
Rava termenung di balkon rumahnya, dia sedang banyak fikiran sekarang,
"AARGGGHH!!" teriak Rava tiba-tiba,
"hiks hiks hiks!" akhirnya berakhir sudah topeng yang dipertahankan Rava sejak dulu, dia sudah tidak kuat lagi, dia hanya ingin keluarganya seperti keluarga lain yang normal, hubungan ayah dan ibunya tidak jelas, ayahnya dan kedua orang tuanya juga punya hubungan yang buruk, kakek dari ibunya juga dia tidak pernah tau, keluarganya ini sangat kacau,
"kakak?" Rain muncul dari balik pintu,
"Rain? ada apa? kau tidak bisa tidur?" Rava mengusap air matanya lalu menatap Rain sambil tersenyum,
"apa kakak baik-baik saja?"
"apa yang kau katakan? ini sudah malam ayo tidur!" Rava mengendong Rain dan mengajaknya ke kamarnya untuk tidur,
"tidur yang nyenyak ya?" Rava membelai pelan rambut Rain agar Rain segera tertidur,
"kakak sangat menyayangimu, selamat malam" Rava tersenyum lembut lalu mngecup kening Rain sekilas dan pergi,
Kamar Rava,
"halo?"
"iya, siapa ini?" suara ini membuat Rava langsung bergetar hebat, suara yang dirindukannya, ibunya,
Tut Tut Tut Rava memutuskan ponselnya sebelah pihak lalu mengeluarkan kartunya dan mematahkannya,
"aku terlalu pecundang!" Rava menjambak rambutnya sendiri,
"aku benci! aku benci...."
__ADS_1
".....diriku sendiri!" Rava menangis dalam diam dan tertidur, seakan masalahnya sudah hilang saat itu juga,
Tempat Reva,
Deg!
"apa sesuatu terjadi pada Ava? aku sakit dan.....benci?" tiba-tiba Reva meneteskan air matanya, perasaan saudara kembar itu saling terhubung,
"Ev? kau baik-baik saja?" tanya Elios yang memang sedang berkunjung dirumahnya untuk menemaninya,
"ya aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir" Reva tersenyum,
"jangan paksakan senyummu, kau tidak baik-baik saja! kemari!" Reva menuruti perintah Elios untuk mendekat, Elios lalu langsung memeluknya,
"menangislah!" Reva menuruti perintah Elios untuk menangis,
"jangan memendam perasaanmu seorang diri, kau jadi semakin mirip dengan Rava! menyebalkan!" Elios menepuk-nepuk punggung Reva agar dia sedikit tenang,
"hiks...aku tau...hisk...kalau Ava itu....hiks.... kesepian, dia...kesepian!" Reva melampiaskan semua emosi uang dibendungnya pada Elios,
"kalian adalah adik-adikku, aku tidak ingin kalian terluka!" Elios mengusap puncak kepala Reva lalu mengecup keningnya juga,
"tidurlah, kau lelah" Reva tertidur di dalam pelukan Elios,
"maafkan kakak yang tidak bisa melindungi kalian ini" Elios memeluk Reva erat, seakan tidak mau kehilangan lagi?
Rumah Reyhan,
Dor! Dor! Dor! Semua peluru yang ditembakkan Reyhan mengenai sasarannya,
__ADS_1
"coba saja kalau itu manusia, mungkin sudah mati!" Arjun menyeringai di belakang Reyhan sambil memakan apelnya, lalu dia memainkan apel itu ditangannya,
Dor! bagian tengah apel itu langsung berlubang,
"kau mau jadi sasaran selanjutnya?" Reyhan ikut menyeringai dan menatap Arjun dingin,
"sifat aslimu keluar juga ya? menakutkan sekali!" Arjun melempar apelnya ke temapat sampah,
"huh, padahala aku masing sekali menggigitnya!" ucap Arjun sok sedih,
"kau menjijikkan!" Reyhan melempar pistolnya ke sembarang arah,
"si kembar itu, apa mereka tidak capek terus bersembunyi dengan topeng mereka itu!" Arjun mengambil apel lagi lalu mengigitnya,
"entahlah, aku tidak tau jalan pikiran mereka, mereka itu benar-benar membatasi masalah pribadi mereka!" Reyhan ikut memakan apel juga,
"Hem? mau kucarikan informasi tentang sikembar dari mereka lahir sampai sekarang?" tanya Arjun,
"kau mau dibunuh oleh Elios!"
"betul juga, semua data tenatang si kembar ada pada Elios, jika kita mencoba mengkorek informasi pasti langsung dihadang dan diserang balik!"
"sangat menyusahkan, aku ingin membantu, tapi mereka sama sekali tidak ingin dibantu!" Reyhan lalu berdiri,
"mau kemana kau?"
"ini sudah malam, aku mau tidur! kau tidurlah di kamar biasanya!" Reyhan lalu berbalik dan pergi,
"huuh, aku selalu diabaikan!"😩
__ADS_1
☆࿐ཽ༵༆ᏖᏋᏒᎥᎷᏗ ᏦᏗᏕᎥᏂ༆࿐ཽ༵☆