
POV Yujin
Nama ku Ahn Yujin. Aku mahasiswi jurusan telekomunikasi tahun ke 4 di Universitas terkenal di kota ini. Aku sebenarnya tidak ingin menyombongkan diri tapi kenyataannya aku mendapat beasiswa setiap tahunnya selama aku kuliah.
Hari ini pesta penyambutan mahasiswa baru. Sebagai ketua jurusan aku membuat acara ini secara suka rela tanpa paksaan.
"Sebelum memulai acara mari kita dengarkan kata sambutan dari ketua jurusan kita." Kata Baek Jin.
"Yah sekarang kalian sudah menjadi bagian dari jurusan dan kampus ini. Saya harap kalian bisa berbaur dengan baik disini dan bisa menjadi lebih baik lagi." Ucapku sambil memandang keseluruh restoran yang kami pesan.
"Okelah. Mari kita mulai acara ini.. wooooo!!!!" Lanjut Baek Jin.
"Hey Yujin. Kau lihat pria di sana. Dari tadi dia melihat ke arah mu terus tuh." Kata Chaewon yang duduk di sampingku.
"Hmm? Masa sih? Maklum lah dia kan anak baru jadi penasaran." ku tenggak minuman dingin itu.
"Ehhh.. Aku rasa bukan itu aja deh. Soalnya dari yang aku dengar dia pun bukan dari jurusan kita. Katanya dia jurusan teknik."
"Kenapa anak teknik bisa ikut sama kita? Kemana si heop itu kok nggak bisa jaga anak jurusannya?" Ku tenggak lagi minuman itu.
"Tapi kamu yang izinin. Tadikan dia udah bicara sama kamu terus kamu langsung iyain aja." Kata Chaewon yang juga menenggak minumannya.
"Ah kok aku bisa kelepasan ya? Yang penting dia nggak buat rusuh deh. Oh ya Won. Kau kok terlihat dua? Haha.." kataku asal.
"Ya! Kau udah mabuk tuh. Udah tau nggak bisa minum tetap aja diminum." Omel Chaewon.
"Won aku sepertinya ingin muntah. Ueekkk!"
"Ya! Jangan muntah disini! Nyusahin aja sih." Membopongku ke arah toilet.
Setelah mengeluarkan isi perutku aku merasa pusing dan ingin pulang. Tapi Chaewon belum mau pulang.
"Wonnn.... Aku mau pulang aja dehhh.." mengusap mulutku yang basah.
"Tapi... aku belum mau pulang tau." Kata Chaewon membopongku keluar toilet dengan susah payah.
Samar samar aku mendengar suara laki laki berbicara dengan Chaewon. Dan setelah itu aku tak sadarkan diri.
☆☆☆☆
Cahaya matahari membangunkan ku yang masuk dari jendela mengenai wajahku. Dengan susah payah kubuka mataku, kulihat sekeliling tidak terlihat seperti kamarku.
"Ahh.. Kepalaku sakit sekali. Eh.. ini dimana? Ini bukan kamar ku." Kulihat sekeliling.
"Udah bangun?" Muncul laki laki dari balik pintu.
"Siapa kau? Kenapa aku disini? Kenapa bajuku juga udah ganti?" Aku melotot ke arahnya. Dia hanya tersenyun melihatku.
"Menurutmu bagaimana? Siapa aku?" Katanya setelah tersenyum manis seperti itu. Dia mendekat padaku.
"A...Apa mak..maksudmu? Cepat beri tahu!" Kata ku meninggi. Aku sudah panik saat itu.
"Kamu beneran tidak ingat tadi malam ya?" Katanya duduk di tepi ranjang.
"Hah? Tadi malam?" Kataku mencoba mengingat kejadian tadi malam.
#Flashback on
Setelah Chaewon membawa Yujin keluar dari toilet ada seorang pria menghampiri mereka.
