My Bad Bro / Sis

My Bad Bro / Sis
#Stupid


__ADS_3

"ngomong-ngomong kalian mau pergi ke kantin nggak, apa nggak bosen di kelas terus?" Reyhan menatap dua anak kembar itu dan seperti biasa mereka hanya membalas dengan tatapan saja,


"oh nggak mau? baiklah pengen titip apa?"


"ya seperti biasa!" jawab Rava santai, sedang Reva fokus menatap novel yang sedang dibacanya,


"kamu baca apa sih sampai serius gitu!"


"bodoh! lihat masak ceweknya terang-terangan nolak cowoknya, padahala cowok ya baik banget! bodoh banget!"


"terserah kamu aja, aku nggak faham!" Rava mengalihkan pandangannya,


"Rey, kalau nanti ketemu Arjun dijalan bilang kalau aku mencarinya, kalau nggak, nggak usah!" pesan Rava pada Reyhan yang sudah mau keluar dari kelas,


"kalian nggak ada niatan buka diri buat berteman dengan kami atau teman yang lainnya?" seorang anak perempuan bartanya pada si kemabar, tentu saja yang ditanya menoleh untuk melihat siapa,


"ternyata kau ya, pelayan paruh waktu!" Rava menatap cewek itu dengan wajah aneh,


"eh? Ava kenal?" Reva bertanya pada Rava bingung, Reva ini hilang ingatan atau apa, baru aja ketemu cewek itu beberapa hari lalu udah lupa aja,


"pelayan paruh waktu, masak nggak ingat?"


"nggak, soalnya aku nggak suka mengingat sesuatu yang nggak penting!" jawab Reva (sok) polos,


"kami nggak pengen berteman atau apapun, kau juga masih baru di kelas ini kan kalau nggak tau apa-apa sana bareng ketua kelas aja, pokoknya jangan pernah mengusik kami!" Rava memberi peringatan pada cewek yang bernama Ria itu, juga pelayan paruh waktu di cafe Rava,


"baik, kalau begitu aku permisi dulu!" Ria berbalik dan pergi,

__ADS_1


"apa kalian nggak ngerasa kalau kalian terlalu kasar?" seorang cowok muncul,satu masalah selesai muncul lagi yang lain,


"lo juga siapa lagi! ganggu aja!" jawab Reva dengan meninggikan suaranya,


"eh? aku orang yang duduk di bangku sebelah kalian,masak nggak tau?" jawab cowok itu,


"oh! gitu?" balas Rava,


"kenalin namaku Andra" ucapnya senang, sejak dulu orang yang bicara dengan Reva ataupun Rava pasti kesal dulu, dan akhirnya rasa kwsal itu menjadi benci, hingga akhirnya semua menjauh, makanya si kembar nggak pernah punya niat buat mencari yang namanya teman,


"nggak pengen tau tuh!" jawab Reva asal,


"kalian ini benar-benar sulit didekati ya?" Andra memegang tangan Reva,


"nona, maukah kau menjadi pendamping hidupku?" Andra menatap Reva dengan lembut juga tersenyum ramah lalu mencium tangan Reva,


"nggak usah macem-macem ke kakakku atau kau akan menyesal!" Rava memberikan tatapan horor pada Andra,


"Ev..Va! aku kembali!" panggilan si kembar kalau digabung jadi kayak manggil satu orang aja ya?, nggak penting! Reyhan kembali dan langsung merangkul Rava yang sedang mencengkeram kerah baju Andra,


"lho? Andra ada disini?" Reyhan terlihat sangat bersemangat saat bertanya,


"hallo kapten? apa kabar?" jawab Andra yang sedang tersiksa itu,


"Va lepasin, dia bukan pengganggu kok!" Reyhan menepuk pundak Rava,


"kau kenal? siapa dia?" Rava melepaskan cengkeramannya dari kerah Andra,

__ADS_1


"dia anggota basket, juga bisa di bilang bawahanku!" jawab Reyhan tanpa merasa beban sedikit pun,


"ya, aku ini babu nya!" jawab Andra juga,


'ni orang kok malah suka jadi babu si rubah/Rey licik ini!' batin si kembar,


"pantes aja dia sama sekali nggak takut dengan kami ataupun menjauh!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


#jangan lupa like 👍 dan komennya 👄 ya kakak😄

__ADS_1


__ADS_2