
"maksudku kita ini saudara jauh, aku dengar dulu Daddy ku dekat dengan ibumu" ucap Rava ragu-ragu, Reva menutupi wajahnya,
"eh, cewek kau kenapa? apa aku buat kesalahan" wajah Rava memerah seakan merasa bersalah,
"hahaha, aku yang berpikir terlalu jauh rupanya, kau ini juga, aku punya nama tau, REVA FREUDE!!" ucap Reva yang sedang tertawa terbahak-bahak itu,
"dasar aku...., terserahlah!" Rava berbalik dan pergi, Rain memperhatikan tingkah dua kakaknya itu,
'hihihi, benar-benar bodoh sekali dua kakakku itu' Rain tertawa kecil memperhatikan tingkah kakaknya itu,
"eh, Rava tunggu" Reva mengejar Rava dengan mata berair karena tertawa terbahak-bahak,
"pergi sana"
"kau bilang kita saudara"
"aku ralat omonganku"
"uuuh, cowok yang mengingkari omongannya sendiri"
"diam kau!"
"apa kau marah?" Reva berjalan lebih cepat dan berdiri di depan Rava, terlihat tatapan Rava ynag dingin dan menusuk,
"kau marah" Reva memiringkan kepalanya dan menatap Rava, reflek Rava langsung memalingkan mukanya,
"Rava kau marah"
"diam!" Rava terus menghindari tatapan Reva,
"kau ini pemalu ya?"
__ADS_1
"NGGAK!" Rava menjawab dengan tegas,
"lalu?"
"aku hanya benci wajahmu! kau terlalu mirip denganku!"
Reva tersenyum diam-diam, "bagian mananya kita yang mirip?"
"em, bentuk wajahmu, walau warna mata kita tidak sama tapi tatapan kita pada orang lain sama"
"eh? aku tidak merasa begitu" Reva pura-pura bingung di hadapan Rava,
"rambut pirangmu dan mata hitammu, juga rambut hitamku dengan warna mata biruku, apa kau tidak mersa kita seperti melengkapi satu sama lain" Rava berbicara sambil memalingkan wajahnya,
"kau merasa begitu, lalu kenapa kau bersikap kasar padaku setiap saat"
"aku hanya ingin kau menilaiku sebagai cowok yang kasar, tapi sepertinya kau sudah terbiasa dengan sikap seperti itu"
"tentu saja, aku punya adik kembar yang tingkahnya sangat mirip denganmu, jadi kau berperilaku buruk denganku tidak akan mempan" Reva tersenyum lembut pada Rava,
"ya, adik kembar laki-laki yang tingkahnya kayak setan"
"seperti apa dia, apa kau punya fotonya?"
"tidak ada"
"siapa namanya?"
"namanya...."
BRAK!!
__ADS_1
"RAVA!" Arjun datang dan langsung membuka pintu depan dengan keras,
"ngapain kau ada di sini?" Rava menatap sinis Arjun yang menggangunya bicara dengan Reva,
"ah, tidak papa, aku hanya bosan di rumah jadi aku datang ke rumahmu!" Arjun tertawa lebar, seperti tidak tau kalau dia itu sedang menggangu
"kenapa nggak kerumah kak Os?"
"aku maunya kerumahnya tapi aku takut diomeli tante Mila"
"dasar, Jun jelek! kau gangguin kak Ava dan kak Ev!" Rain muncul sambil memasang muka marahnya yang imut,
"pfft, imut sekali" Arjun mengacak-acak rambut Rain,
"jangan sentuh! aku kesal denganmu!" Rain menempis tangan Arjun dan langsung berlari pergi,
"anak itu kenapa, kok emosinya jadi sama denganmu?" Arjun menatap bingung Rain yang tiba-tiba marah dan pergi,
"kau buat salah dengannya kali, atau kau menyinggungnya" ucap Reva,
"aku nggak tau, tapi kalian tumbenan bareng gitu?"
"emang ada masalah?" tanya Rava dingin,
"tentu nggak, kalian kalau barengan gini jadi inget pas kecil"
"Jun, kau punya foto kita bareng pas waktu kecil?" tanya Rava,
"tentu punya dong, masak nggak" Arjun mengeluarkan hp nya dan membuka galeri, dia lalu menunjukkan sebuah foto pada Rava,
"eh ini?" Rava menatap bingung.
__ADS_1
Happy Reading 📖
Don't forget to like 👍 and comment 👄