My Badboy Husband

My Badboy Husband
Bagian 12


__ADS_3

"Awas!"


Yujin oleng dan untungnya Eunsang menangkapku. Yujin menabrak tumpukan barang. Mereka saling pandang-pandangan beberapa saat.


"Anu.... Sunbae mau sampai kapan begini?" tanya Eunsang canggung. Yujin segera bangkit setelah sadar.


"Maaf."


"Ya sudah ayo." ucap Eunsang menarik tangan Yujin dan mendorong troli.


Mereka kembali memilih bahan makanan. Dengan tangan Yujin masih di genggam Eunsang. Sampai dikasir Eunsang melepas tangan Yujin. Lalu ada ibu ibu yang mengajak Yujin berbicara dari belakang.


"Manis sekali kalian. Itu pacar kamu ya?" tanya ibu itu. Yujin hanya mengangguk. Kebetulan Eunsang mendengarnya langsung menjawab ibu itu.


"Saya suaminya bu." ucapnya.


"Suami? Anak muda jaman sekarang pada nekat semua." kata ibu itu sambil melihat mereka dan perut Yujin bergantian.


Yujin hendak menjawab maksud ibu itu tapi tangannya di tarik Eunsang.


"Ayo. Mari bu." ucap Eunsang. Ibu itu hanya tersenyum.


Mereka keluar menuju parkiran.


"Kamu ini kenapa sih? Ibu itu tadi mengira aku hamil duluan. Aku mau jelasi kenapa kamu tarik tanganku?" tanya Yujin saat sudah didalam mobil.


"Dijelasin lagi juga tidak ada gunanya. Dia bukan siapa-siapa. Kita juga tidak akan bertemu dengannya." ucap Eunsang.


"Hmm terserah."


Eunsang melajukan mobilnya tidak perduli dengan Yujin yang mendiamkannya.


☆☆☆☆


"Pa. Aku keluar sebentar ya." ucap Chaewon pada papanya yang sedang menonton di ruang tamu.


"Mau kemana kamu malam begini?" tanya papanya.


"Aku mau main sebentar. Lagian ini masih jam 8 pa."


"Kamu jangan biasakan keluar sampai larut malam. Hari ini kamu jangan keluar." ucap papanya. Tak biasanya Chaewon dilarang keluar malam hari.


"Aku ini sudah dewasa pa. Masa mau main saja papa larang. Teman aku sudah menunggu pa." ucap Chaewon. Dia sengaja tidak memberi tahu kalau dia akan keluar bersama Wooseok.

__ADS_1


"Kalau mau main ajak saja teman mu itu ke rumah."


"Tapi...."


"Kamu tidak usah membantah."


Dengan terpaksa Chaewon menuruti keinginan papanya itu. Dia heran dengan papanya yang tiba-tiba melarangnya. Dia masuk kekamarnya dan menghubungi Wooseok kalau dia tidak bisa keluar malam ini.


Sebenarnya papa Chaewon sudah mengetahui kalau Chaewon sudah memiliki pacar. Karena setiap pulang selalu ada pria bermobil yang mengantarnya. Tapi masalahnya pria yang bernama Go Jaewook itu tidak mengetahui siapa pria yang berpacaran dengan putrinya itu. Maka dari itu dia ingin pria itu datang ke rumah secepatnya.


Chaewon di dalam kamar merasa bosan. Dia sudah mengirim pesan pada Wooseok kalau dia dilarang papanya untuk keluar dan Wooseok mengerti dengan ke adaannya itu.


"Kenapa tiba-tiba papa melarangku? Apa papa sudah mengetahui Wooseok?" tanyannya pada dirinya sendiri.


Tak berapa lama ada suara bel dari depan. Chaewon mengira itu teman kerja papanya atau kenalan papanya. Lalu papanya berteriak dari bawah memanggil namanya.


Disisi lain papanya sedang menonton tv sambil memikirkan siapa pacar putrinya itu. Tiba-tiba ada suara bel. Tuan Jaewook pun membuka pintu. Betapa terkejutnya dia melihat siapa yang datang.


"K-kaauu....." ucap papanya terbata.


"Selamat malam om. Saya mencari Chaewon." ucap Wooseok tanpa berekspresi.


"Chaewon!" teriaknya.


☆☆☆☆


Dilihatnya Yujin sedang berbaring membelakanginya. Eunsang mendekat dan naik ke atas ranjang. Yujin merasakan ada pergerakan langsung memejamkan mata.


"Sunbae marah?" tanyanya. Sekarang Eunsang duduk di atas ranjang.


Tidak ada suara balasan dari Yujin. Yujin diam berpura-pura tidur. Eunsang tahu kalau Yujin sedang marah dengannya semakin menekat dan ikut membaringkan tubuhnya. Awalnya Eunsang hanya berbaring terlentang menatap langit-langit.


Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku memeluknya sekarang. Bisa jadi dia tambah marah. Memang lebih susah terlibat masalah dengan wanita dari pada preman jalanan. ucap Eunsang dalam hati.


Dengan hati-hati Eunsang mendekati Yujin dan memeluknya dari belakang. Yujin yang tadinya memejamkan mata terkejut dengan perlakuan Eunsang. Tapi dia hanya diam saja.


"Kamu sudah dong marahnya. Masa gara-gara hal kecil kamu jadi marah." ucap Eunsang masih memeluk Yujin.


"Aku tidak suka kalau orang menganggap aku buruk." akhirnya Yujin mengeluarkan suara.


"Kan ibu tadi orang tidak dikenal. Untuk apa kamu marah hanya orang asing. Kalau kita jelasin juga dia masih menganggap kita buruk." ucap Eunsang masih dalam posisi yang sama.


"Kalau teman kamu atau temanku yang mengatakan seperti itu maka aku akan marah." lanjutnya.

__ADS_1


Yujin berpikir. Ada benarnya perkataan Eunsang menurutnya. Dia terlalu berlebihan menanggapi ibu tadi. Padahal usia dia lebih tua dari Eunsang. Tapi masalah pemikiran Eunsang lebih dewasa darinya.


Yujin membalikkan tubuhnya menghadap Eunsang. Ditatapnya wajah yang selalu tersenyum padanya itu. Ya, sekarang Eunsang juga tersenyum padanya.


"Bagaimana? Sudah tidak marahkan?" tanya Eunsang. Dia senang Yujin menghadap kearahnya.


"Hmm. Maaf." ucap Yujin.


"Tidak apa." balas Eunsang. Kemudian mereka terdiam sebentar sambil saling menatap.


"Aku mau tanya sesuatu." ucap Yujin.


"Apa?"


"Apa kamu mencintaiku? Tidak. Maksudku apa kamu menyukaiku?" tanya Yujin mengalihkan pandangannya. Sungguh dia sangat malu sekarang. Tapi kalau tidak ditanya dia tak pernah tau perasaan Eunsang.


Eunsang terkejut dengan pertanyaan Yujin. Padahal dia yang akan memberi tahu perasaannya. Tapi sekarang Yujin duluan menanyakannya. Karena tiba-tiba Eunsang bingung harus menjawab apa.


"Hah?" ucapnya.


"Eunsang. Jangan membuatku mengulanginya. Kamu tahu itu sangat memalukan." ucap Yujin bangkit dari tidurnya dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Eunsang tersenyum melihat tingkah Yujin. Dia juga bangkit dari tidurnya lalu menarik tangan Yujin agar terlihat wajahnya. Ditatapnya Wajah Yujin.


"Kalau aku tidak menyukaimu mengapa aku mau menikah denganmu di usiaku yang masih muda ini?" ucap Eunsang lembut.


"Aku sudah sejak lama menyukaimu. Sebelum kamu bertemu denganku." lanjutnya lagi. Yujin hanya diam mendengarnya.


"Apakah kamu tahu. Sebenarnya aku sudah memikirkan cara menyatakan cinta. Tapi sekarang kamu tiba-tiba menanyakan itu aku jadi bingung mau bilang apa tadi."


"Yujin. Ahn Yujin. Aku menyukaimu. Aku Lee Eunsang mencintaimu dulu, sekarang, bahkan di masa depan juga." ucap Eunsang menggenggam tangan Yujin dan mencium tangannya.


Yujin yang mendapat pernyataan cinta seperti itu langsung berlinang air mata haru. Dia bisa melihat ketulusan dari Eunsang.


"Aku.. hiks... Aku masih ada banyak hal yang kututupi darimu. Aku juga belum yakin apakah aku sudah mencintaimu atau belum. Tapi aku bisa pastikan kalau aku sudah menyukaimu. Dan ku harap kamu mau bersabar menungguku untuk mencintaimu." Ucap Yujin sambil menangis.


"Aku tahu itu. Aku bisa bersabar untuk mu. Biarkan ini mengalir perlahan. Hm?" ucap Eunsang sambil menghapus air mata Yujin.


Mereka saling menatap dan Eunsang mendekatkan wajahnya perlahan ingin mencium bibir Yujin. Yujin melihat tindakan Eunsang yang begitu lembut langsung terbuai dan menutup matanya saat bibir mereka telah menyatu.


Eunsang melumat lembut bibir Yujin seakan mencurahkan seluruh perasaannya melalui ciuman itu. Yujin juga membalas ciuman Eunsang. Mereka melakukan itu lama hingga Eunsang menghentikan kegiatannya.


"Sudah ya. Sekarang kita tidur." Ucapnya sambil mengusap bibir Yujin dengan ibu jarinya.

__ADS_1


Yujin hanya mengangguk. Mereka berbaring dan berpelukan sampai mereka berdua tertidur.


☆☆☆☆


__ADS_2