
"Nana?"
"hey Reva? ternyata kamu tinggal di sekitar sini juga ya?"
"hey cewek! nggak usah sok akrab dengan kakakku deh!" Rava menatap tidak suka pada Nana,
"eh? iya" Nana jadi salah tingkah menghadapi Rava,
"siapa kakak itu!" tanya Rain pada Reva,
"cuma satu sekolah kok!" Reva mengusap kepala Rain,
"mood ku yang udah buruk jadi plus-plus deh!" Rava membuang mukanya,
"baiklah kalau begitu kita pulang saja!" ucap Athala dengan senyumnya,
"yaaah, kan masih baru...." Reva langsung membungkam mulut adik kecilnya itu dan membawanya pergi,
"ya kita pulang saja!" ucap Rava sambil merapikan semua barang mereka dan dibantu oleh Azkar,
"eh? kalian mau pulang?" Miria berbicara tapi tak seorangpun diantara keluarga Azkar yang menyahut.
_______________________________________
"kapan-kapan kita liburannya sedikit jauhan dari rumah aja ya! biar nggak ketemu mereka lagi!" usul Azkar tiba-tiba,
"sebenarnya kau seneng juga kan? ketemu pengemar lama?"
"siapa yang seneng, mikirin aja bikin merinding tau!"
"kenapa bukannya seharusnya senang?" Athala terus meledek Azkar,
"kamu nggak inget apa waktu kau disekap itu, kalau aku nggak cepat mungki kau udah keok sekarang!"
"kan nggak mungkin juga kamunya tega?"
"tega kok, kayak sekarang,....." mereka berhenti di depan rumah,
"jangan masuk kedalam rumahku!" ucap Azkar dengan suara horor, tapi Athala...
__ADS_1
"hahaha, nggak cocok banget kakak kayak gitu tau, hahaha!" Athala terus tertawa,
"Ev, Ava, Rain"
"ya dad?" sahut mereka bersamaan,
"emang Daddy ini nggak bisa marah ya?" Azkar memasang wajah sedih,
"emang nggak bisa kok, kakak ini sama sekali nggak bisa marah!" Athala masih tertawa terbahak-bahak,
"mom emang suka banget ngledkn Daddy dari dulu ya?" tanya Reva,
"nggak, Athala lebih suka marah-marah dulu, kalau ku ganggu!" balas Azkar,
"kalian percaya nggak? kalau dulu waktu kecil Athala itu anak cengeng!" seperti tersambar petir di siang bolong Athala langsung diam,
"siapa yang izinin buat cerita masa kecilku!" Athala menatap azakr dingin dan suaranya juga terdengar menakutkan,
"kan kamu yang mancing buat cerita" balas Azkar santai,
"diam! atau kucekik kau nanti!"
"kau ini emang udah ngeselin banget dari dulu!" Athala geram dan langsung menarik kerah Azkar dan menciumnya, reflek Rava dan Reva menutup mata Rain,
"tadi bilang dicekik tapi ujungnya dicium juga ya? modus!" ucap Rava dingin,
"Athala kau apa-apaan sih, lihat nggak kalau ada anak-anak!" Azkar langsung mengelap bibirnya dengan punggung tangannya,
"hehe" Athala tersenyum iblis, "kalau begitu aku pulang dulu ya? bye" Athala pergi begitu saja meninggalkan azakr yang masih syok,
"dad? daddy? yuhuuu?" Reva melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Azkar tapi Azkar masih saja bengong,
"dicium oleh cinta pertama tentu saja syok sanjung senangnya!" Rava mengandeng tangan Rain dan mengajaknya masuk ke dalam,
"iya juga, kalau begitu biarin dulu aja kali ya?" Reva ikut masuk dan mebiarkan Azkar diluar sendirian, ((nak nak laknat))
Di dalam rumah,
"Va! kamu masak sana, aku laper banget!"
__ADS_1
"kamu kan cewek seharusnya kamu bisa masak kan?"
"Yo dong~, adikkyuuu~"
"sejak kapan kau jadi centil gitu!"
"masak Va~ nggak tau cih (≧▽≦)"
"diam, kau bicara lagi kayak gitu, buku ini melayang lho!" Rava menunjukkan buku yang di pegangnya,
"ih seyeeem~ (ㆁωㆁ)"
BUAK!!, bukunya beneran melayang, dan tentu saja megenai target.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
.
.
.
__ADS_1
#Like 👍 komen 👄