My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#All


__ADS_3

Rava menatap datar wanita yang tersenyum lembut padanya, sang ibu yang dirindukannya, tapi dia terlalu malu untuk mengakuinya, dia merasa tak pantas menjadi anaknya,


"ada apa Va?"


"tidak, tidak papa" Rava memalingkan mukanya,


"dasar pemalu, cuma bilang 'aku merindukanmu mom' apa susahnya sih!" Reva menggerutu pada kembarannya ini,


"berisik!"


"kau benar-benar mirip denganku ya, kau hanya bisa diam tanpa berani mengungkapkan perasaanmu sebenarnya, aku jadi bingung apa yang disukai Azkar dariku dulu?" Athala mulai berbicara banyak,


"kau tidak memanggilnya kakak lagi'?" tanya Rava sambil menatap ibunya lekat-lekat,


"dianya nggak mau, jadi gimana lagi? katanya 'jangan memanggilku seperti itu, aku jadi terlihat tua!' begitu" balas Athala sambil mengangkat kedua bahunya, tidak peduli,


"apa mom sudah tidak ada perasaan lagi dengan dad?"


"entahlah, aku juga tidak tau, semua masalah itu sebenarnya berawal dariku, aku hanya tidak siap menikah lebih cepat dengan Azkar" atahal menghembuskan nafasnya pelan,


"kalian sudah pernah pernah ku beritahukan?"


"hn"


"ya!" balas Reva dan Rava,


"aku dulu tidak berfikir dua kali, aku langsung pergi saja mengikuti egoku, aku terlalu egois..."


"begitu juga aku" Azkar muncul dari balik pintu bersama seorang pria paruh baya berambut pirang dan mata birunya,


"Azkar! dan PAPA!" Athala langsung berlari menerjang pria paruh baya itu,

__ADS_1


"wah, tuan putriku sudah jadi ibu dari tiga anaknya ya?" August tersenyum sambil membelai pelan kepala Athala,


"bagaimana papa bisa sampai disini?" Athala menatap ayahnya bingung,


"dibawah sang raja dunia ini akan tunduk!" August tersenyum sombong,


"dasar papa ini!"


"apa dia benar kakek kami?" Rava dan Reva menatap August yang ada didepannya ini,


"kau sangat mirip dengan Athala ya?" August mengacak surai kelam Rava,


"aku tidak mirip dengannya!" elak Rava sambil membuang mukanya,


"hahaha, bahkan tingkah malu-malumu itu"


"kakek kau tidak seharusnya mengira Ava, dia sedikit sensitif!" Elios muncul dangan ayahnya,


"biasanya kita sering bertemu, nggak usah basa-basi kayak gitu!" Athala menatap datar kakak tirinya itu,


"kau tidak banyak berubah ternyata!" August memeluk putrinya ini,


"ayo kita berpesta!" teriak August,


'dasar tua-tua keladi, makin tua makin manjadi' batin si kembar juga Elios,


"ayo ke Vin Cafe saja!" usul Azkar,


"baiklah ayo!" August langsung bersemangat,


'sama sekali tidak nyadar umur!' batin ketiga cucunya lagi'

__ADS_1


"aku malas, besok ada ujian! dan lagi aku harus menemani Rain, aku nggak mau ninggalin dia sendirian!" Rava langsung pergi begitu saja tanpa mendengarkan jawaban dari yang lainnya,


"apa dia memang seperti itu?" tanya August pada anak-anaknya,


"ya memang begitu, entah siapa yang dia turun!" balas Athala sambil melirik ke arah Azkar,


"kenapa kau melirikku? lihat sikap dinginnya itu jelas-jelas turunan darimu!" elak Azkar,


"heee, apa kau tidak lihat sifat pembangkang nya? itu jelas sekali turunan darimu yang sering membangkang paman Reno dan bibi Anna!"


"kenapa kau jadi bawa-bawa mereka!"


"tuh kan! kau menyebut orang tuamu dengan sebutan 'mereka' tidak sopan sekali, makanya Rava jadi seperti ini karena menuruni sifatmu!" terjadilah adu mulut antara Azkar dan Athala,


"bagian ini tidak berubah sama sekali, sepertinya memang tidak bisa menyatukan mereka lagi!" August menghembuskan nafasnya pelan, mencoba untuk tetap sabar, sedang Edward hanya tersenyum gaje, sedang Reva dan Elios hanya sweetdrop melihatnya,


"aku tidak tau lagi dengan keluarga ini!" gumam Elios pelan dan di benarkan oleh Reva,


.


.


.


.


.


.kurang 2 bab lagi mungkin


Terima kasih untuk dukungannya dari para Readers setia selama ini

__ADS_1


☆࿐ཽ༵༆ᏖᏋᏒᎥᎷᏗ ᏦᏗᏕᎥᏂ༆࿐ཽ༵☆


__ADS_2