
18 tahun yang lalu, Jerman
"hahaha, kau bodoh sekali!" Azkar tertawa terbahak-bahak saat melihat Athala yang sedang terjungkal di mansion Freude ini,
"mati kau!" Athala melempar bantal dan buku super tebal pada Azkar,
"aww, sakit tauk! sini anak nakalnya harus diberi hukuman dulu!" Azkar memain-mainkan jarinya sambil tersenyum misterius,
"kak nggak deh, jauh-jauh sana!" Azkar tidak peduli dan langsung menyerang Athala dengan gelitikan mautnya,
"HAHAHAHA" Athala tertawa tapi mukanya tetep aja kaku jadi nakutin kalau ngebayangin sendiri,
"muka kamu jelek banget" Azkar terus mengelitiki Athala tanpa henti,
"ehem, sedang apa kalian itu?" tiba-tiba ayah Athala yaitu August datang sambil tersenyum dingin ke arah Azkar,
"wah ini ternyata wujud aslimu ya? bagaimana sekarang?" August masih mempertahankan senyum dinginnya,
"pa, kayaknya ada salah faham disini, kami sedang bercanda aja kok!" bale Athala dengan nada dingin andalannya,
"berani melawan ya!"
"udahlah pa, aku tau kau itu bukan tipe orang yang bisa marah, wajah menahan tawamu itu menjijikkan!" begitu mendengar omongan Athala yang pedes dan bikin siapa aja yang denger sakit hati langsung pundung dipojokan ruang,
"dasar payah!"
"kau nggak boleh gitu...."
"ngaca sana, aku dan ayahku nggak bakal ambil hati omongan kayak gitu gara-gara udah biasa, la kau dan ayahmu? heh kujamin ayahmu sekarang nggak peduli kalau kau masih sakit atau nggak!"
"omonganmu memang bikin siapa aja yang denger sakit hati ya?" Azkar ikut pundung bersama August di pojokan ruang,
"payah!"
Skip aja!
__ADS_1
Pernikahan Azkar dan Athala
"apa kalian nggak hubungin teman kalian yang ada di indo?" tanya August pada dua pasangan pengantin baru ini,
"udah coba kuhubungi tapi nggak bisa, mungkin sedang ada masalah!" balas Azkar malas,
"yaudah, ayo kita mulai acaranya!"
Pernikahan Athala dan Azkar pun diselenggarakan dengan sangat sederhana, hanya kerabat dekat ayahnya saja yang diundang juga teman bisnisnya,
Skip lagi>>
"Bagaimana kalau kita pulang ke Indonesia?" tanya Azkar pada Athala,
"aku terserah aja, nurut" ucap atahala acuh dan foku pada bukunya,
"hey, ini malam pernikahan kita lho"
"terus kenapa?" Athala memandang Azkar penuh tanda tanya,
"hehehe" Azkar menyeringai misterius,
Skiiip>>
Athala dan Azkar sekarang ada di bandara Indonesia,
Kejadiannya sama kayak di novel sebelumnya
**Si Gadis Dingin eps 26-28
Skip Amerika, Sikembar umur 3 tahun**,
"Mommy! seperti apa Daddy itu?" tanya Reva,
"doa orang yang sangat br*ngs*k dan ngeselin banget!" balas Athala geram sendiri membayangkan Azkar dan segala macam tingkahnya,
__ADS_1
"benarkah? diantara kami siapa yang paling mirip dad?" tanya Rava dengan muka datarnya,
"emm?" Athala tampak berfikir keras,
"siapa mom?" tanya Reva antusias,
"entahlah? Mommy sudah lupa wajah Daddy kalian" Athala tersenyum tipis,
"wah sudah jam segini, mom berangkat dulu! bye bye my sweet baby!" Athala meraih tas kerjanya lalu pergi,
"Ava ayo main!"
"hn, kita main game yang kemarin!" Rava menarik tangan kembarannya dan mengajaknya ke ruang santai untuk bermain game,
Skip, Rava di Indo,
Rava POV
Menyebalkan sekali orang-orang ini, seenaknya sekali membawaku ke negara ini, nggak tau apa kalau sampai mereka berhadapan dengan Mommy ku, habis sudah mereka, ponselku hilang lagi!!
'eh, ada orang disana, minta bantuan ah!' batinku sambil tersenyum senang,
"paman tolong aku!"
Okey, kejadian selanjutnya sama dengan kayak yang dinovel Si Gadis Dingin, sampai sini ya flashback nya😆😁✌️✌️
.
.
.
.
.
__ADS_1
.tbc
☆࿐ཽ༵༆ᏖᏋᏒᎥᎷᏗ ᏦᏗᏕᎥᏂ༆࿐ཽ༵☆