
Rava berjalan masuk ke dalam kelas, dilihatnya di dalam kelas Reyhan sudah dududk di mejanya, saat Rava duduk Reyhan masih diam saja, biasanya dia akan heboh atau apapun itu, tapi karena Rava tidak mau ambil pusing dia hanya diam dan menundukkan kepalnya lalu tidur,
"kebiasaan banget, tidur di kelas!" ucap sesorang di depan meja Rava, karena kesal Rava langsung mengangkat kepalanya melihat siapa yang sedang berbicara di mejanya,
"ternyata kau, apa yang kau inginkan sebenarnya?!" ucap Rava kesal,
"aku hanya ingin akrab denganmu, adik kecilku!" Reva tersenyum pada Rava yang menatap dingin dirinya,
"jangan memanggilku seperti itu!"
"Va, kau nggak usah merasa bersalah dengan kenadian waktubitu, lagian sebenarnya aku juga yang salah, nggak dengerin omongan kamu" Reva mengelus kepala Rava, Rava hanya diam saja tidak membalas,
"tenyata kau tau ya kalau aku cuma pura-pura" Rava tersenyum kecut,
"seharusnya kau juga tau kalau kita itu kembar, katanya saudara kembar itu satu pemikiran dan perasaan" Reva tersenyum lalu duduk di mejanya sendiri,
"menyebalkan sekali!" gumam Reyhan,
"waah? Reyhan barusan bilang apa?" ucap Reva sambil menatap wajah Reyhan, Reva sempat terkejut karuan ternyata reyhasn sekarang dalam dark mode, matanya menatap tajam Reva,
"Rey kau sedang ada masalah kah?" tany Reva hati-hati,
"nggak" Reyhan menghembuskan nafasnya lalu memejamkan matanya sebentar,
"Reva nggak perlu dipikirkan, aku cuma ada masalah sedikit dengan ayah tadi pagi" Reyhan sekarang tersenyum seperti biasanya lagi,
"haaah, kau bikin orang lain khawatir saja, bahkan Rava jadi tidak berani menyapamu lho!"
__ADS_1
"siapa yang kau bilang tidak berani! aku cuma nggak mau nggangu aja!" ucap Rava jutek,
"ya ya, maafin, akunya yang bawa-bawa masalah kesekolah, kalau begitu nanti sepulang sekolah kita ke caffe yuk, bareng kak Os dan Jun" Reyhan mengusap kepala Reva pelan,
"ngga usah sentuh-sentuh Ev kayak gitu!" Rava bersuara horor pada Reyhan,
"kelihatannya kalian sedang asyik ya?" tiba-tiba ada seseorang yang langsung menyahut dalam pembicaraan Rava dkk,
"siapa lo, nggak usah nggangu deh!" ucap Reyhan jutek,
"wah pangeran imut dan manis ternyata bisa kayak gini juga ya?" cowok itu tersenyum licik, "kenalin gue Kevin, salam kenal"
"oh, bocah yang sering mojok dibelakang toh!" sahut Reyhan,
"yang sering mojok dibelakang? ngapain nggak dimarahi guru toh?" ucap Reva polos,
"kalian ini pacaran ya?" tanya Kevin, sontak seisi kelas langsung menoleh pada Rava dan Reva,
"sepertinya kalau begini jadi bisa bikin salah faham ya?, mereka ini kembar kok!" Reyhan menjelaskannya,
"APA??!!" seisi kelas langsung terkejut dua kali mendengarnya.
🦊🦊🦊
Reva duduk sendirian di kantin seperti biasanya, tapi tiba-tiba banya orang yang langsung berebut ingin duduk dengannya, akhirnya hanya dua cewek yang berhasil, pertama Nana, cewek yang dulu sudah berkenalan dengan Reva lalu Mila teman dekat Nana,
"gue nggak nyangka lho, ternyata kau ini kembaran Rava ya, kok nggak pernah dengar ya?"
__ADS_1
"katanya Rava cuma punya saudara cowok, kalau nggak salah namanya Rean atau Ran gitu?"
"sejak umur sepuluh tahun gue nggak tinggal bareng Rava karena ada sedikit masalah, dan nama adik kaki itu Rein tauk! siapa juga yang sebarin gosip salah gitu!" gerutu Reva,
"lo ity beneran nggak terlalu banyak temen ya, atau malah nggak punya sama sekali?" tanya Nana tiba-tiba,
"gue nggak tertarik dengan yng namanya temen atau sahabat kayak gitu!"
.
.
.
.
.Selamat membaca📖 ya semuanya, nah gini athor sedang punya banya inspirasi 🤔makanya mungkin athor bisa up setiap harinya, ditunggu ya😁🙏
Follow nih akun medsos author,
IG : nisa_marmut13
FB : nisa marfu
TW: モルモット🐹🐭
__ADS_1