"Biar saya aja yang mengantar sunbae. Cuma saya yang sadar disini. Saya tau kalau sunbae masih mau senang senang." Katanya memberi senyuman manis.
"Ah benar sih. Tapi aku juga nggak bisa percaya gitu aja sama kamu. Hmm tapi kamu tau kan rumah nya Yujin?"
"Iya. Saya tau kok. Kalau memang ragu saya kasih nomor saya."
"Baiklah. Ini kamu harus pelan pelan ya membawanya. Jangan sampai dia pusing." Kata Chaewon memberikan Tubuh Yujin pada pria itu.
"Tenang aja sunbae. Oh ya mana ponsel sunbae biar saya kasih nomor saya."
"Oh iya. Ini." Chaewon memberikan ponselnya, pria itu segera mengetikkan nomornya dan mengembalikannya.
"Tolong ya. Maaf merepotkan."
"Ah tidak masalah kok. Saya permisi dulu." Kata dia lalu mengangkat Yujin ala bridal style.
Selama di dalam taksi Yujin sangat berisik dan mengacau pakaian dan rambut pria itu. Ya pria itu bernama Lee Eunsang. Dia dengan sabar duduk di sebelah Yujin dan menenangkannya. Dia hanya tersenyum melihat tingkah Yujin yang kekanak kanakan.
Setelah sampai di gang kosan Yujin dia menggendong Yujin di punggungnya. Begitu di depan pintu dan hendak membuka sandi pintu, Yujin malah tertidur dan diam saja ketika di tanya.
"Sunbae. Berapa password nya? Hey.." kata Eunsang menepuk tangan Yujin yang masih berada di punggungnya. Yujin hanya diam saja.
__ADS_1
"Ah.. mau sampai kapan seperti ini?" Akhirnya pria itu pun pergi dari rumah Yujin menaiki taksi lagi menuju komplek apartemen mewah.
"Maaf ya sunbae. Terpaksa aku membawa mu ke rumahku. Habisnya kamu tidur terus sih." Katanya setelah sampai di lift.
Saat di ambang pintu setelah pintu terbuka. Yujin tiba tiba merasa ada yang ingin keluar dari perutnya.
"Sepertinya aku ingin muntah.. ueekk!" Kata Yujin menahan mulutnya dengan tangannya.
"Ah! Jangan muntah disini ya. Tahan sunbae!" Katanya panik melihat Yujin yang sepertinya akan mengeluarkan muntahnya.
"Aku udah nggak tahan lagi.... Uueek!!" Akhirnya keluarlah muntahnya mengenai punggung Eunsang yang otomatis mengenai baju Yujin.
"Ya!!!"
#Flashback off
Pov normal
"Maaf ya udah merepotkan." Ucap Yujin menunduk setelah mengetahui kejadian tadi malam.
"Yah tidak masalah sih karena tadi malam roomate ku tidak pulang. Kalau dia ada di rumah mungkin sunbae sudah habis dengannya."
"Oh ya. Baju sunbae udah aku cuci dan sudah kering. Sebentar ya aku ambilkan dulu." Katanya berlalu keluar.
Ah! Apa yang aku lakukan? Udah tau nggak bisa minum masih aja menenggak minuman itu. Bikin malu aja. Tapi dia itu laki laki yang ditunjuk Chaewon tadi malam. Kenapa dia bisa tau tempat tinggalku ya? Ucap Yujin dalam hati.
"Ini bajunya." Katanya memberikan bajuku tadi malam.
"Aku antar ya pulangnya."
"Ya udah."
"Kalau gitu aku tunggu di luar." Kata Eunsang berlalu keluar.
Saat Yujin mengganti pakaian, roomate Eunsang pulang.
"Eh hyung udah pulang?" Tanya Eunsang yang duduk di sofa.
"Iya. Kamu gimana tadi malam bisa tidur nggak? Kamu kan nggak bisa tidur kalau sendirian di rumah." Tanya Wooseok yang ikut duduk di sofa ruang tamu.
