
Mood yang sedang buruk inilah yang mengakibatkan semua orang kena getahnya, Rava berjalan dengan menghentakkan kakinya kasar dan langsung menendang pintu di depannya,
BRAAK!!
"WUAAAHHH!!" teriak tiga pemuda itu yang ada di dalam rumah itu,
"ehem, kau sedang ada masalah Va?" ucap Elios sambih bedehem menjada imejnya yang --hampir-- rusak,
"kalau ada masalah bilang aja, ki..."
"aku benar-benar sedang nggak mood, kalian lebih baik diam!" Rava memberikan death glare pada tiga pemuda itu,
'mending diam aja, nggak usah ikut-ikut!' batin Arjun sambil tersenyum kecil,
"kau juga nggak usah ketawa ketiwi gitu!" Rava lalu langsung saja menuju ke kamarnya dan menutupnya keras-keras,
"kenapa aku jadi ikut dimarahin? padahal aku nggak buat masalah dengannya" Arjun menghembuskan nafasnya kasar,
"dah nasib mungkin" ucap Reyhan dengan watados (wajah tanpa dosa),
"sepertinya aku harus mengalah terus, nggak ada gunanya juga ngebantah!" Arjun menyandarkan punggungnya di sofa dan memejamkan matanya,
"KALIAN LIHAT AVA!!" tiba-tiba Reva datang sambil berteriak keras mencari saudara kembarnya, Arjun yang semula tenang langsung terjungkal kebelakang sofa mendengar teriakan Reva,
"bisa nggak kalian ini tenang sehari aja! menurutku kalian itu selalu mebawa masalah!" Arjun berdiri sambil menatap tajam Reva,
"ini masalahnya serius banget soalnya, kami barusan bermain-main dengan nyawa orang, terus aku sedikit membuat masalah dan akhirnya Ava marah" Reva menghembuskan nafasnya kasar,
"bermain-main?" Elios mengalihkan pandangannya dan menatap Reva,
__ADS_1
"dengan nyawa?" Reyhan memiringkan kepalanya bingung,
"yang benar saja kalian ini!" teriak tiga pemuda itu bersamaan ke arah Reva,
"kok jadi aku yang kena, aku cuma main kok, kan Ava juga ikutan"
"dibandingkan Ava, kau itu lebih menakutkan!" gumam Arjun pelan tapi dapat di dengar semuanya,
"aku itu netral, kalian sama sekali belum melihat sisi gelap Ava, aku masih netral" Reva menekan kalimat akhirnya, agar tiga orang bodoh di depannya itu faham,
"benarkah kau itu netral? kupikir kau ini punya gangguan ba..." belum selesai Arjun berbicara di merasakan hawa membunuh di belakang punggunya,
"ba.., apa?" bisik orang itu di samping telinga Arjun, sontak Arjun langsung berbalik melihat siapa yang ada di belakangnya,
"Ra..Ra..Rava!" ucap Arjun dengan suara sedikit bergetar karena takut dengan death glare yang diberikan Rava padanya,
"Va! aku ingin bicara!"
"aku sedang nggak mood buat bahas itu Ev! kau sebaiknya pulang juga sana, ibumu pasti menunggumu!" Rava berbalik tapi langkahnya terhenti karena suara kembarannya,
"mommy ku itu ibumu juga! kau juga berkunjunglah ke rumahku, bukan hanya aku yang selalu ke sini terus, mom juga merindukanmu"
"hn" balas Rava seadanya lalu melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam kamar,
"kalau begitu aku pulang dulu, kak Eli antar aku!" Reva langsung saja menarik Elios pergi mengantarnya pulang, sedang yang ditarik hanya menurut saja, percuma juga melawan, tenaga Reva itu tenaga monster,
"hati-hati di jalan, bye!" seru Reyhan sambil melambaikan tangannya,
"ya pergi sana, semoga kau sampai ditujuan dengan selamat tanpa hambatan apapun!" ucap Arjun sedikit cuek,
__ADS_1
"terima kasih atas perhatiannya" Elios tersenyum dingin,
"eh, aku tulus kok!" Arjun jadi salah tingkah sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
☆࿐ཽ༵༆ᏖᏋᏒᎥᎷᏗ ᏦᏗᏕᎥᏂ༆࿐ཽ༵☆
__ADS_1