My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Screwed


__ADS_3

Rava terduduk di ruang tengah, dia hanya diam tidak berkutik sama sekali, apa-apaan ingatan tadi,


"kau baik-baik saja Va, hey?" Reyhan melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Rava, tapi Rava sama sekali tidak merespon,


"kayaknya dia baru saja dapat sesuatu yang sangat mengganggunya" ucap Arjun,


"kau sebaiknya diam aja Jun!" Rain menatap dingin Arjun,


"bocah ini, aku nggak takut lagi padamu!"


"DIAM!" tiba-tiba Rava berteriak dengan sangat keras,


"jika klaian bicara satu patah kata lagi, aku jahit mulut kalian agar nggak bisa bicara!" Rava berdiri dan langsung menuju ke kamarnya dan menutup pintunya dengan keras,


"apa barusan dia marah?" tanya Arjun yang syok itu,


"Hem, baru kali ini aku benar-benar lihat kakak marah"


"Rain emang nggak pernah liat Ava marah sebelumnya?"


"nggak, sama sekali nggak, kakak selalu lembut dan baik padaku"


"sepertinya ini akan sangat kacau" Elios duduk di sofa dan meraih buku yang ada di depannya,


"ada masalah kayak gini kau malah baca buku, kau ini...." Arjun geram melihat Elios yang malah santai seperti itu,


"aku melampiaskan emosiku saat aku membaca, jadi kau diamlah atau buku ini melayang telat dikepalamu!"


"kenapa dari dulu selalu aku yang jadi pelampiasan" Arjun menundukkan kepalanya,

__ADS_1


"yang sabar ya, suatu saat pasti nggak lagi" Reva memberi semangat pada Arjun,


"terserahlah"


"kak Ava apa akan baik-baik aja? dulu dia dibiarin kayak gitu ingatannya jadi kacau bahkan saudara sendiri nggak ingat" ucap Rain sambil memasang wajah sedih,


"Rava bukan cowok yang lemah, jadi tenang aja" Reyhan menguatkan hati orang-orang itu,


"saat Reva jatuh dari pohon aku sama sekali nggak ingat itu kapan, emang kapan ya itu?" Reyhan bertanya-tanya,


"waktu itu kau tidur, terus kita berisik dan kau marah sampai bentak kami" jelas Arjun,


"benarkah? aku sama sekali tidak ingat"


"bukannya setiap kau marah, kau tidak mengingatnya"


"apa bisamu hanya menghujat orang"


"Rava beneran nggak papa kan, bagaimana kalau kita telpon paman Azkar?"


"lagian kejadian itu kan udah enam tahun lalu, tapi bayangannya belum bisa hilang ya?" Elios tersenyum kecut, waktu itu juga salahnya, dia tidak berlari lebih cepat, kalau saja dia bisa pasti nggak akan katak gini jadinya,


"aku udah telpon daddy, katanya dia masih dijalan" ucap Rain,


"padahal itu katanya itu bisnis yang sangat penting, tapi paman bela-belain buat cepet-cepet pulang"


"nanti kita jelasinnya gimana?" Arjun terlihat sangat tertekan sekarang,


"bersikaplah sedikit tenang Jun, jika kau panik kayak gini kita jadi bingung juga" Reva kesal sendiri dengan apa yang terjadi, hari yang tenang jadi kacau,

__ADS_1


BRAK!!


"dimana Rava sekarang!" Azkar datang dan langsung berteriak,


"dia ada di kamar, kami sudah mencoba untuk menyuruhnya membuka pintu tapi dia nggak buka juga"


"Riko, aku minta bantuanmu!" Azkar menatap Riko yang ada dibelakangnya,


"baiklah, sesuai keinginanmu" Riko langsung menendang pintu kamar Rava sampai hancur,


"eh? kau langsung mengunakan semua tenagamu?" Indra tersenyum di belkaang Edward yang baru datang,


"kok semua jadi kesini?" Elios bingung sendiri,


"sebenarnya bisnisnya sudah selesai dari kemarin, jadi daripada senggang dirumah kami reunian aja" jelas Indra santai,


"mirip banget!" ucap Reva,


"eh?"


"kenapa kalian ancurin pintu kamarku! kalian mau mati!" Rava tiba-tiba muncul dan langsung marah,


"kau nya juga nggak mau buka pintu, lagian bukan kami kok, tapi pmn Riko" Rain menunjuk ke arah Riko,


"kau baik-baik saja? kau nggak lupa siapa kami kan?" tanya Azkar,


"..........."


Happy Reading 📖

__ADS_1


Don't forget to like 👍 and comment 👄


__ADS_2