"Ah. Itu..." tiba tiba Yujin keluar dari kamar Eunsang.
"Aku udah siap ini ayo kita..." kata Yujin terhenti setelah melihat Wooseok. Wooseok yang melihat Yujin keluar dari kamar Eunsang pun melihat kearah pemilik kamar itu.
"Iya. Saya Wooseok roomate Eunsang."
Eunsang yang melihat kecanggungan di ruangan itu langsung mengajak Yujin keluar.
"Ayo aku antar nanti kamu telat ngampus lagi. Hyung. Aku antar dia dulu ya." Kata Eunsang melihat Wooseok sekilas dan langsung menarik tangan Yujin keluar.
Wooseok hanya melongo melihat adik sepupunya itu. Baru kali ini dia melihat Eunsang terlibat dengan perempuan.
"Maaf ya. Sepertinya teman kamu tadi tak senang melihatku." Kata Yujin setelah masuk ke dalam bus.
"Nggak masalah kok. Hyung itu baik. Dia hanya kaget aja. Oh ya aku belum memperkenalkan diri. Nama ku Lee Eunsang jurusan teknik tahun pertama." Kata Eunsang menatap Yujin sambil tersenyum.
"Ah... Aku Ahn Yujin jurusan telekomunikasi tahun keempat." Ucap Yujin canggung.
"Aku tahu kok."
"Kok kamu bisa tahu? Sebenarnya aku penasaran dari tadi. Kenapa kamu tau banyak tentang aku?" Tanya Yujin menatap wajah tampan Eunsang.
"Eh kita udah sampai nih. Ayo." Kata Eunsang berdiri setelah menekan tombol berhenti dan berjalan ke arah pintu keluar.
"Sepertinya anak itu menghindar." Kata Yujin menyusul Eunsang keluar setelah pintu bus terbuka.
☆☆☆☆
Pov Yujin
"Yujin!" Teriak Chaewon menghampiriku.
"Ada apa?"
"Kamu baik baik aja kan?"
"Kenapa kamu tanya begitu setelah memberikan aku pada sembarangan orang?"
"Yaa... Namanya dia yang menawarkan diri. Dan aku saat itu belum mau pulang. Masih terlalu siang saat itu. Kau tau lah kalau aku sukanya pulang tengah malam."
"Ya ya ya.." kataku memutarkan bola mataku malas.
__ADS_1
"Oh ya gimana? Kemarin katanya dia mengantarmu pulang."
"Iya. Tapi karena aku tertidur dia membawaku ke rumahnya. Kau tau sendirikan kalau aku udah mabuk gimana." Ucapku membuka buku.
"Ya kebiasaan mabukmu itu selalu merepotkan. Jadi dia tinggal dimana? Apakah dia tinggal sendirian?" Tanya Chaeyeon semangat.
"Hey Chaewonssi. Apa maksud pertanyaanmu itu?"
"Bukan apa apa. Penasaran aja. Jadi?" Tanyanya lagi.
"Kau ini ada ada aja. Dia tidak tinggal dengan orang tuanya. Tapi dia tinggal dengan teman roomatenya." Jelasku.
"Wah kalau gitu kalian...." tebaknya sambil menutup mulutnya.
"Apa yang kau pikirkan? Dia tidur di kamar temannya itu. Karena tadi malam temannya itu tak pulang." Kataku cepat sebelum pikirannya melayang kemana.
"Apa kau yakin? Apalagi kemarin kau tak sadar dan terbangun setelah dia bangun."
"Udahlah jangan bahas dia lagi. Ke kantin yuk aku lapar belum sarapan." Ajakku mengalihkan percakapan.
"Oke. Yuk."
Kami pun menuju kantin. Saat dalam perjalanan kami melihat orang berkumpul seperti melihat orang berkelahi.
