
Rava menatap tajam ke arah orang yang ada didepannya itu, rasa benci dan kesal,
"kalau kau mau macam-macam denganku pikir dulu dua kali baru bertindak, pecundang!" Rava balik mencengkram kerah baju orang itu,
_______________________________________
"haaah, aku bosan sekali" Arjun menggeletakkan kepalanya di atas meja, benar-benar bosan sekali dirinya sekarang ini, dan lagi setelah Elios turun jabatan dari ketua OSIS karena malas katanya dan digantikan dengan orang yang bernama Mahesa atau siapa itu pokoknya, sekarang kerjaannya hanya membaca buku di kelas, nggak bosen apa,
"oi Os!"
"apa? nggak liat aku sedang sibuk sekarang?"
"ayo ke tempat si kembar dan baj*ng*n kecil itu!" Arjun langsung berdiri merebut buku Elios dan meletakkannya lalu menarik tangannya membawa keluar kelas, lagian jam kosong kan,
"apasih! nggak usah maksa kenapa?" Elios mencoba melepaskan tangannya, jarak kelasnya dan kelas si kembar nggak terlalu jauh, tapi yan karena ada lapangan sebagai pembatas, jadi sedikit jauh deh,
"Os, lihat apa yang sedang terjadi!" Elios melihat ke arah yang ditunjukkan Arjun, emang ada apa sih,
"apa-apaan mereka itu!" Elios melihat seorang cowok yang mencengkeram kerah Rava dan langsung saja oleh Rava dia di hempaskan,
"kalau kau mau macam-macam denganku pikir dulu dua kali baru bertindak, pecundang!" Rava balik mencengkram kerah baju orang itu,
"hey! apa yang kalian lakukan!" Elios langsung saja masuk dan menarik tangan Rava,
"Va! siapa yang mengajarimu bertindak diluar pikiran!" Elios mencengkeram tangan Rava dengan erat,
"orang yang membalas dengan kekerasan yang sama, bukannya sama saja dengan seorang amatir!" Elios lalu menatap orang yang berani menyentuh adik sepupunya itu,
"dan lagi kau, berani sekali tangan kotormu itu menyentuh adikku, benar-benar menjijikan!"
"hey Os, ucapanmu itu terlalu kasar lho, mereka nanti nangis lho, kan mereka hanya bocah-bocah kecil saja!" Arjun menepuk pelan pundak Elios,
"ah, benar juga? kalian ini masih bocah ya?" Elios menyeringai menakutkan, hawa disekitarnya menjadi kelam dan dingin, orang biasa mungkin akan langsung merinding,
__ADS_1
"ingat, bagi kalian semua, jangan pernah ada yang berani mengusik dua adikku yang berharga ini!" Elios melemparkan pandangannya di seluruh penjuru kelas dan meninggikan nada suaranya agar semua orang mendengarnya,
"eh? kak Os? apa yang kau lakukan disini?" tiba-tiba Reva muncul di balik Rava,
"hanya merindukan adik kecilku yang manis" Elios mengusap rambut Reva,
"hehe"
Β κ§ΰΌΊπ π π π €π ’ΰΌ»κ§
Β
Anak laki-laki itu bersenandung kecil menuju ke rumahnya, pria yang ditemuinya tadi benar-benar misterius, apa rumahnya masih jauh ya, kenapa nggak sampai-sampai dari tadi,
"hehe, apa kau tersesat bocah?" seorang anak perempuan atau iblis kecil menyeringai padanya, menakutkan sekali,
"hey jangan seperti itu kak, dia terlihat ketakutan" muncul lagi seorang anak laki-laki, sebut aja sang iblis yang sedang baik hati,
"apa kalian yang membuatku tidak bisa keluar, aku ingin keluar dari hutan dan segera pulang!" anak laki-laki itu berteriak,
"lewati..."
"kami dulu..."
"baru kau..."
"kami lepaskan!" dua iblis itu saling menyambung kata,
Tiba-tiba muncul peri kecil dari arah bunga-bunga, mungil dan imut sekali peri itu,
"aku akan membantumu" peri kecil itu duduk di pundak anak laki-laki, dia hanya mengangguk menurut pada sang peri,
"mereka lemah dengan sifat imut dan tampang menggemaskan, kau punya wajah yang sangat manis, pasti kau bisa, bye-bye!" setelah memberitahu itu sang peri langsung terbang pergi kembali ke bunga-bunga,
__ADS_1
'bersifat imut dan menggemaskan?'
"kakak iblis, aku ingin pulang, dan lagi aku kasian dengan orang tuaku yang sedang menunggu, apa kalian tega?" Reyhan membuat suaranya jadi centil dan mata berbinar-binar, sambil mengerucutkan bibirnya,
CROOT!!!
Langsung saja darah menyembur dari hidung dua iblis itu, iblis kecil langsung menutupi hidungnya dan sang iblis langsung berlari pergi,
"benar-benar berhasil, seharian ini aku bertemu hal-hal aneh, apalagi setelah ini?" anak laki-laki itu lalu melanjutkan perjalanannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#jangan lupa like π dan komennya π
Β
__ADS_1
βΰΏΰΌ΅ΰ½½ΰΌαααα₯α·α α¦ααα₯αΰΌΰΏΰΌ΅ΰ½½β
Β