
Reva dibawa ke rumah sakit dengan segera, semua orang panik melihatnya, bagaimana jika Athala mengamuk nanti,
"bagaimana ini, aku takut menghadapi Athala, jika dia marah dia lebih buruk dari monster!" Indra ngeri sendiri membayangkannya,
"Atta kalau marah seringkali sulit ditenangkan" Edward juga panik memikirkan reaksi Athala kalau datang nanti,
"apa ibu Reva semenakutkan itu?" Rava bertanya pada Daddy nya itu,
"ah itu...."
"AZKAR!!" Athala datang dan langsung berteriak pada Azkar,
"Atta, tenanglah dulu" Azkar mencoba menenangkan Athala yang sedang emosi itu,
"oh, lihat anak cengeng itu ada di sini, mungkin inilah yang membuat Reva terkena masalah seperti ini!" Athala menatap Rava penuh kebencian, sedang Rava tidak tau apa yang dimaksud Athala,
"bibi apa maksudmu, aku kenal dengan cewek itu saja tidak, bibi sebaiknya tidak berprasangka buruk dengan orang lain dulu!" Rava menatap Athala dengan tatapan tajam,
"oh lihatlah ini, apa ayahmu ini tidak mengajarimu sopan santun hingga kau jadi anak pembangkang seperti ini?" bentak Athala,
"Anda sebaiknya tidak usah menilai orang lain seperti itu, Daddy ku adalah Daddy terbaik di dunia ini!"
"betulkah? dia adalah laki-laki paling tidak bertanggung jawab yang pernah aku temui!"
__ADS_1
"apa hubungan bibi dengan kami?"
"apa kepalamu terbentur seperti Reva hingga kau ikut hilang ingatan? aku ini....."
"sudah cukup Athala! kau yang memutuskan hubungan dengan kami, jadi kau sekarang tidak punya hubungan dengan kami!" Azkar memotong kata-kata Athala sebelum dia mengucapkan kebenarannya,
"Daddy aku sudah muak ada disini, ayo kita pulang saja! lagian mereka tidak ada hubungannya dengan kita kan?" Rava berbalik dan pergi lalu Azkar mengikutinya,
"bibi kau bukannya tau kalau Rava mengalami depresi berat? kenapa bibi seperti itu?" Elios menatap sendu Athala,
"Elios, kau..." sebelum Athala menyelesaikan kata-katanya pintu terbuka dan seorang dokter keluar dari sana,
"apa ada keluarga dari pasien yang bernama Reva ini?" tanya dokter itu,
"dia baik-baik saja, apa sebelumnya dia pernah mengalami benturan dikepalanya?"
"iya, dia terjatuh dari pohon dan kepalanya terbentur dengan keras" jelas Athala,
"mungkin ini kabar baik untuk anda, anak ini mengigat beberapa hal yang dia lupakan, dia memanggil seseorang yang bernama Rava" dokter itu memberitahukan keadaan Reva,
"apa? dia memanggil nama Rava?" Athala sedikit terkejut,
"dokter apa kami boleh masuk?" tanya Edward,
__ADS_1
"oh silakan, kalau begitu saya permisi dulu!" dokter itu pergi, dan Edward serta Athala masuk juga Elios,
"Ev, apa kau baik-baik saja?" Elios tersenyum dan memegang tangan Reva, matanya sudah terbuka,
"dimana Rava, apa dia tidak datang?" Reva bertanya pada Elios, tapi yang ditanya hanya diam saja,
"Reva istirahatlah dulu, paman akan memanggil Rava, tunggu ya?" Edward mengambil ponselnya tapi Athala merebutnya,
"tidak ada acara bertemu Rava, lagian dia sudah tidak peduli denganmu lagi!" Athala berbicara dengan tegas pada Reva,
"Mom jangan bohong, adik selalu peduli dan sayang padaku!" Reva mulai berkaca-kaca,
"jangan menangis!" bentak Athala, bukanya Reva tenang dia malah menangis tanpa bersuara,
"Ev tenanglah, dan bibi, Ev masih sakit" Elios mencoba untuk memperbaiki situasinya,
"Kak Eli, aku ingin bertemu dengan Rava" Reva sekarang malah memohon pada Elios, dan Elios tidak tau harus bagaimana,
"Rava tidak bisa menemuimu karena dia membencimu!" Athala berkata dengan tegas dan tatapannya sangat dingin, Reva hanya bisa menangis mendengat omongan Mommy nya.
Happy Reading 📖
Don't forget to like 👍 and comment 👄
__ADS_1
+favorite ❤