
"uwaaah, senangnya bisa liburan bareng mom dan dad, hari yang sangat kutunggu-tunggu" ucapku Reva sambil tertawa senang, hari ini mereka pergi piknik di taman dekat rumah Azkar,
"kalau nggak diapksa aku nggak bakalan ikut sih, soalnya aku takut mengganggu kak Martin" Athala menatap azakar sekilas lalu membuang muka,
"aku hanya menepati janjiku pada anak-anak, sebenarnya aku banyak pekerjaan sih, kutunda dulu mungkin tidak apa-apa"
"aku sangat merindukan Rain makanya ikut juga, kalau nggak mungkin aku kemarin sudah memilih untuk pulang ke Jerman mengunjungi ayah"
"mom, dad, bisa nggak sih kalian bicara terus terang, nggak perlu jadikan kami sebagai alasan!" akhirnya Rava buka mulut juga, sebenarnya dari tadi dia sangat risih mendengar pembicaraan orang tuannya itu, tapi mencoba sabar dulu dan akhirnya meledak,
"Rain bagaimana kalau kita main dulu di sebelah sana!" Reva mengajak Rain untuk bermain ditempat yang ada diseberang,
"kak Ava nggak ikut?" Rain menatap yang tiduran di atas tikar,
"nggak, kalian main aja, aku mau tiduran disini dulu!" Rava mulai menutup matanya,
"nggak kau temani? nanti kalau ada apa-apa dengan mereka bagaimana?" tanya Azkar,
"semoga aja nggak ada apa-apa, aku soalnya males ngikutin mereka kesana sini!"
"kau ini benar-benar langsung keintinya jika berbicara!"
"karena aku nggak suka bertele-tele! dan sebaiknya kalian diam, aku ingin mendapa ketenangan!" cukup lama keadaan menjadi tenang sampai......
"apa! aku ingin makan yang ini! kau itu pria seharusnya kau tau aturan ladies first!"
"apa! nggak aku nggak mau, aku juga suka yang ini, dan lagi aku nggak peduli yang namanya ladies first mu itu!"
__ADS_1
"kau ini, diamana kak Martin yang lemah lembut dan penyayang dulu!"
"dia sudah mati, elaps nggak piringnya!"
"nggak! nggak mau, pokonya aku nggak mau!"
"dimana gadis dingin yang ada dalam dirimu dulu, kembali ke yang dulu aja mendingan kamunya!"
"dulu aja kamu suruh aku buat jadi orang yang sedikit terbuka dan hangat, sekarang kau ingin aku seperti dulu, maumu apa sih!" dan akhirnya mereka tanpa sadar membangunkan Husky🐺 yang sedang tertidur,
"DIAM! KALIAN INI UDAH KEPALA TIGA, TAPI TINGKAHNYA KAYAK ANAK KECIL AJA!" Rava bangun dan langsung melempar piring yang ujungnya dipegang Athala dan Azkar,
"Ava kenapa?" Reva datang dengan Rain kerana dari jauh mereka mendengar kalau Rava sedang berteriak marah,
"lho bukanya ini Azkar dan Athala ya, lama nggak jumpa?" sapa seorang wanita yang tiba-tiba lewat,
"udah lama nggak ketemu pasti lupa ya? aku Miria masak kalian nggak ingat?"
"oh! cewek br*ngs*k yang ingin merebut kak Martin dari ku ya!" Athala menatap dingi orang yang ada di depannya itu,
"hahaha, itukan udah lama banget, jangan diungkit-ungkit lagi dong!" Miria menutupi rasa kesalnya dengan senyuman, lalu menatap ke arah si kembar dan adiknya itu,
"ini anak kalian? sudah besar ya?" Miria mencoba mengelus kepala Rain tapi langsung ditepis oleh Rava,
"kau bibi yang menggangu dulu itukan! jangan harap bisa menganggu lagi sekarang!"
"iya sebaiknya bibi cepat pergi sebelum nanti Ava ngamuk lagi! bye-bye!" dua anak itu terang-terangan mengusir Miria,
__ADS_1
"mama! ayo cepetan!" teriak seorang gadis dari kejauhan,
"eh?" Miria menengok kebelakang, gadis itu lalu menghampiri wanita yang dipanggilnya ibu itu,
"eh? ternyata Reva ya? dari jauh aku merasa sedikit familiar ternya benar dugaan ku" gadis itu tersenyum pada Reva,
"Nana?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
__ADS_1