
"Va pecat pelayan tadi!"
"kenapa, ada masalah apa?"
"aku punya firasat kalau cewek itu suka kamu! dan kayaknya dia salah faham dengan hubungan kita, dia aja pelototin aku tadi!" Reva mencengkeram tangan Rava,
"masak?
"hey, asal kalian tau! cewek itu punya naluri yang kuat, jadi apa yang dia pikirkan itu selalu benar!" ucap Reva penuh keyakinan,
"makanya di dunia ini cewek itu nggak pernah salah, karena yang mereka pikirkan itu selalu benar, gitu?" balas Arjun sambil menahan tawanya,
"Jun! apa barusan kau mengejekku!" Reva menatap Arjun dengan tatapan tajam dan menusuk,
"eh? nggak kok! mana ada?" Arjun langsung memalingkan mukanya dari Reva, kalau nggak dia bakal kena amuk deh,
"kakak!" Rain berlari kecil menghampiri kedua kakaknya itu,
"ada apa?" Reva menoleh, seketika wajahnya berubah jadi masam karena melihat orang yang ada di belakangnya itu,
"kakak, pelayan ini masak coba deketin ku, aku nggak suka!" Rain memasang tampang sebal sambil memeluk Reva,
"eh? nggak kok, tadi anak ini main sendiri, saya hanya mencoba bermain saja dengannya"
"nggak perlu! adikku nggak perlu di temani oleh orang sepertimu!" Reva menatap dingin pelayan itu, ya dia adalah Ria,
"kakak Ava! pecat saja dia, kalau aku bilang Daddy kasian nanti dianya, nggak bakal dapat kerjaan dimana pun, karena langsung di blok dengan dad!" Rain memandang rendah Ria sambil tersenyum iblis,
"ni anak kayaknya ketularan sifat rese kedua kakaknya!" komentar Arjun,
'ternyata aku salah mendekati anak ini, dan lagi dia memanggil cewek itu kakak juga, masak dia udah jadi sih!' Ria mengepalkan tangannya,
"dua saudara kembar ini memang nggak punya hati dan berdarah dingin!"
"siapa yang kau bilang tidak punya hati dan berdarah dingin, kau mau mati!" Reva melempar sendikknya ke arah Arjun,
"adik lihat tingkah orang ini, buang saja dia ke TPA!" Rava menoleh ketika merasa terpanggil oleh Reva,
"tentu kakakku sayang, aku akan membuangnya ke TPA terjauh dari tempat kita! dia kan sampah masyarakat!" Rava tersenyum sinis pada Arjun,
__ADS_1
"aku nggak salah! kalian jangan seenaknya ya!"
'masak cewek itu dan tuan muda saudara kembar? apa nggak salah, tapi dari tingkah mereka..'
"kalian bisa diam nggak, aku mau makan saja nggak tenang!"
"maaf kak Eli!"
"maaf Os"
"maaf"
"hm"
"?"
"iya"
"uwah!"
"beneran?"
"dasar, kau ini benar-benar deh!" Elios mengusap pelan kepala Reva,
"Os, kau curang! masak dengan Reva aja kau tunduk sih!" komentar Arjun tidak terima,
"dia kan adik emasku, emang nggak boleh? Rain juga sini, jagna sama kakak kakak bodoh!" Elios melambaikan tangannya agar Rain mendekat,
"iya kakak!" Rain memeluk tangan Elios senang,
"tenyata hubungan mereka cuma persaudaraan ya? iri nya!"
"kau! aku memecatmu, sebaiknya kau cari pekerjaan lain! nanti aku akan bilang pada paman Vin! sana pergi!" usir Rava pada pelayang cewek itu,
"Ava nggak punya hati ya? langsung keintinya aja kalau ngomong!" Reyhan menyikut pelan Rava,
"apa sih! nggak deh!"
"ayo kita pulang!" ujar Rava tiba-tiba,
__ADS_1
"nggak! setelah ini kita letakkan aja, kan enak!" usul Reva,
"nggak lihat musim penyakit gini, nggak! kita pulang! jangan ada yang membantah!" ucap Rava tegas, bahkan Elios saja hanya diam,
'ni orang kalau marah bahkan lebih nakuti dari kak Eli/Os!'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
.
.
.
.
#jangan lupa like 👍 dan komennya 👄
__ADS_1