
Rava segera turun dari mobil ketika mereka sudah sampai di sekolahan, sebelumnya sebenarnya dia merasa bersalah karena menurunkan Reva sendirian di tengah jalan yang sepei, biar begitu Reva itu cewek,
"Va, apa kau nggak merasa bersalah gitu?" tanya Arjun yang ada di belakangnya,
"iya, Reva kan emang kayak gitu, kamu seharusnya juga jangan langsung marah gitu dong" tambah Elios,
"Ev itu sebenarnya baik, dia hnaya kayak gitu ke kamu" Reyhan memilah kata aga tidak salah ucap,
"belain aja cewek itu, aku nggak peduli, salah sendiri dia mancing emosiku!" bantah Rava dengan memalingkan mukanya,
"COWOK BR*NGS*K!!!" teriak seorang cewek yang tak lain adalah Reva, dia terlihat sangat marah,
"cepat sekali ya sampai sininya!!" ucap Rava dingin,
"nggak berperasaan, jelek, nakal, you're a very bad brother!! (kau adik yang sangat buruk)" ucap Reva lantangdan tegas,
"apa maksudmu,i don't have a sister like you (aku tidak punya saudara sepertimu), kau jangan mengada-ada!" Rava langsing berbalik dan pergi meninggalkan Reva dan ketiga temannya itu,
"Ev, don't worry" Elios menepuk pundak adik sepupunya itu, tapi Reva menepis tangannya dan pergi juga,
"mereka berdua sama-sama punya emosi yang buruk" Arjun menatap jengkel dua orang yang berjalan pergi itu,
___________________________________________
__ADS_1
Reva masuk kedalam kelas dan duduk begitu saja dan duduk di bangkunya,
"wah Ev, ternyata kita sekelas ya?" tiba-tiba Reyhan ada di bangku belakangnya dan dia dududk dengan Rava di sana,
"eh, kok!" Reva menghela nafas kasar dan menundukkan kepalanya, saat ini dia sama sekali tidak ingin di ganggu,
'ngapain cewek ini sekelas dengan kita?'
"ya mana aku tau, itu kan bukan pilihannya juga" Rava berbicara dengan pelan tapi Reyhan malah membekasnya dengan suara yang lantang, Reva langsung menatap sinis pada dua orang di belakangnya itu,
"sudahlah, aku mau tidur aja!" Rava menggeletakkan kepalanya di atas tangan dan tidur begitu juga Reva, (mirip kebiasaan ayahnya),
"mereka punya bnya kebiasaan yang sama, aku suka" Reyhan tersenyum manis.
"hey, dua orang di belakang itu, bangun!!" bagitu masuk guru itu langsung berteriak tega, melihat Rava dan Reva yang tertidur, dia langsung berjalan ke belakang dan mengebrak meja tempat Reva,
"BAGUN!!"
Reva membuka matanya malas, begitu juga Rava,
"pak, pagi-pagi marah nggak baik lho, nanti bisa kena darah tinggi" ucap Reva sambel tersenyum menyeringai,
"lagian bapak marah juga nggak ada gunanya, nerangin ya nerangin aja, lagian hour seluruh pelajaran yang bapak terangin aku bisa semua" ucap Rava dengan nada sombong,
__ADS_1
"baiklah kalau begitu" guru itu berjalan ke depan dan membuka bukunya,
"kau dan anak perempuan itu kerjakan soal di buku ini dan tulis jawabannya di papan tulis" ucap pak guru itu tegas,
"malasnya" Rava berdiri dan berjalan ke depan,
"nggak guna" Reva ikut berdiri dan menuju ke depan juga,
Rava melihat soal yang ada di buku dan langsung menjawabnya di papan tulis,
"cewek, aku kerjakan sampai 5 kau kerjakan sampai 10" ucap Rava di sela-sela dia menulis, Reva berdehem dan mulai mengerjakan bagiannya.
5 menit kemudian...
"selesai!" ucap Rava dan Reva bersamaan, lalu mereka kembali ke tempat duduk mereka masing-masing, pak guru itu menatap tidak percaya dan langsung menatap ke papan, semua jawabannya sempurna tanpa cacat sedikitpun,
"kalian berdua ini sebenarnya siapa?"
Rava menyeringai dan Reva hanya menatap dingin guru itu.
Happy Reading 📖
Don't Forget to like 👍 and comment 👄
__ADS_1