tapi aku juga yang melanggar itu? memang tidak boleh? kan sejak dulu kau tau kalau aku suka melakukan apa yang kusukai!" wanita itu menyeringai dan menurunkan Rain, saat itu Rava langsung menarik Rain,


"wah, Rava nggak banyak berubah ya?" Athala mendekati Rava yang sedang merangkul adiknya itu,


"menjauh, jangan dekat! pergi!" Rava mundur menghindari Athala yang terus mendekatinya,


"apa kau takut padaku?" Rain terlepas dari gengaman Rava, sekarang yang Rava pikirkan adalah, jangan sampai wanita ini menyentuhnya,


"Rava mendekatlah, kalau begini aku tidak bisa menyentuhmu!"


"kau pergilah dari sini, kau sangat menggangguku!" tubuh Rava gemetar dan keringat dingin mengucur dari tubuhnya, walau sekarang dia sudah lebih tinggi dari Athala, tapi ketakutan telah menguasainya dan sekarang tubuh Rava benar-benar kemah dan sudah tidak bisa bergerak lagi,


"anak baik" Athala tersenyum lembut dan langsung memeluk Rava, Rava terkejut dengan apa yang dilakukan wanita yang ada di depannya ini,


"ada apa?" gumam Rava,


"I'm sorry my littleboy"Athala terus memeluk erat Rava,

__ADS_1


"Atta apa yang terjadi denganmu ini?" Azkar sendiri kebingungan karenanya,


"ini sama sekali bukan seperti Athala yang aku kenal" Indra menatap bingung,


"apa ini? apa Athala sedang salah minum obat jadi dia sampi seperti ini?" kata Riko santai, sebuah bantal melayang tepat di wajah Riko,


"si br*ngsek ini, kau sama sekali tidak berubah!" ternyata yang melempar bantal itu adalah Athala,


"pria kemah sepertimu itu bagaimana bisa lulus ujian militer dan sekarang menjadi seorang Jenderal!" Athala menatap rendah Riko,


"lalu seowrti itu bibi sangat mirip dengan Rava ya!?" bisik Arjun pada Elios,


"aku dengar apa yang kalian katakan, mending bilang langsung daripada jadi...."


"you are the best!" Athala langsung membalas perkataan Azkar, biasanya dia akan acuh dan tak peduli lalu pergi,


"kak Martin jangan menatapku seperti itu, jangan-jangan kau masih terpesona denganku ya?" Athala tertawa riang tanpa beban sedikitpun, sementara itu wajah Azkar memerah karenanya,


"Atta kecil, apa yang terjadi denganmu? nngak biasanya kau kayak gini?" tanya Edward yang kebingungan dengan tingkah adik perempuannya itu,

__ADS_1


"entah, tapi hari ini tiba-tiba aku sangat senang dan rasa senang itu tidak bisa dibendung!"


"tapi ini sih terlalu aneh, biasanya kau kalau lagi senang kan, itu..."


"kenapa? jangan-jangan Indra belum bisa move on dari aku ya, dulu kan kau selalu ngikutin aku kemana-mana, dimarahi kak Ed bahkan tidak di gubris, baru tau kalau aku punya Azkar nyerah!" Athala tersenyum menyeringai, dia bicara blak-blakan sekali tanpa berfikir dulu apa yang dia ucapkan,


"apa kau bilang, kalau aku nggak bisa move on dari kamu aku nggak mungkin punya anak dan istri sekarang!!" balas Indra,


"ayah pernah suka sama bibi Atta?" tanya Arjun,


"kalau beneran, berarti dulu aku hampir bersaudara dengan si br*ngsek ini!" Reva menatap sinis Arjun,


"wah pasti seneg banget punya adik perempuan seperti kau ya?" Arjun membalasnya dengan senyuman,


"jijik banget kalau punya kakak kayak kau, nggak banget deh!"


"sebenarnya kalian ini punya masalah apa sih, hampir tiap hari berantem, padahal waktu kecil akrab banget!" Elios menggeleng-gelengkan kepalanya,


"apa yang kalian omongin semuanya nggak guna!" tiba-tiba Rava angkat bicara, dan menatap semua orang dengan dingin.

__ADS_1


Maaf ya untuk pembaca sekalian, kalau nggak up-up solanya author punya banyak kerja sekolahπŸ™πŸ™πŸ˜…


selamat membaca ya, jangan lupa like πŸ‘ dan komennya πŸ‘„


__ADS_2