"Sepertinya ada yang sedang bertengkar. Lihat yuk." Kata Chaewon menunjuk kerumunan itu.
"Tapi aku udah lapar banget nih."
"Ayolah sebentar saja. Aku ingin lihat siapa yang bertengkar." Kata Chaewon menarik tanganku.
Dengan terpaksa aku mengikutinya. Aku lihat ada dua mahasiswa. Baek jin dan satu orang yang aku kenal. Pria tadi pagi!
"Hey lihat. Pria tadi malam bertengkar dengan Baek jin." Kata Chaewon. Aku hanya melihat mereka bertengkar. Ku dengar Baek jin menyebut namaku.
"Kau bawa kemana Yujin tadi malam?!" Tanya Baek Jin mendorong bahu Eunsang. Kulihat dia hanya diam saja.
"Hey bocah! Kau tak punya mulut untuk bicara? Apa kau bisu?!" Tanyanya meninggikan suaranya.
Aku yang tak tahan melihat sikap Baek Jin seperti itu dan melihat Eunsang diam saja akhirnya aku menghampiri mereka.
"Dia hanya membawaku pulang tadi malam. Lagian apa urusannya denganmu?!" Kata ku sedikit meninggi. Saat itu Eunsang menatapku seperti terkejut.
"Kau! Kenapa kau membelanya? Aku tau tadi malam dia tidak membawamu pulang."
"Dari mana kau tau?"
"Aku kemarin melihat mu naik taksi dengannya. Jadi aku ikuti kalian dan kulihat dia membawamu ke komplek apartemen mewah." Katanya yang mulai panik.
"Hey. Untuk apa kau ikuti Yujin?" Tanya Chaewon mulai geram melihat Baek jin yang tak ada habisnya.
"Aku...aku hanya khawatir. Lagi pula kau kan tau perasaanku padamu." Kata Baekjin menatap ke arahku.
"Aku sudah bilang kalau aku tidak suka kau. Jangan ganggu aku lagi!" Kataku yang sudah terpancing emosi.
"Kau! Ahh... aku tau. Jadi benar rumornya kau hanya suka pria muda yang kaya agar bisa kau porotin hartanya yakan!" Kata Baekjin yang sudah mulai terpojok.
"Ya! Kau hati hati kalau bicara!" Tiba tiba Eunsang bicara dengan keras menatap dingin Baek Jin.
"Hahaha... Mau jadi pahlawan ya. Dengar ya. Kau itu hanya di manfaatkan oleh perempuan tak tau diri ini. Setelah itu kau juga akan di campakkan." Kata Baekjin menatap Eunsang dan aku bergantian.
"Hah! Kau bisa bicara seperti itu padaku. Apa kau tidak punya kaca? Kau itu hanya sampah! Sampah masyarakat!" Ucapku keras yang sudah tak tahan lagi mendengar ucapannya.
"Kau!" Merasa tak terima Baekjin pun ingin menamparku. Tapi tangannya di hentikan oleh seseorang.
"Kau sebaiknya jangan bersikap kasar kepada perempuan." Ucap Eunsang yang berdiri di depanku menghalangi tangan Baek jin.
"Lepas brengs*k!" Bugh!
Akhirnya Baekjin memukul wajah Eunsang. Kami pun berteriak melihatnya.
Eunsang yang menyeka ujung bibirnya dengan ibu jari nya melihat ada darah langsung terdiam melihat tajam ke arah BaekJin.
"Kau yang brengs*k!!" Bugh! Bugh!
Dan mereka pun berkelahi seperti tak mau kalah. Tiba tiba ada suara teriakan dari ujung lorong.
"Hey kalian! Berhenti! Ikuti saya!" Ucap dosen teknik itu.
☆☆☆☆
Maaf typo bertebaran..
__ADS_1
Mohon dukungannya ya... Jangan lupa like dan komennya. Buat komentar yang berkesan ya...
Terima kasih😁