
ย Rain terus mengawasi Arjun agar tidak macam-macam,
"hey Ev, bisa kau suruh adikmu itu untuk tidak terus-terusan menatapku seperti itu!" Arjun menundukkan kepalanya,
"makanya seharusnya kau nggak usah beri saran yang aneh-aneh tentang si kembar, tau sendiri kan akibatnya" ucap Elios yang fokus membaca buku,
"kau juga banyak tingkah sih, makanya Rain mungkin akan membencimu sampai besar nanti" Reva menahan tawa, sebisa mungkin dia tidak menertawakan Arjun,
"apa Rain masih bersikap seperti kemarin?" Rava datang dan langsung mengendong Rain dipelukannya,
"Rain berhenti jangan menatap Jun seperti itu ya?" Rava berbicara dengan nada lembut,
"oh, ternyata si balok es itu bisa bicara lembut juga ya" omongan Arjun langsung dibalas tatapan mematikan dari Rain,
"Rain nggak usah urusin si br*ngsek s*alan itu ya, nggak ada gunanya!" Rava ikut menatap Arjun,
"kalian ini benar-benar adik-adik yang merepotkan!" Reva langsung mengambil alih,
"dari tadi kalian berisik sekali, aku jadi tidak bisa tidur, apa kalian mau mati!" Reyhan muncul dari kamar Rava dan menatap orang-orang yang berkumpul itu dengan tatapan mematikannya,
"apa itu beneran Rey?" Elios tersenyum kecut melihatnya,
"bagaimanapun dia pasti punya aura tentara yang tegas, lagian ayahnya itu kan Jenderal" Rava ikut-ikutan Elios tersenyum kecut,
__ADS_1
"kalian lebih baik keluar dari sini sebelum aku menjahit mulut kalian satu persatu agar bisa diam!" ucap Rayhan lagi, semua langsung berlari keluar tanpa terkecuali,
"benar-benar memuakan"
Di Taman Belakang,
"Rey kalau kayak tadi bukan lebih menakutkan dari si kembar dan adiknya itu" ucap Arjun enteng,
"ehm, apa kau bilang? beneran kau nggak takut denganku?" Rain menatap Arjun dengan tatapan kosong,
"kubilang jangan terus menatapku seperti itu akunya jadi ngerasa aneh tau!" Arjun memalingkan mukanya,
"bagaimana kalau kita coba naik pohon itu!" Reva menunjuk pohon yang berdiri kokoh di taman itu,
"kalau hati-hati nggak bakalan jatuh kok!" Reva langsung memanjat pohon yang ada di depannya itu,
"Ava ayo naik juga, enak banget disini!" Reva melambai-lambaikan tangannya dari atas pohon,
"nggak mau!" Rava menjawab dengan tegas ajakan berbahaya Reva,
"Ava!?" mata Reva berbinar,
"huffft" Rava akhirnya naik ke atas pohon juga,
__ADS_1
"apa kau senang?"
"tentu aja, coba naik lebih tinggi lagi!" Reva meraih ranting yang ada di dekatnya untuk memanjat lebih tinggi,
"Rain ikut kak Os aja ya" Elios mengajak Rain pergi agar nggak melihat tingkah dua kakaknya itu, Arjun pun juga mengikuti Elios yang duduk di bangku taman yang tak jauh dari pohon itu,
"Ava ayo naik lebih tinggi lagi!" Reva menginjak ranting yang rapuh dan....
"EV!" Rava meraih tangan Reva,
"Ava jangan lepas ya" tangan Reva gemetar ketakutan,
"KAK OS!" Rava berteriak sekuat tenaga memanggil Elios, Elios langsung menoleh menatap Reva yang gelantungan dengan tangan memegang Rava, tapi belum sempat Elios datang menangkap Reva, Reva sudah jatuh dulu dan kepalanya teratuk sangat keras,
"REVA!!" teriak anak-anak itu bersamaan, Rava hanya diam mematung di atas pohon, dia sangat syok tenatang ap yang terjadi pada Reva, tubuh Reva banyak lukanya, kepalanya berdarah,
"................"
Happy Reading ๐
Don't forget to like ๐ and comment ๐
ย
__ADS_1