My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Rain


__ADS_3

Rava berjalan dengan terburu-buru, menuju ke meja makan, dilihatnya daddy nya dan adik lelakinya sedang menunggu kedatangannya,


"kakak lama banget, udah mau dingin makanannya!"


"maaf, habisnya tumben kamu nggak bangunin kakak?"


"Rava kau sudah besar, belajarlah untuk bangun sendiri!" Azkar menyantap makanannya, dilihatnya Azkar sudah berpakaian rapi hanya tinggal memakai jas pasti sangat sempurna,


"dad mau dinas keluar kota lagi ya?" tanya Rava sambil mengunyah makanannya,


"iya mungkin semingguan, oh ya sejak kejadian Athala kesini kamu tambah pendiam aja?!" kata Azkar yang sedang merapikan dasinya itu,


"aku kan memang pendiam dari kecil, dan dad! jangan bawa-bawa wanita itu dalam pembicaraan kita!"Rava beranjak dari tempat duduknya dan meraih ranselnya yang sudah tersedia di sofa,


"Rain cepetan!"


"iya kak" Rain segera berlari menghampiri Rava yang sudah diambang pintu,


"Daddy kami berangkat dulu!" seru Rain penuh semagat,


"kami berangkat dulu, sampai jumpa Minggu depan lagi dad" Rava berbalik sambil mggandeng tangan adiknya itu,


"bagaimana merek bisa semanis itu" gumam Azkar sambil tersenyum.


  🐺🐺🐺


Rava menurunkan adiknya di depan sekolahnya,


"sampai jumpa lagi kakak!" teriak Rain sat mobil melaju dengan cepat,


"kemarin itu benar-benar hampir saja"

__ADS_1


Flashback


Rava mencengkeram baju bagian belakang Rain, kalau saja di terlambat sedetik saja mungkin Rain sudah mengelundung seperti bola dan jatuh kebawah, ((canda))


"sudah kakak bilang berapa kali! JANGAN BERLARIAN KALAU TURUN DARI TANGGA, BAGAIMN KALAU JATUH TERUS KEPALA KAMU PENCAH, SIAPA YANG SUSAH!!??" Rava berteriak pada adiknya, bukannya dia marah hanya saja dia tidak ingin kalau adiknya ini kenapa-kenapa,


"ma.....ma...af..iin Rain, Ra...in yang...salah" rain menutup matanya dengan kedua tangannya, dia tau kalau kakaknya itu tidak suka kalau ada orang yang menangis didekatnya,


"kamu ini galak banget sama Rain!" ucap Reva tiba-tiba, Rava menoleh dan menatap horor Reva,


"kau masih disini dengan ibumu itu, pergi sekarang juga mupung aku bicara baik-baik" Rava berjalan menuruni tangga dan melepaskan adiknya itu,


"emangnya..... "


"PERGI SEKARANG!!" potong Rava sambil berteriak keras pada Reva,


"Va, kamu nggak usah marah kayak gitu juga kan?" tegur Elios,


"Azkar kalau begitu kmai semua pamit dulu ya? tenangkan anakmu sedikit" Edward tersenyum ramah lalu menghilang dibalik oitu bersama yang lainnya,


"Rava? kenapa dari tadi kau ingin marah terus?" Azkar mengusap puncak kepala Rava,


"aku hanya nggak suka, entah perasaan ku hari ini buruk banget dad, aku tidur dulu ya,m dan Rain hari ini tidur dengan Daddy aja ya?" Rava berbalik dan meninggalkan adik dan ayahnya itu.


Flashback end


Β 


Rain menghembuskan nafasnya panjang, dari belkng seorang anak perempuan seumuran dengannya sedang memperhatikan Rain, dan......


"Rain! ngelamun aja!" teriak anak itu sambil menepuk pundak Rain,

__ADS_1


"eh? tenyata Sasa?" Rain terlihat sedikit terkejut,


"buruan masuk ke kelas yuk!" Rain mengangguk pertanda setuju dengan ajakan Sasa,


"Sa"


"hm? ada apa?"


"ngomong-ngomong soal ujian kenaikan kelas enam,.... kamu ada persiapan belum?" tanya Rain sedikit ragu-ragu,


"ya akunya belajar sedikit tapi, aku nggak terlalu faham semuanya juga sih!" Sasa tertawa santai menjawab pertanyaan Rain,


"tapi kalau Rain yang pinter, pasti hal kayak gini nggak masalah kan?" tambah Sasa lagi, lalu dia menarik tangan Rain agar dia berjalan sedikit cepat dan segera sampai di kelas.


.


.


.


.


.


.


.Tunggu bab selanjutnya ya Readers


Jaga kesehatan juga dan selalu membiasakan untuk mencuci tangan πŸ‘dalam upaya pengurangan penyebaran virus Covid-19πŸ‘


Jangan lupa like πŸ‘ dan komennya πŸ‘„

__ADS_1


__ADS_2