
Reva sedikit berlari menyusul Rava yang berjalan sangat cepat itu,
"Va tunggu! pelan-pelan dong!" nafas Reva memburu, capek sekali,
"salah sendiri lambat, dan yang kau bisikkan tadi..."
"soal dad kan? tenang saja!" Reva tersenyum licik,
"kalau kau seperyi itu....hal buruk pasti yang kau pikirkan!" Rava menyandarkan punggungnya lalu duduk di bawah, mereka sekarang ada di sebuah gang sepi,
"kau sendiri kenapa memilih ke tempat seperti ini, manakutkan sekali" Reva ikut duduk disamping Rava,
"ya, bukannya tempat yang sepi sangat bisa menenangkan hati, aku merasa damai" Rava menyandarkan kepalanya pada bahu Reva,
"kau tau Ev, aku sebenarnya sangat malas menghadapi dua orang tua bodoh itu, apalagi si wanita itu, sekarang dia sangat ingin dekat dengan daddy aku tidak suka itu, dia meninggalkan dad seenak jidat setelah itu ingin masuk ke kehidupannya, walau dad mungkin nanti akan menerimanya, aku tidak akan pernah mau!"
"tapi kau tau, aku kan tidak bisa meninggalkan mom sendiri, mom hanya punya aku, kalau aku pergi mom pasti sedih"
"oh, aku lupa kalau dia hanya punya kau, kau tetap menggunakan marga-nya pun aku nggak masalah, kau tetap saudaraku yang berharga" Rava berjongkok dan memeluk Reva yang masih duduk itu,
"kau juga berharga Va" Reva balik memeluk Rava,
"ayo kita pulang, dan lagi aku punya firasat buruk, seperti ada yang memperhatikan kita" Rava menoleh, dilihatnya sekumpulan orang berbadan kekar dan bertato, menakutkan sekali,
"mau kemana kalian"
"eh!"
_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_
__ADS_1
"si kembar lama sekali, kemana sebenarnya mereka" Arjun menluruskan tangannya di meja dengan malas,
"bagaimana kalau kita pulang, mungkin mereka sedang menyelesaikan masalah besar" Elios berdiri dan meletakkan uangnya di meja,
"kami selesai, terima kasih pelayanannya" Reyhan ikut berdiri dan menarik Arjun yang sedang malas-malasan,
"oh, ayah aku nggak pulang, mau nginep di rumah Rava" setelah mengucapkan itu tiga laki-laki pergi keluar dari cafe,
"anak itu, suka sekali ke tempat Azkar, apa dia menganggap kalau itu rumahnya"
"salahmu sendiri, lagian mungkin karena terbiasa, makanya jadi gitu" Athala menatap jenuh pria di depannya itu,
"ini sudah mau gelap, aku pulang dulu ya" Riko berdiri dan pergi juga,
"sepi sekali!" Athala pun akhirnya pergi juga,
Di Gang
"mo...mons...ter!" orang-orang itu gemetaran sendiri,
"hey Ev! jangan berlebihan, kasian 'kan?" Rava hanya tersenyum saja sambil menduduki pimpinan mereka,
"salah mereka kan, menganggu saja! lagian nantang ke orang yang salah juga mereka-nya!" Reva menendang orang yang sudah tak berkutik di bawah kakinya itu,
"ayo kita pulang saja, mungkin kalau kita kembali ke cafe pasti mereka juga nggak ada!" Rava berdiri lalu merenggangkan tubuhnya,
"baiklah ayo pergi! aku malas disini terus" Reva berlari kecil,
"ah, hampir lupa, bagaimana mereka, masak kita biarkan?" Rava menatap orang-orang yang merintih kesakitan itu dan sebagiannya ada yang pingsan juga,
__ADS_1
"telfon saja polisi, bilang kalau mereka sekelompok perampok, pasti percaya" Reva menyeringai seram,
"baiklah kalau itu maumu, akan kuhubungi polisi!" Rava berjalan sedikit menjauh dan menelfon polisi,
"lain kali kalau ketemu kami mending lari ya! jangan malah menantang!" Reva tersenyum dingin lalu mengetuk kepala mereka dengan barang yang dibawanya itu,
"sudah kuhubungi, ayo pergi, aku malas bicara dengan polisi!" Rava menarik Reva lalu mengajaknya pergi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#jangan lupa like 👍 dan komennya 👄
__ADS_1
☆࿐ཽ༵༆ᏖᏋᏒᎥᎷᏗ ᏦᏗᏕᎥᏂ༆࿐ཽ༵☆